Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif terhadap Suku Bunga

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta, 24 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan pada perdagangan 24 September 2026. BTC turun sekitar 2% dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11%, level tertinggi sejak 2007. 

Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto.

Berdasarkan laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06% dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000. 

Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar

Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11%. 

Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC.

“Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5%, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio.

“Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya.

Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional

Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat.

Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta. 

Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan. 

Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya.

“Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ungkapnya.

Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya

Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000. 

Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik.

“Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

    Dari Bearish ke Bullish, Struktur Harga Emas Mulai Berbalik Arah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Harga emas dunia berpeluang mengalami penguatan dalam jangka pendek setelah sebelumnya berada dalam tekanan, seiring munculnya indikasi pembalikan arah yang semakin jelas pada pergerakan teknikal. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 kini menunjukkan kecenderungan bullish, didukung oleh sinyal-sinyal teknikal yang mengarah pada potensi rebound harga. Dalam […]

  • Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)

    Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 70
    • 0Komentar

    AFILIASI ESG INDONESIA resmi dideklarasikan sebagai wadah kolaboratif fasilitator dan konsultan untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Afiliasi ini bertujuan membangun standar, kompetensi, dan tata kelola ESG yang terstruktur melalui sinergi lintas sektor guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Bogor, 16 Februari 2026 – Komitmen untuk memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) […]

  • Hisense Perkenalkan RoamView, Layar yang Bisa Mengikuti Aktivitas Penggunanya

    Hisense Perkenalkan RoamView, Layar yang Bisa Mengikuti Aktivitas Penggunanya

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Hisense, merek peralatan elektronik dan rumah tangga terkemuka di dunia, memperkenalkan RoamView, produk terbaru dari Lifestyle Series. RoamView hadir untuk menjawab kebutuhan sederhana dalam kehidupan modern: pengalaman menikmati layar tidak lagi harus terpaku di satu ruangan atau posisi tertentu QINGDAO, Tiongkok, 15 September 2026 – Hisense, merek peralatan elektronik dan rumah tangga terkemuka di dunia, memperkenalkan RoamView, […]

  • Ribuan Calon Mahasiswa Datangi & Daftar BINUS University, Wujudkan Langkah Awal Menuju Karier Global

    Ribuan Calon Mahasiswa Datangi & Daftar BINUS University, Wujudkan Langkah Awal Menuju Karier Global

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Ribuan calon mahasiswa dan keluarga memadati rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru BINUS University. Kehadiran mereka mencakup sesi konsultasi, seleksi, hingga pendampingan informasi terkait program studi dan peluang pendidikan yang tersedia di BINUS University. Tingginya antusiasme ini tidak terlepas dari program beasiswa BINUS University yang dapat mencapai hingga 100%, yang menjadi […]

  • Menjadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang dari 1 Bulan

    Menjadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang dari 1 Bulan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Api.co.id membuat gebrakan baru dengan menyediakan official whatsapp api termurah dan mendapatkan lebih dari 100 perusahaan pengguna kurang dari 1 bulan Lanskap komunikasi digital untuk bisnis di Indonesia tengah mengalami pergeseran revolusioner. Di tengah menjamurnya kebutuhan akan efisiensi operasional dan interaksi pelanggan yang real-time, salah satu platform penyedia infrastruktur teknologi lokal, api.co.id, mencatatkan prestasi memukau. […]

  • Militansi Insan KRAS Reborn: Jamin Kualitas dan Akselerasi Manufaktur Baja Nasional

    Militansi Insan KRAS Reborn: Jamin Kualitas dan Akselerasi Manufaktur Baja Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Cilegon, 2 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group(KRAS) mempertegas komitmen operational excellence dengan capaian produksi yang menembus angka 120 ribu ton pada Maret 2026. Capaian impresif ini merupakan bagian dari implementasi strategi “KRAS Reborn” guna mendukung visi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian industri nasional dan […]

expand_less