Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

PSPK 1 dan 2, standar pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk iklim, yang mengadopsi IFRS S1 dan S2, berlaku efektif 1 Januari 2027. Dalam seminar daring TruCarbon dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (30/9), AEI, IAI, BCA, dan TruCarbon mendorong emiten memanfaatkan sisa tiga bulan untuk membangun dan menguji sistem data keberlanjutan yang terhubung dengan laporan keuangan.

JAKARTA,
1 Oktober 2026 – Emiten di Indonesia memiliki sisa waktu sekitar tiga bulan
untuk menyiapkan data dan proses pengungkapan keberlanjutan sebelum Pernyataan
Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2 berlaku efektif untuk periode
pelaporan tahunan yang dimulai 1 Januari 2027. Standar yang disusun Dewan
Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) ini menuntut data
keberlanjutan yang dapat ditelusuri hingga dokumen sumbernya dan terhubung
dengan laporan keuangan. Karena itu, perusahaan disarankan segera membangun
sistem pengumpulan data. Hal tersebut mengemuka dalam seminar “Navigating
PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure” yang digelar
TruCarbon bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) secara daring, Rabu (30/9).

Direktur
Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha mengingatkan, kesiapan data menjadi
pekerjaan utama emiten. “Sustainability
disclosure
makin dekat dengan financial
reporting
dan investor decision
making
. Penting buat kita memastikan bahwa data tersedia dengan lengkap,
utuh, governance yang jelas, ownership di internal perusahaan juga
jelas, proses pengumpulan data juga valid
dan reliable, dan juga ada
keterhubungan antara tim sustainability
dan tim lainnya,” katanya.

Bukan
Sekadar Ganti Format Laporan

Kewajiban
menerbitkan laporan keberlanjutan sendiri bukan hal baru. Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) telah mewajibkannya bagi emiten, lembaga jasa keuangan, dan
perusahaan publik sejak 2019 melalui POJK 51/2017. Yang berubah adalah standar
teknis penyusunannya. PSPK 1 dan 2, yang disahkan DSK IAI pada 1 Juli 2025,
mengadopsi IFRS S1 dan IFRS S2 dari International Sustainability Standards
Board (ISSB).

Anggota
Tim Kerja Keberlanjutan IAI, Cita Ayu Pratiwi, menjelaskan bahwa PSPK 1
merupakan kerangka umum atau payung yang mengatur apa saja yang perlu dilakukan
dalam pelaporan keberlanjutan. Adapun PSPK 2 mengatur pengungkapan yang
spesifik terkait iklim. Keduanya memuat empat konten inti yang sama, yaitu tata
kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target. Ke depan, standar
ini akan terus berkembang lewat PSPK 3, 4, dan 5 untuk menangkap risiko dan peluang
keberlanjutan lain di luar iklim.

Ia
menambahkan, PSPK dirancang sebagai standar yang berfokus pada investor dan
menghasilkan informasi yang dapat dibandingkan secara global. Pengguna utamanya
adalah investor saat ini maupun calon investor, pemberi pinjaman, dan kreditur
lain, yang memakai informasi tersebut untuk memutuskan membeli, menjual, atau
menahan saham dan surat utang, serta menyalurkan pinjaman.

Menurut
Cita, PSPK membawa cara pandang yang berbeda dari pelaporan keberlanjutan
selama ini. “Yang sebelumnya mungkin perspektif yang dibawa adalah
bagaimana perusahaan berdampak ke eksternal maupun terkait dengan lingkungan,
sosial ataupun tata kelola, tapi kali ini kita agak merubah sedikit view-nya
adalah melihat bagaimana aspek-aspek tersebut berdampak secara internal,”
ujarnya.

Untuk
memulai persiapan, Cita menyarankan perusahaan tidak berangkat dari pertanyaan
apa yang harus diungkapkan, melainkan dari penilaian apakah proses yang
berjalan saat ini sudah memadai untuk mendukung pengungkapan dan implementasi
keberlanjutan yang efektif.

Butuh
Kerja Lintas Divisi

Dari sisi
emiten, Kepala Sustainability & CSR Subdivision PT Bank Central Asia Tbk.
(BCA), Evi Jo, membagikan bagaimana BCA menyatukan kerja antartim dalam
penyusunan laporan keberlanjutan. Menurutnya, penerapan PSPK membutuhkan
kolaborasi lintas divisi, terutama antara tim sustainability, risiko, bisnis, dan akuntansi.

Bagi BCA,
laporan keberlanjutan adalah bentuk pertanggungjawaban, bukan sekadar upaya
untuk terlihat bagus dengan tulisan pelaporan yang indah. Laporan itu memuat
implementasi komitmen keberlanjutan BCA sekaligus menjadi tanggung jawab
perseroan sebagai emiten kepada investor.

Rencana
90 Hari Sebelum Tahun Buku 2027

Direktur
TruCarbon, Debby Reynata, menyebut 90 hari tersisa di 2026 sebagai periode
penting untuk menyiapkan tahun buku 2027 dengan standar PSPK 1 dan 2. Ia
merekomendasikan tiga tahap. Tahap pertama, hari ke-1 hingga ke-30, untuk
menetapkan cakupan entitas yang selaras dengan batas konsolidasi laporan
keuangan serta tata kelolanya. Tahap kedua, hari ke-31 hingga ke-60, untuk
membangun data engine, yakni pemetaan
data aktivitas di setiap lokasi lengkap dengan sumber, satuan, frekuensi, dan
penanggung jawabnya.

Tahap
ketiga, hari ke-61 hingga ke-90, adalah uji jalan. “Kita merekomendasikan
untuk melakukan dry run dengan data
tahun sebelumnya,” kata Debby. Uji coba ini menjadi cara menemukan celah
data lebih awal, sebelum celah itu muncul saat proses asurans. “90 hari
ini cukup untuk memastikan tahun buku 2027 akan dimulai dengan sistem atau SOP
yang sudah jalan,” ujarnya.

Ia
mengingatkan soal keringanan pengungkapan selama tiga tahun untuk emisi Scope 3
(Cakupan 3), yakni emisi tidak langsung dari rantai nilai perusahaan. Jangka
waktu ini lebih panjang dari IFRS yang hanya satu tahun. Namun, yang ditunda
hanya pengungkapan, bukan pengumpulan data. Data Scope 3 tetap harus
dikumpulkan secara rutin mulai sekarang, karena kualitasnya baru naik setelah
beberapa siklus pelaporan dan membutuhkan keterlibatan pemasok.

Untuk
mempercepat persiapan tersebut, TruCarbon menghadirkan TruCount, perangkat
lunak akuntansi karbon yang mempermudah seluruh proses pengungkapan
keberlanjutan, mulai dari pengumpulan data emisi hingga penyusunan laporan.
Sebagai bentuk dukungan bagi emiten, peserta seminar mendapatkan akses premium
TruCount gratis selama 90 hari.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

    Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    RI Region 6 menunjukkan komitmennya dalam mendorong kreativitas dan kolaborasi dengan mengirimkan lima perwakilan pekerja sebagai CreatorHub dalam kegiatan Bincang Santai CreatorHub. Kegiatan ini dilaksanakan bersama BRI Region 6, BRI Region 7, dan BRI Region 8 sebagai ajang mempererat sinergi. Acara berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh keceriaan. Para peserta tampak aktif berdiskusi, berbagi […]

  • Cara Menabung Sedikit tapi Konsisten di Tengah Banyak Pengeluaran

    Cara Menabung Sedikit tapi Konsisten di Tengah Banyak Pengeluaran

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Menabung tetap bisa dilakukan meski pengeluaran terasa makin banyak. Kuncinya bukan langsung menyisihkan nominal besar, tetapi membangun kebiasaan menabung rutin dengan nominal kecil yang realistis dan konsisten. Di tengah biaya hidup yang terus naik, banyak orang merasa sulit memulai tabungan. Padahal, menurut berbagai studi keuangan pribadi, konsistensi lebih berpengaruh dibanding nominal besar yang hanya dilakukan […]

  • Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

    Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Membangun rumah dua lantai memiliki kompleksitas yang jauh berbeda dibandingkan rumah satu lantai. Pada bangunan dua tingkat, struktur lantai bawah harus memikul beban mati (beton, dinding, atap) dan beban hidup (penghuni, furnitur) dari lantai di atasnya. Di sinilah peran besi beton menjadi krusial. Banyak pemilik rumah mengira bahwa agar bangunan kokoh, seluruh bagian harus menggunakan […]

  • Moda Kereta Api Makin Bersaing, KAI Logistik Luncurkan 2 Rangkaian KA Kontainer Baru

    Moda Kereta Api Makin Bersaing, KAI Logistik Luncurkan 2 Rangkaian KA Kontainer Baru

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Menanggapi permintaan industri terhadap moda logistik yang andal dan berkelanjutan, KAI Logistik meluncurkan dua rangkaian kereta api peti kemas melalui pengoperasian dua perjalanan baru yakni KA Ronggo dan KA Klari 2. Kehadiran layanan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang yang semakin meningkat sekaligus mendorong efisiensi rantai pasok nasional. Direktur Utama KAI […]

  • India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Tingkatkan Layanan Operasional, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026

    Tingkatkan Layanan Operasional, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Banyuwangi, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat layanan bongkar muat komoditas curah di Branch Tanjung Wangi. Hingga Semester I Tahun 2026, arus curah cair yang dilayani mencapai 687.020 ton, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 354.855 […]

expand_less