Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Indonesia tengah mempercepat digitalisasi ekosistem kepabeanan dan perdagangan. Namun, perkembangan sistem pemerintah belum selalu diikuti oleh kesiapan sistem bisnis untuk terhubung dan beradaptasi.

Dengan berbagai platform pemerintah yang memiliki fungsi dan persyaratan berbeda, pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti input data manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi data, serta kompleksitas integrasi teknis.

Artikel ini membahas tantangan struktural dalam lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan mengapa middleware semakin dibutuhkan untuk menjembatani sistem bisnis dengan berbagai platform pemerintah. Selain membahas kebutuhan akan validasi data, kepatuhan, dan konektivitas antarsistem, artikel ini juga memperkenalkan bagaimana LogLines dari OneByOne dikembangkan untuk membantu mengatasi kesenjangan integrasi tersebut dan mendukung proses perdagangan lintas batas yang lebih terhubung, akurat, dan adaptif terhadap perkembangan regulasi digital.

Indonesia memproses lebih dari 2,5 juta deklarasi impor setiap tahunnya dan menjadi salah satu ekonomi perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mencakup salah satu pasar e-commerce dengan pertumbuhan tercepat. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indonesia juga tengah mempercepat transformasi digitalnya. Platform pemerintah semakin terhubung, proses regulasi beralih ke sistem online, dan pelaku usaha diharapkan dapat bertukar informasi secara digital, termasuk dalam proses kepabeanan.

Sistem kepabeanan Indonesia tidak dikelola melalui satu platform tunggal. Pelaku usaha yang melakukan kegiatan lintas batas harus berinteraksi dengan berbagai sistem pemerintah yang terpisah, masing-masing dengan fungsi dan mandatnya sendiri. Misalnya, CEISA 4.0 menangani proses utama deklarasi kepabeanan, BPOM mengatur kepatuhan terkait pangan dan obat-obatan, sementara NIB mencakup perizinan usaha. Setiap sistem memiliki fungsi masing-masing dan belum dirancang untuk saling terhubung. Akibatnya, freight forwarder, broker, atau importir sering perlu memindahkan dan mengelola data di beberapa sistem untuk satu proses pengiriman. Inilah akar dari berbagai kendala yang setiap hari dihadapi oleh para profesional di bidang perdagangan. Masalahnya bukan terletak pada satu sistem yang tidak berfungsi, melainkan pada beberapa sistem yang masing-masing berjalan dengan baik tetapi sejak awal tidak dirancang untuk saling terintegrasi.

Mudah untuk menganggap bahwa persoalan ini hanyalah masalah teknis yang dapat diselesaikan dengan engineering. Tinggal menghubungkan sistem, mengotomatisasi dokumen, dan semuanya selesai. Namun sebenarnya dalam praktiknya, sejumlah faktor struktural membuat proses tersebut jauh lebih kompleks. Akibatnya, masih terjadi input data secara manual, duplikasi informasi, rekonsiliasi antar sistem, serta workflow yang terpisah-pisah.

Sebagai contoh, web service CEISA menggunakan teknologi SOAP/XML dan mengharuskan pihak yang mengirimkan data baik perusahaan maupun PPJK berizin untuk terdaftar dan mendapatkan sertifikasi teknis dari CEISA. Jadi, memiliki koneksi API saja belum cukup. Pihak yang menggunakan koneksi tersebut juga harus terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu.

Contoh lainnya, pengiriman data melalui CEISA memerlukan sertifikat digital kepabeanan Indonesia yang valid dan terikat pada entitas pengirim tertentu. Jika sertifikat tersebut sudah kedaluwarsa, disiapkan pada environment yang salah, atau terhubung dengan kode perusahaan yang berbeda (NIB dan NPWP), pengiriman data dapat gagal.

Jika seluruh faktor tersebut digabungkan, terlihat mengapa middleware pihak ketiga menjadi semakin dibutuhkan. Perannya adalah menjadi penghubung antara software freight perusahaan dan web service pemerintah, sekaligus memastikan data dapat diterjemahkan ke format yang sesuai dan memenuhi persyaratan di kedua sisi. 

Dengan kondisi tersebut, platform integrasi yang efektif untuk kepabeanan Indonesia perlu menawarkan lebih dari sekadar memindahkan data dari satu sistem ke sistem lainnya. Platform tersebut perlu:

Menangani proses pengajuan data secara otomatis ke CEISA dan sistem terkait, sesuai dengan format yang dipersyaratkan oleh masing-masing sistem.

Melakukan validasi izin dan HS Code sebelum pengajuan, sehingga kesalahan dapat ditemukan lebih awal dan tidak setelah data ditolak oleh sistem tujuan.

Menerapkan validasi data dan deteksi anomali untuk memastikan data tetap akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Tetap mengikuti perkembangan regulasi, karena persyaratan dan ketentuan dapat berubah dari waktu ke waktu. 

Mendukung seluruh pihak dalam ekosistem, termasuk freight forwarder, broker/PPJK, importir, eksportir, maskapai, perusahaan pelayaran, pengguna ERP, dan penyedia e-commerce, yang masing-masing berinteraksi dengan sistem pemerintah dengan kebutuhan yang berbeda.

Inilah celah yang secara khusus ingin dijawab oleh platform LogLines dari OneByOne. LogLines menyediakan satu lapisan API yang menghubungkan pelaku usaha di bidang logistik dengan ekosistem kepabeanan Indonesia, dan dikembangkan melalui kolaborasi langsung dengan instansi pemerintah Indonesia.

Arah perkembangannya sudah jelas. Indonesia tidak akan memperlambat upaya digitalisasinya, begitu pula dengan negara-negara lain di kawasan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah sistem bisnis akan mampu membangun konektivitas dan beradaptasi seiring berkembangnya infrastruktur pemerintah, atau justru kesenjangan tersebut akan menjadi hambatan baru dalam perdagangan Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Putricia Della Aprilia dan diterjemahkan oleh Restu Kamila berdasarkan studi kasus mengenai lanskap integrasi kepabeanan Indonesia dan pengembangan LogLines oleh OneByOne. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

    BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan BRI Gebyar Lelang, sebuah kegiatan lelang yang diselenggarakan secara serentak di 74 lokasi di seluruh Indonesia. Partisipasi ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung optimalisasi pengelolaan aset serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh berbagai aset melalui mekanisme lelang yang transparan dan kompetitif. Melalui kegiatan BRI Gebyar Lelang, […]

  • Saat Kuliner Jepang Makin Dekat dengan Keseharian, Janji Jiwa Hadirkan “A Twist of Japan” bersama Chef Ray Janson

    Saat Kuliner Jepang Makin Dekat dengan Keseharian, Janji Jiwa Hadirkan “A Twist of Japan” bersama Chef Ray Janson

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 September 2026 — Kuliner Jepang terus menemukan tempatnya di tengah selera masyarakat Indonesia. Mulai dari sajian utama seperti sushi dan ramen yang disajikan di restoran hingga pilihan yang lebih kasual seperti onigiri, takoyaki, dan berbagai agemono (pilihan makanan yang digoreng). Sebuah studi yang mengulas perilaku Gen Z dalam memilih Japanese food di Jakarta […]

  • Dorong Ekonomi Lokal di Kediri,  BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    Dorong Ekonomi Lokal di Kediri, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kediri, 13 Februari 2026 – Di tengah denyut aktivitas ekonomi yang terus bergerak, Kota Kediri menunjukkan ketangguhannya sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan di Jawa Timur. Pada tahun 2024, perekonomian Kota Kediri tumbuh 3,43 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp168,75 triliun. Struktur ekonomi daerah ini didominasi […]

  • Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia

    Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 April 2026 – Memasuki awal pekan, perhatian pelaku pasar nasional masih tertuju pada pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah yang sempat menyentuh level terlemahnya di angka Rp17.189 per dolar Amerika Serikat pada Jumat 17 April 2024 lalu. Angka ini mencerminkan pelemahan sekitar 0,97% dalam satu bulan terakhir, yang dipicu oleh tingginya inflasi di […]

  • Program SMA Unggul Garuda Kemendiktisaintek Resmi Dimulai di Konawe  Selatan, PTPP Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas

    Program SMA Unggul Garuda Kemendiktisaintek Resmi Dimulai di Konawe Selatan, PTPP Hadirkan Fasilitas Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juli 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, turut berkontribusi dalam mendukung program SMA Unggul Garuda yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program tersebut resmi dimulai di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah […]

  • Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 33,26%, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Portofolio Produktif

    Pembiayaan Alat Berat Tumbuh 33,26%, BRI Finance Perkuat Diversifikasi Portofolio Produktif

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, 1 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi diversifikasi pembiayaan produktif sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Salah satu segmen yang menunjukkan kinerja positif adalah pembiayaan alat berat yang hingga kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian tersebut diraih di tengah tantangan […]

expand_less