Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi

BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

New Delhi — Negara-negara BRICS memperkuat komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India.

Pertemuan yang berlangsung pada 12–13 September 2026 tersebut menghasilkan Deklarasi New Delhi, yang menjadi arah bersama negara-negara BRICS dalam memperkuat kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta hubungan antar masyarakat. KTT tahun ini digelar di bawah kepemimpinan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.”

Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam KTT tersebut sebagai salah satu pemimpin negara anggota BRICS. Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan bahwa kekuatan kolektif BRICS dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan global sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo.

BRICS dan Perubahan Tatanan Global

BRICS telah berkembang jauh dari kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China. Setelah Afrika Selatan bergabung, kelompok tersebut kemudian mengalami ekspansi dan kini mencakup negara-negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan kepentingan yang semakin beragam. Forum ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh isu teknologi, energi, pangan, perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.

Deklarasi New Delhi menegaskan kembali komitmen BRICS terhadap multilateralisme dan sistem internasional yang lebih representatif. Negara-negara anggota juga menyerukan partisipasi yang lebih bermakna bagi negara-negara berkembang dan emerging markets dalam proses pengambilan keputusan global.

Global South Harus Ikut Membentuk Aturan

Sebagai Ketua BRICS 2026, India mendorong agar BRICS menjadi salah satu wadah untuk memperkuat suara negara-negara berkembang.

Dalam sesi KTT mengenai tata kelola global dan penguatan multilateralisme, Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti ketimpangan antara besarnya dampak yang dirasakan Global South dan keterwakilannya dalam pengambilan keputusan dunia.

“Global South berada di barisan terdepan dalam menghadapi krisis global, tetapi berada di barisan belakang dalam pengambilan keputusan,” kata Modi.

Modi menyerukan agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi rule-taker, tetapi berkembang menjadi rule-shaper dalam tata kelola global. BRICS, menurutnya, dapat menjadi platform untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang.

Pandangan tersebut sejalan dengan Deklarasi New Delhi yang menekankan pentingnya memperluas partisipasi dan representasi negara-negara berkembang dalam institusi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ekonomi dan Ketahanan Menjadi Fondasi

Deklarasi New Delhi menekankan pentingnya rantai pasok yang lebih tangguh serta peningkatan kapasitas produksi negara berkembang agar dapat masuk ke segmen manufaktur dan produksi bernilai tambah lebih tinggi. Kerja sama tersebut juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, fasilitasi perdagangan, dan investasi.

BRICS juga melanjutkan pembahasan mengenai sistem pembayaran lintas batas dan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan serta investasi antaranggota, dengan tetap mempertimbangkan prioritas nasional masing-masing negara.

Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi serta menciptakan peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang.

Dari Teknologi hingga Riset

BRICS juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan sains, teknologi, dan inovasi.

Deklarasi New Delhi menempatkan kerjasama Science, Technology and Innovation (STI) sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Negara-negara anggota mendukung kerja kelompok-kelompok kerja STI serta pengembangan BRICS Science and Research Repository sebagai platform berbagi pengetahuan dan hasil penelitian.

Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan kepada periset, perguruan tinggi, industri, dan peneliti dari negara-negara anggota BRICS. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat mobilitas peneliti dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang lebih konkret.

Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang

Selain ekonomi dan teknologi, pendidikan menjadi bagian penting dari upaya BRICS membangun sumber daya manusia.

Deklarasi New Delhi mendorong peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, program pertukaran dan beasiswa pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, termasuk dalam bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).

BRICS Network University menjadi salah satu mekanisme yang didukung untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian antarnegara. Jaringan tersebut mendorong program bersama, mobilitas akademik, serta pertukaran pengetahuan lintas disiplin.

Menariknya, agenda pendidikan BRICS juga mencakup tahap paling awal dalam perkembangan manusia. Deklarasi mendorong pertukaran praktik terbaik dalam Early Childhood Care and Education (ECCE) serta Foundational Literacy and Numeracy (FLN). Penggunaan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam pendidikan juga didorong dengan prinsip aman, etis, dan berpusat pada manusia.

Indonesia Memperkuat Posisi di BRICS

Bagi Indonesia, KTT BRICS 2026 menjadi salah satu momentum penting setelah Indonesia bergabung sebagai anggota penuh.

Kehadiran Prabowo di New Delhi menunjukkan upaya Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam forum yang semakin berpengaruh terhadap pembahasan ekonomi dan tata kelola global. Pemerintah Indonesia menempatkan keanggotaan BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang.

Indonesia memiliki kepentingan untuk memastikan keanggotaannya menghasilkan kerja sama konkret, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pangan, energi, teknologi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan pasar yang luas dan sumber daya yang dimiliki negara-negara BRICS, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus membangun kapasitas nasional melalui pertukaran teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia.

Deklarasi New Delhi dan Tantangan ke Depan

Deklarasi New Delhi menjadi salah satu hasil utama KTT BRICS 2026. Dokumen tersebut mencakup agenda yang luas, mulai dari reformasi tata kelola global dan kerja sama ekonomi hingga teknologi, pendidikan, perubahan iklim, kesehatan, dan hubungan antar masyarakat.

Dengan anggota yang memiliki sistem politik, struktur ekonomi, serta kepentingan nasional yang berbeda, konsensus menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas kerja sama.

Karena itu, keberhasilan BRICS tidak hanya akan diukur dari banyaknya deklarasi yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana kesepakatan tersebut dapat diterapkan melalui program, investasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas negara.

Dari Suara Menjadi Aksi

Dua dekade setelah pembentukannya, BRICS kini memasuki fase yang berbeda. Ekspansi keanggotaan telah memperluas cakupan kelompok tersebut, sementara agenda kerja sama semakin masuk ke berbagai aspek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

India, melalui kepemimpinannya pada 2026, mendorong BRICS untuk memperkuat ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Indonesia, sebagai anggota penuh, memiliki kesempatan untuk ikut membentuk agenda tersebut sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang tetap mendapat tempat dalam pembahasan global.

Bagi negara-negara Global South, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peningkatan suara juga diikuti dengan peningkatan pengaruh.

Prabowo melihat kekuatan tersebut sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,” ujar Prabowo dalam KTT BRICS.

Menurut Prabowo, BRICS memiliki kesempatan untuk menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki negara-negara anggotanya untuk menghasilkan perubahan yang nyata bagi dunia.

Pandangan tersebut bertemu dengan pesan yang disampaikan Modi dalam menutup sesi mengenai tata kelola global. Bagi India, masa depan BRICS bukan sekadar tentang seberapa besar suara yang dimiliki kelompok tersebut, tetapi bagaimana suara itu diterjemahkan menjadi pengaruh dan kemitraan yang lebih setara.

“Jika masa depan kita adalah milik bersama, maka hak untuk membentuk masa depan itu pun harus menjadi milik bersama. From voice to impact. From privilege to partnership.”

Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama India dalam kepemimpinan BRICS 2026: mengubah suara menjadi dampak dan privilese menjadi kemitraan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

    Mengenal Puguh Dwi Kuncoro, Konsultan Manajemen Bisnis di Balik KLTC® Group yang Mendorong Lahirnya Trainer Berkualitas di Indonesia

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Di tengah maraknya pelatihan yang minim dampak dan kualitas trainer yang belum merata, Puguh Dwi Kuncoro, konsultan manajemen bisnis sekaligus pendiri KLTC® Group, mendorong pendekatan baru dalam pengembangan kepemimpinan di Indonesia. Melalui program yang lebih terstruktur dan aplikatif, KLTC® berfokus mencetak trainer berkualitas yang mampu menghasilkan perubahan nyata bagi individu dan organisasi. Yogyakarta, 13 April […]

  • Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

    Wujudkan Motor Baru untuk Mobilitas Harian, BRI Finance Tawarkan Bunga Mulai 0,7%

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Agustus 2026 – Mobilitas masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin tinggi seiring pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan perjalanan sehari-hari. Bagi banyak orang, sepeda motor bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan aset produktif yang membantu menunjang pekerjaan, usaha, hingga aktivitas keluarga. Oleh karena itu, kemudahan memiliki kendaraan menjadi faktor penting agar masyarakat […]

  • Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital

    Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Maret 2026 – Pasar aset kripto kembali menunjukkan dinamikanya melalui pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang belum berhasil mempertahankan posisi di atas level krusial $70.500. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, menurut […]

  • Trail in Cuan: Aktivitas Seru neobank untuk Pelari Kalcer di VOTCHA 2026

    Trail in Cuan: Aktivitas Seru neobank untuk Pelari Kalcer di VOTCHA 2026

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Buat pelari kalcer, ikut trail running kini bukan cuma soal mengejar personal best. Ada pengalaman menikmati alam, bertemu komunitas, sampai berburu aktivitas seru di area event. Hal-hal seperti ini pula yang membuat Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 menarik untuk diikuti. Digelar pada 12–13 September 2026 di Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, VOTCHA 2026 mempertemukan […]

  • Kabar Gembira Bagi Masyarakat, KAI Akan Buka Pemesanan Tiket Lebaran, Catat Jadwalnya Agar Tidak Kehabisan

    Kabar Gembira Bagi Masyarakat, KAI Akan Buka Pemesanan Tiket Lebaran, Catat Jadwalnya Agar Tidak Kehabisan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap, sehingga masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026. Kabar Gembira Bagi Masyarakat, KAI Akan Buka Pemesanan Tiket Lebaran, Catat Jadwalnya Agar Tidak […]

  • Menghadirkan Ramadan yang Lebih Bermakna: Fraser Residence Menteng Jakarta Mempersembahkan Pengalaman Eksklusif

    Menghadirkan Ramadan yang Lebih Bermakna: Fraser Residence Menteng Jakarta Mempersembahkan Pengalaman Eksklusif

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Fraser Residence Menteng Jakarta, bagian dari jaringan internasional Fraser Hospitality, mempersembahkan Ramadan Media Gathering 2026, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat awareness, menegaskan positioning sebagai hotel bintang lima dengan konsep residences, dan membangun hubungan erat dengan media. Acara ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman menyeluruh, menekankan keunggulan hunian luas, fasilitas premium, serta layanan profesional yang menjadi ciri […]

expand_less