Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » SUCOFINDO Dorong Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Industri Kimia Kalimantan Timur melalui Sosialisasi dan Coaching Clinic P2KDBK

SUCOFINDO Dorong Kepatuhan dan Kesiapsiagaan Industri Kimia Kalimantan Timur melalui Sosialisasi dan Coaching Clinic P2KDBK

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar

Samarinda, (25/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda bersama Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Sosialisasi dan Coaching Clinic Pencegahan dan Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan Kimia (P2KDBK) Wilayah Kalimantan Timur di Samarinda. Kegiatan yang diikuti oleh 45 perusahaan industri kimia ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku industri dalam menerapkan sistem P2KDBK guna mendukung keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan usaha.

Pgs. Kepala PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Samarinda, Ibnu Pandu Bintang Pamungkas menegaskan bahwa penerapan P2KDBK merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan industri.

“Kami memandang kegiatan ini bukan hanya sebagai forum sosialisasi regulasi, tetapi juga sebagai ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga verifikasi untuk membangun pemahaman yang sama mengenai implementasi P2KDBK di lapangan. Kami berharap perusahaan tidak hanya memahami apa yang harus dipenuhi, tetapi juga memperoleh gambaran yang jelas mengenai bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikannya sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Ibnu Pandu Bintang Pamungkas berharap PT SUCOFINDO (PERSERO) dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan pelaku industri dalam mewujudkan lingkungan industri yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, implementasi P2KDBK juga diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan, melindungi lingkungan, serta mendukung keberlangsungan operasional industri di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih menyampaikan bahwa pertumbuhan industri di Kalimantan Timur harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keselamatan dan pengelolaan risiko.

“Kalimantan Timur terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Oleh karena itu, kesiapan perusahaan dalam mengelola risiko bahan kimia menjadi hal yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, kami berharap perusahaan dapat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan, memperkuat sistem tanggap darurat, serta meningkatkan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya,” tuturnya.

Pada sesi sosialisasi, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, menyampaikan bahwa penerapan P2KDBK menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong industri yang lebih tertib, patuh, dan berdaya saing.

“P2KDBK bukan sekadar dokumen yang harus dimiliki perusahaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan industri dalam mengelola risiko bahan kimia. Melalui penerapan yang baik, perusahaan dapat meningkatkan perlindungan terhadap pekerja, lingkungan, serta menjaga keberlangsungan operasional usaha,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager SBU Perdagangan, Industri, Kelautan PT SUCOFINDO (PERSERO), Ahmedi Ershad turut memaparkan peran PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam mendukung implementasi P2KDBK melalui layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC).

“SUCOFINDO memberikan dukungan kepada pelaku industri melalui layanan verifikasi dokumen dan lapangan, evaluasi kesiapan sistem tanggap darurat, serta sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman mengenai tata cara penyusunan dokumen, mekanisme verifikasi, urgensi penerapan P2KDBK, hingga tahapan penerbitan perizinan berbasis risiko yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini penting untuk membantu perusahaan memenuhi kewajiban sebelum batas waktu pemenuhan yang ditetapkan pemerintah pada 30 November 2026,” paparnya.

Selain sesi sosialisasi, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti coaching clinic yang memungkinkan konsultasi secara langsung terkait penyusunan dokumen, identifikasi risiko, kesiapan tanggap darurat, hingga proses verifikasi dan sertifikasi P2KDBK. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan menyusun langkah yang tepat dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Harus Kuliah di SATU University? Ini Alasannya!

    Kenapa Harus Kuliah di SATU University? Ini Alasannya!

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Ada banyak kampus di Indonesia, kenapa kuliah di SATU University? Banyak alasan yang mendasarinya. SATU University memang termasuk kampus yang masih muda, meski begitu, SATU University menggunakan standar BINUS Higher Education yang telah berpengalaman dalam dunia pendidikan lebih dari empat puluh tahun. Dengan reputasi BINUS yang berstandar Internasional, lulusan SATU University dipastikan akan menjadi lulusan […]

  • Swiss-Belhotel Rainforest: Oase Tropis di Tengah Dinamika Sunset Road

    Swiss-Belhotel Rainforest: Oase Tropis di Tengah Dinamika Sunset Road

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Sunset Road merupakan salah satu jalur strategis di Bali yang menghubungkan berbagai kawasan populer di Pulau Dewata. Bagi wisatawan yang gemar menjelajahi destinasi, kawasan ini menawarkan kemudahan akses sekaligus atmosfer kota yang dinamis. Di sepanjang jalan, aktivitas kendaraan yang tak pernah sepi berpadu dengan deretan kafe, butik, pusat perbelanjaan, hingga gedung-gedung modern yang memantulkan cahaya […]

  • Membangun Hubungan Jangka Panjang Melalui Program Loyalitas di Industri Keuangan

    Membangun Hubungan Jangka Panjang Melalui Program Loyalitas di Industri Keuangan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Dalam ekosistem pasar keuangan yang sangat kompetitif, keberhasilan tidak hanya diukur dari teknologi atau platform yang digunakan, tetapi juga dari kuatnya hubungan antara penyedia layanan dan para mitra strategisnya. Program loyalitas kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen krusial untuk memberikan apresiasi nyata bagi mereka yang telah berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem trading. Bagi para partner, […]

  • Saham AI Tertekan, Peringatan Bos Teknologi Bikin Investor Mulai Waspada

    Saham AI Tertekan, Peringatan Bos Teknologi Bikin Investor Mulai Waspada

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan pada perdagangan awal pekan setelah sejumlah pemimpin industri AI menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap perkembangan teknologi tersebut. Perubahan sentimen ini membuat investor kembali mempertanyakan seberapa cepat investasi AI dapat terus berkembang dan apakah belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI dapat dipertahankan. Menurut laporan Yahoo Finance, saham […]

  • Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Arbovirus Multiplex PCR

    Sulit Bedakan Penyebab Demam, Prodia Hadirkan Pemeriksaan Arbovirus Multiplex PCR

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Maret 2026 – Demam masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah tropis. Namun, gejala seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi, atau ruam kulit seringkali memiliki penyebab yang serupa, sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala klinis. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidakpastian dalam penanganan, bahkan tidak […]

  • Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

    Hilirisasi Mineral Jadi Kontributor Utama Investasi, Industrialisasi Perlu Jadi Fokus

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    JAKARTA — Hilirisasi mineral kembali menjadi kontributor terbesar dalam realisasi investasi nasional sepanjang 2025. Dari total investasi nasional sebesar Rp1.931,2 triliun, sektor hilirisasi menyumbang 30,2% atau sekitar Rp584,1 triliun, menjadikannya pendorong utama pertumbuhan investasi Indonesia. Kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral, dengan total Rp373,1 triliun, yang terdiri dari Nikel Rp185,2 triliun, Tembaga Rp65,9 triliun, Bauksit […]

expand_less