Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang

53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

53 Hari, 19.000 KM, Satu Misi: Menyingkap Sisi Lain Tambang Indonesia

Jakarta — Selama 53 hari, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan sejauh 19.000 kilometer, menyusuri Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Perjalanan tersebut bukan sekadar proses produksi film dokumenter, melainkan eksplorasi panjang yang mempertemukan mereka dengan wajah Indonesia yang jarang terlihat—cerita masyarakat, harapan, serta kehidupan di sekitar wilayah pertambangan.

Melalui dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World, keduanya menjelajahi berbagai wilayah dengan kondisi ekstrem, dari dataran rendah hingga ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut. Dalam perjalanan tersebut, Ari dan Nia melihat langsung operasional tambang seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, Vale Indonesia.

Aktor sekaligus produser dokumenter, Ari Sihasale, mengungkapkan perjalanan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang Indonesia dan industri pertambangan.

“Jadi perjalanan kami selama 53 hari, 19.000 km yang kita tempuh. Lalu bagaimana? 1.272 jam nggak pulang-pulang dari Sumatera sampai tanah Papua. Dari 0 sampai 4.285 MDPL. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana Indonesia sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan tambang tidak hanya mengambil, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya,” ujar Ari dalam penayangan film The MIND Journey di Jakarta, Rabu (1/4).

Perjalanan dimulai dari wilayah barat Indonesia hingga timur, menyusuri daerah-daerah yang selama ini hanya mereka dengar namanya. Mulai dari Tanah Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, hingga Papua.

Namun bukan hanya medan yang berat yang menjadi tantangan. Jadwal yang padat dan minim waktu istirahat membuat kebersamaan tim menjadi kunci selama perjalanan berlangsung.

“Pertama kalau dari kami adalah kebersamaan itu penting. Apapun itu kebersamaan itu penting. Jadi kita bisa saling mengingatkan, kita saling peduli. Syutingnya setiap hari soalnya, perpindahannya setiap hari dan tidak ada istirahat, istirahat adalah ketika perpindahan,” kata Ari.

Perubahan suhu ekstrem juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari panas menyengat di Timika, tim harus langsung menuju wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter menyusuri kawasan tambang Grasberg pada hari berikutnya.

“Memang berat ketika kita semua panas, tapi ketika sampai di Timika itu panas sekali kemudian besoknya kita harus naik ke 4000-an. Nah di situlah aklimatisasinya tidak terlalu lama tapi itu kita selalu memperhatikan “vitamin” itu dengan cara kita saling support,” ujarnya.

Bagi Nia Sihasale, perjalanan tersebut bukan hanya proses produksi dokumenter, tetapi juga perjalanan batin yang membuka banyak perspektif baru tentang Indonesia, khususnya terkait kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Ia mengaku, selama perjalanan dari Sumatera hingga Papua, tim menemukan banyak hal terkait pertambangan yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan untuk wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kayak apa ya, tapi yang lain kan kami belum tahu, artinya mungkin satu hal kecil saja bahwa kami tinggal di Jakarta, ya kan di Jakarta Selatan kami. Tiba-tiba ada tambang Pongkor di Bogor kita baru tahu sampai seumur hidup ini,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nia adalah pertemuan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. Ia melihat langsung bagaimana aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan usaha masyarakat, hingga memperkuat hubungan sosial di sekitar wilayah operasional.

Lewat film dokumenter ini, kata Nia, tim berupaya menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai industri pertambangan yang dijalankan oleh Grup MIND ID, sekaligus menjawab berbagai stigma yang berkembang di masyarakat. Seluruh cerita ditampilkan secara natural tanpa skenario.

“Kita ingin membuka mata dan hati yang menonton, bukan bermaksud menggurui tapi supaya ini loh yang benar kalau pertambangan yang dikelola dengan baik bertanggung jawab, kalian bisa bertanya sendiri manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu bukan kami yang menjawab, tidak ada skripnya, jadi murni jawaban dari hati masyarakat,” kata Nia.

Pengalaman tersebut juga menghadirkan momen emosional bagi tim selama perjalanan. Nia mengaku beberapa kali terharu ketika melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kadang kita ikut nangis dan saya juga kadang ikut berkaca-kaca karena ternyata buat masyarakat sekitar dampaknya sangat besar sekali buat keluarga mereka,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia yang begitu luas dan kaya.

“Kita jadi lebih bersyukur dan kita jadi lebih bangga jadi orang Indonesia. Gila ya Indonesia luar biasa banget gitu kita baru, iya kita baru lihat Halmahera, baru lihat Ternate gitu,” kata Nia.

Dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World yang dibintangi Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen ini akan menampilkan perjalanan lintas Indonesia serta kisah masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Program ini akan tayang mulai 4 April 2026, setiap Sabtu pukul 15.00 WIB di Metro TV, dalam 13 episode yang menyuguhkan perjalanan dari Sumatera hingga Papua—membawa penonton melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh cerita.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negara Importir Minyak yang Paling Rentan Saat Krisis Energi

    Negara Importir Minyak yang Paling Rentan Saat Krisis Energi

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Krisis energi global, terutama akibat konflik geopolitik seperti gangguan di Selat Hormuz, dapat memberikan tekanan besar pada perekonomian dunia. Salah satu pihak yang paling terdampak adalah negara-negara yang bergantung pada impor minyak. Ketika pasokan terganggu, harga minyak global cenderung melonjak. Kondisi ini membuat biaya energi meningkat tajam, memicu inflasi, dan menekan pertumbuhan ekonomi di negara […]

  • Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See

    Sandiaga Uno di Krakatau Industrial Business Gathering 2026: Saatnya Jadi First Mover, Bukan Wait and See

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta (24/1) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi Kawasan Industri Krakatau sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui gelaran Krakatau Industrial Business Gathering 2026. Langkah strategis ini diambil guna menangkap peluang investasi global dan mendorong transformasi kawasan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Sebagai tuan rumah kawasan industri, Krakatau Steel Group […]

  • Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Bangka Hasilkan Omzet Berlipat Ganda

    Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Bangka Hasilkan Omzet Berlipat Ganda

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bulan Ramadan selalu membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang menjual kebutuhan Lebaran. Dukungan modal dari korporasi pun berperan mampu mendukung dapur rumahan mampu menjadi tumpuan hidup yang mensejahterakan masyarakat di daerah. Keberkahan itu tampak jelas dirasakan di rumah produksi Zulaikhah Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka […]

  • Jelang Momen Strategis Keagamaan, Layanan KA Kontainer Menguat di Awal Tahun 2026

    Jelang Momen Strategis Keagamaan, Layanan KA Kontainer Menguat di Awal Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KAI Logistik terus memperkuat dan optimalkan moda KA sebagai moda alternatif andalan bagi pelaku usaha, salah satunya melalui layanan KA Kontainer. Pada awal tahun, KAI Logistik mencatatkan volume sebesar 222 ribu ton atau tumbuh signifikan sebesar 44% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 atau sebesar 154 ribu ton. VP of Corporate Secretary KAI Logistik, […]

  • Pemeliharaan Jalan Berkelanjutan, JTT Perkuat Inspeksi Proaktif di Tengah Curah Hujan Tinggi

    Pemeliharaan Jalan Berkelanjutan, JTT Perkuat Inspeksi Proaktif di Tengah Curah Hujan Tinggi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memahami bahwa kenyamanan dan keselamatan perjalanan merupakan hal yang paling dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Oleh karena itu, JTT terus melakukan pemeliharaan dan penanganan lubang jalan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan, khususnya di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Pada Selasa malam (27/01), […]

  • Lobi Cerdas Gubernur Yulius Selvanus Berbuah Manis, Ribuan Buffer Stock Bernilai Miliaran Tiba di Sulut

    Lobi Cerdas Gubernur Yulius Selvanus Berbuah Manis, Ribuan Buffer Stock Bernilai Miliaran Tiba di Sulut

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Strategi diplomasi tingkat tinggi kembali ditunjukkan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, yang berhasil memastikan penambahan buffer stock logistik kebencanaan dalam jumlah besar dari pemerintah pusat. Langkah taktis Gubernur Yulius dalam menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Sosial RI membuahkan hasil konkret: ribuan satuan bantuan tanggap darurat, bernilai miliaran rupiah, resmi tiba dan diturunkan di […]

expand_less