Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Indonesia tengah mempercepat digitalisasi ekosistem kepabeanan dan perdagangan. Namun, perkembangan sistem pemerintah belum selalu diikuti oleh kesiapan sistem bisnis untuk terhubung dan beradaptasi.

Dengan berbagai platform pemerintah yang memiliki fungsi dan persyaratan berbeda, pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti input data manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi data, serta kompleksitas integrasi teknis.

Artikel ini membahas tantangan struktural dalam lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan mengapa middleware semakin dibutuhkan untuk menjembatani sistem bisnis dengan berbagai platform pemerintah. Selain membahas kebutuhan akan validasi data, kepatuhan, dan konektivitas antarsistem, artikel ini juga memperkenalkan bagaimana LogLines dari OneByOne dikembangkan untuk membantu mengatasi kesenjangan integrasi tersebut dan mendukung proses perdagangan lintas batas yang lebih terhubung, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi digital.

Indonesia memproses lebih dari 2,5 juta deklarasi impor setiap tahunnya dan menjadi salah satu ekonomi perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mencakup salah satu pasar e-commerce dengan pertumbuhan tercepat. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indonesia juga tengah mempercepat transformasi digitalnya. Platform pemerintah semakin terhubung, proses regulasi beralih ke sistem online, dan pelaku usaha diharapkan dapat bertukar informasi secara digital, termasuk dalam proses kepabeanan.

Sistem kepabeanan Indonesia tidak dikelola melalui satu platform tunggal. Pelaku usaha yang melakukan kegiatan lintas batas harus berinteraksi dengan berbagai sistem pemerintah yang terpisah, masing-masing dengan fungsi dan mandatnya sendiri. Misalnya, CEISA 4.0 menangani proses utama deklarasi kepabeanan, BPOM mengatur kepatuhan terkait pangan dan obat-obatan, sementara NIB mencakup perizinan usaha. Setiap sistem memiliki fungsi masing-masing dan belum dirancang untuk saling terhubung. Akibatnya, freight forwarder, broker, atau importir sering perlu memindahkan dan mengelola data di beberapa sistem untuk satu proses pengiriman. Inilah akar dari berbagai kendala yang setiap hari dihadapi oleh para profesional di bidang perdagangan. Masalahnya bukan terletak pada satu sistem yang tidak berfungsi, melainkan pada beberapa sistem yang masing-masing berjalan dengan baik tetapi sejak awal tidak dirancang untuk saling terintegrasi.

Mudah untuk menganggap bahwa persoalan ini hanyalah masalah teknis yang dapat diselesaikan dengan engineering. Tinggal menghubungkan sistem, mengotomatisasi dokumen, dan semuanya selesai. Namun sebenarnya dalam praktiknya, sejumlah faktor struktural membuat proses tersebut jauh lebih kompleks. Akibatnya, masih terjadi input data secara manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi antar sistem, serta workflow yang terpisah-pisah.

Sebagai contoh, web service CEISA menggunakan teknologi SOAP/XML dan mengharuskan pihak yang mengirimkan data baik perusahaan maupun PPJK berizin untuk terdaftar dan mendapatkan sertifikasi teknis dari CEISA. Jadi, memiliki koneksi API saja belum cukup. Pihak yang menggunakan koneksi tersebut juga harus terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu.

Contoh lainnya, pengiriman data melalui CEISA memerlukan sertifikat digital kepabeanan Indonesia yang valid dan terikat pada entitas pengirim tertentu. Jika sertifikat tersebut sudah kedaluwarsa, disiapkan pada environment yang salah, atau terhubung dengan kode perusahaan yang berbeda (NIB dan NPWP), pengiriman data dapat gagal.

Jika seluruh faktor tersebut digabungkan, terlihat mengapa middleware pihak ketiga menjadi semakin dibutuhkan. Perannya adalah menjadi penghubung antara software freight perusahaan dan web service pemerintah, sekaligus memastikan data dapat diterjemahkan ke format yang sesuai dan memenuhi persyaratan di kedua sisi. 

Dengan kondisi tersebut, platform integrasi yang efektif untuk kepabeanan Indonesia perlu menawarkan lebih dari sekadar memindahkan data dari satu sistem ke sistem lainnya. Platform tersebut perlu:

Menangani proses pengajuan data secara otomatis ke CEISA dan sistem terkait, sesuai dengan format yang dipersyaratkan oleh masing-masing sistem.

Melakukan validasi izin dan HS Code sebelum pengajuan, sehingga kesalahan dapat ditemukan lebih awal dan tidak setelah data ditolak oleh sistem tujuan.

Menerapkan validasi data dan deteksi anomali untuk memastikan data tetap akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Tetap mengikuti perkembangan regulasi, karena persyaratan dan ketentuan dapat berubah dari waktu ke waktu. 

Mendukung seluruh pihak dalam ekosistem, termasuk freight forwarder, broker/PPJK, importir, eksportir, maskapai, perusahaan pelayaran, pengguna ERP, dan penyedia e-commerce, yang masing-masing berinteraksi dengan sistem pemerintah dengan kebutuhan yang berbeda.

Inilah celah yang secara khusus ingin dijawab oleh platform LogLines dari OneByOne. LogLines menyediakan satu lapisan API yang menghubungkan pelaku usaha di bidang logistik dengan ekosistem kepabeanan Indonesia, dan dikembangkan melalui kolaborasi langsung dengan instansi pemerintah Indonesia.

Arah perkembangannya sudah jelas. Indonesia tidak akan memperlambat upaya digitalisasinya, begitu pula dengan negara-negara lain di kawasan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah sistem bisnis akan mampu membangun konektivitas dan beradaptasi seiring berkembangnya infrastruktur pemerintah, atau justru kesenjangan tersebut akan menjadi hambatan baru dalam perdagangan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Putricia Della Aprilia dan diterjemahkan oleh Restu Kamila berdasarkan studi kasus mengenai lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan pengembangan LogLines oleh OneByOne. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Edukasi Kesehatan hingga Bantuan Sembako, TMMD ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo Hadir untuk Warga

    Dari Edukasi Kesehatan hingga Bantuan Sembako, TMMD ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo Hadir untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Sukoharjo, 11 Agustus 2026 – Kodim 0726/Sukoharjo menggelar penyuluhan kesehatan bagi warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebagai bagian dari sasaran nonfisik TMMD Reguler ke-129 TA 2026. Mengusung tema “Sehat Diawali dari Saya”, warga mendapat edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, keamanan makanan dan air bersih, serta langkah sederhana mencegah […]

  • Smart Airport Premium Service dari Krakatau IT dan IAS Hospitality

    Smart Airport Premium Service dari Krakatau IT dan IAS Hospitality

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Maret 2026 – PT Krakatau Information Technology (Krakatau IT) dan PT IAS Hospitality Indonesia bekerjasama dalam pengembangan solusi digital untuk layanan premium di bandara (bandar udara). Kolaborasi ini mencakup pengembangan layanan longue dan concierge berbasis WhatsApp Business dan Aplikasi Mobile, fitur pembayaran digital, serta survei kepuasan pelanggan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan […]

  • KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026

    KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 77
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyatakan kesiapan dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026 dengan menyiapkan 24 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) reguler setiap hari. Kesiapan ini dilakukan untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat yang akan menggunakan transportasi kereta api pada masa mudik dan arus balik Lebaran. Dalam pengoperasiannya, KAI Daop 2 Bandung […]

  • Jalur KA Tigaraksa Kembali Normal, KAI Pastikan Keselamatan Perjalanan Terjaga

    Jalur KA Tigaraksa Kembali Normal, KAI Pastikan Keselamatan Perjalanan Terjaga

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan jalur kereta api di wilayah Tigaraksa yang sebelumnya terdampak longsoran dan menyebabkan kemiringan tiang Listrik Aliran Atas (LAA) ke arah rel, kini telah kembali normal dan aman untuk dilalui perjalanan kereta api. Gangguan tersebut teridentifikasi saat petugas melakukan pengecekan ekstra prasarana jalur pada Kamis (22/1) pukul 05.00 WIB. Temuan […]

  • BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

    BRI Finance Ajak Warga Kalimantan Manfaatkan Hari Terakhir BRI KKB Expo

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Banjarmasin, 9 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengajak masyarakat di Kalimantan memanfaatkan hari terakhir BRI KKB Expo 2026 yang berlangsung hingga 10 Juli 2026. Program ini digelar serentak di 131 Unit Kerja BRI di seluruh Indonesia, termasuk di KC Pontianak, KC Singkawang, KC Sintang, KC Banjarmasin Ahmad Yani, KC Palangkaraya, KC […]

  • Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

    Apa Itu AVO? Ini Konsep di Balik Cara Brand Direkomendasikan AI

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, cara orang mencari informasi mulai bergeser. Jika dulu pengguna mengetik kata kunci di mesin pencari dan memilih sendiri dari daftar link yang muncul, kini semakin banyak orang bertanya langsung ke asisten AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude dan menerima satu jawaban yang sudah disaring. Pergeseran ini memunculkan kebutuhan akan strategi […]

expand_less