Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Optimalkan Aset untuk Dukung Pangan dan Energi Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), mempercepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurut dia, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri.

“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran.

Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional.

Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ujar Abdul Rivai, Kamis (17/9/2026).

Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri.

“Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.

Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif.

Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Pada saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah.

Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra.

Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi.

Sementara itu, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya.

Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis.

Abdul Rivai mengatakan keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional.

Namun, menurut dia, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru.

“Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri.

“Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” katanya.

Melalui optimalisasi aset tersebut, PTPN I (Persero) memperkuat transformasi bisnis dari sekadar produksi komoditas menuju pengembangan agribisnis yang lebih terintegrasi. Langkah ini sekaligus menegaskan posisi PTPN I (Persero) sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi nasional, dengan mengarahkan aset perkebunan untuk mendukung swasembada pangan, kemandirian energi, penciptaan nilai tambah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

    Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Bandung, restoran dengan menu warisan nusantara bukan hal yang langka. Tapi restoran yang berani keluar dari pakem tanpa kehilangan akar, jumlahnya jauh lebih sedikit. Tabulla Rasa adalah salah satunya. Restoran ini bukan pemain baru. Selama lebih dari 20 tahun, dapurnya dikenal lewat nama Ikan Pesmol Cianjur. Sebuah tempat makan yang bagi banyak orang Bandung sudah […]

  • Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

    Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Mahasiswa Program Interior Design BINUS University kembali membuktikan kesiapan mereka untuk belajar dan berkembang di kancah global melalui pengalaman study abroad. Salah satunya adalah Ashley Patricia Hawindy, mahasiswa Interior Design BINUS @Kemanggisan, yang berkesempatan mengikuti program study abroad di Nagoya University of Foreign Studies (NUFS), Jepang. Selama menjalani satu semester perkuliahan di NUFS, Ashley tidak […]

  • Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

    Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS terhadap Pergerakan Harga Kripto

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Bittime menyoroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai […]

  • Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Efisiensi ruang dan efektivitas operasional kini mulai menjadi perhatian baru dalam industri konstruksi modern di Indonesia. Pengembang dan kontraktor tidak lagi hanya mempertimbangkan material bangunan, tetapi juga bagaimana setiap sistem di dalam bangunan dapat mendukung aktivitas secara lebih optimal dalam jangka panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap […]

  • Dorong Penetrasi Pasar Daerah, BRI Finance Hadirkan Pameran Otomotif di Banyuwangi

    Dorong Penetrasi Pasar Daerah, BRI Finance Hadirkan Pameran Otomotif di Banyuwangi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Banyuwangi, 28 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mempertegas perannya dalam ekosistem BRI Group melalui keikutsertaan dalam pameran otomotif yang digelar di BRI Branch Office (BO) Banyuwangi sepanjang 13 April hingga 5 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan kendaraan bermotor, sekaligus membangun engagement yang lebih dekat […]

  • Deposito atau Tabungan, Mana yang Kamu Gunakan?

    Deposito atau Tabungan, Mana yang Kamu Gunakan?

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Deposito atau tabungan sering menjadi pilihan utama ketika seseorang ingin menyimpan uang dengan lebih aman. Namun, mana yang lebih cocok? Jawabannya bergantung pada tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan jangka waktu penyimpanan dana yang dimiliki masing-masing orang. Sebagian orang memilih tabungan karena fleksibel dan mudah diakses kapan saja. Di sisi lain, ada juga yang memilih deposito […]

expand_less