Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI

58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Cara konsumen mencari dan mempertimbangkan sebuah produk mulai berubah. Jika sebelumnya perjalanan pembelian banyak dimulai dari mesin pencari dan berlanjut ke berbagai situs, kini semakin banyak konsumen menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan riset sebelum membeli.

Laporan The B2C Buyer Experience Report 2026 dari Invoca menemukan bahwa 58% konsumen di Amerika Serikat menggunakan generative AI untuk meneliti pembelian berisiko tinggi pada 2026, meningkat dari 41% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, riset Boston Consulting Group (BCG) terhadap lebih dari 13.000 konsumen di 12 pasar menemukan bahwa 31% konsumen global sudah menggunakan AI setidaknya sesekali dalam perjalanan pembelian mereka.

Perubahan tersebut membuat cara brand mendapatkan perhatian konsumen ikut bergeser. Konsumen tidak lagi selalu mencari daftar situs untuk dibandingkan satu per satu. Mereka dapat langsung bertanya kepada AI mengenai produk, kategori, atau rekomendasi, lalu menggunakan jawaban tersebut sebagai titik awal untuk menentukan pilihan.

Dampaknya terhadap brand cukup besar. Data Net Conversion pada 2026 menunjukkan bahwa 74% konsumen yang menggunakan AI untuk melakukan riset mengatakan bahwa rekomendasi AI memperluas jumlah brand yang mereka pertimbangkan. BCG juga menemukan bahwa AI memperkenalkan konsumen kepada brand yang sebelumnya tidak akan mereka pertimbangkan dalam sekitar 63% perjalanan pembelian yang dibantu AI.

Artinya, AI bukan sekadar tempat untuk mencari informasi. Sistem AI fmulai berperan dalam menentukan brand mana yang masuk ke consideration set konsumen.

Dari Mendapatkan Klik ke Masuk dalam Jawaban

Perubahan ini terjadi bersamaan dengan menurunnya ketergantungan konsumen terhadap klik dari hasil pencarian tradisional. Analisis SparkToro menggunakan data Similarweb menunjukkan bahwa 68,01% pencarian Google di Amerika Serikat berakhir tanpa klik ke situs eksternal pada periode Januari hingga April 2026.

Kemunculan AI-generated answers memperkuat perubahan tersebut. Ketika informasi yang dibutuhkan sudah dirangkum langsung di dalam halaman pencarian atau diberikan melalui chatbot, pengguna tidak selalu memiliki alasan untuk mengunjungi setiap sumber yang digunakan sistem.

Bagi brand, kondisi ini menciptakan bentuk persoalan baru. Visibilitas tidak lagi hanya ditentukan oleh apakah sebuah halaman berhasil mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian, tetapi juga oleh apakah brand tersebut muncul ketika konsumen meminta jawaban atau rekomendasi dari AI.

“Dulu kita bisa melihat visibility dengan cukup sederhana. Brand muncul di Google, orang klik, lalu kita bisa mengukur traffic-nya. Di AI, prosesnya berbeda. Konsumen bisa mendapatkan jawaban tanpa pernah mengunjungi situs kita,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menurut Alexandro, perubahan ini tidak berarti SEO menjadi tidak relevan. Situs dan fondasi pencarian tetap dibutuhkan, tetapi brand perlu memahami bahwa ada lapisan baru dalam perjalanan discovery yang tidak bisa diukur hanya dari ranking dan trafik organik.

“Sekarang pertanyaannya bukan hanya apakah brand kita bisa ditemukan, tetapi apakah ketika seseorang bertanya kepada AI, brand kita menjadi bagian dari jawabannya,” tambahnya.

Brand Perlu Memahami Apa yang AI Ketahui tentang Mereka

Pergeseran tersebut kemudian melahirkan kebutuhan baru bagi tim marketing. Mereka perlu mengetahui bukan hanya bagaimana brand tampil di search engine, tetapi juga bagaimana brand direpresentasikan dan direkomendasikan oleh berbagai sistem AI.

Avonetiq menjawab kebutuhan tersebut melalui AVO AI, sebuah platform yang membantu bisnis mengukur dan meningkatkan cara brand mereka ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh berbagai platform AI.

Melalui AVO AI, bisnis dapat mengukur Visibility Score brand di berbagai platform seperti ChatGPT, Perplexity, Google AI Overviews, Claude, Gemini, dan DeepSeek. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan pertanyaan atau prompt yang relevan dengan kategori dan perjalanan konsumen, sehingga bisnis dapat melihat apakah brand mereka muncul ketika calon pelanggan mencari informasi atau rekomendasi menggunakan AI.

AVO AI juga membantu bisnis memahami mengapa sebuah brand muncul atau tidak muncul dalam jawaban AI. Bisnis dapat menentukan fokus atau topik yang ingin diasosiasikan dengan brand, menyusun Prompt Book berdasarkan pertanyaan yang mungkin diajukan konsumen, lalu memantau bagaimana brand dan kompetitornya muncul dalam berbagai jawaban AI.

Dari hasil tersebut, AVO AI dapat menunjukkan area yang masih perlu diperkuat, mulai dari visibilitas brand hingga aspek otoritas dan informasi yang mendukung bagaimana brand dipahami oleh AI. Dengan begitu, tim marketing tidak hanya mengetahui bahwa brand mereka belum muncul, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai apa yang perlu dioptimalkan.

“Yang perlu dilihat bukan hanya berapa kali nama brand muncul. Kita perlu memahami apakah AI mengenali brand sesuai dengan positioning yang ingin dibangun, dalam pertanyaan yang relevan dengan perjalanan konsumen,” jelas Alexandro.

Dengan pendekatan tersebut, AVO AI membantu bisnis melihat perubahan discovery digital dari sisi yang sebelumnya sulit diukur: bukan hanya apakah konsumen bisa menemukan brand melalui search engine, tetapi apakah brand tersebut menjadi bagian dari jawaban ketika konsumen bertanya kepada AI.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya

    Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 September 2026 – Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah sempat menembus US$82.000 pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Per sekitar pukul […]

  • Memasuki Gelaran Ke-4, Superstar Affiliate Revolution 2026 Kumpulkan 700 Kreator Bersama VRITIMES

    Memasuki Gelaran Ke-4, Superstar Affiliate Revolution 2026 Kumpulkan 700 Kreator Bersama VRITIMES

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Surabaya, 6 September 2026 — Pesatnya pertumbuhan industri affiliate marketing di Indonesia kembali ditegaskan lewat suksesnya penyelenggaraan ajang brand matchmaking Superstar Affiliate Revolution (SAR) 2026 yang berlangsung pada 5–6 September 2026 di Surabaya. Ajang yang diinisiasi oleh CV Digimaru dan Superstar Agency ini berhasil mendatangkan 700 content creator dan affiliate partner selama dua hari pelaksanaan. […]

  • Kualitas Tanpa Tawar, Waringin Megah Kian Kompetitif di Pasar

    Kualitas Tanpa Tawar, Waringin Megah Kian Kompetitif di Pasar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Waringin Megah General Contractor menegaskan kekuatan daya saingnya melalui satu hal yang konsisten dijaga sejak awal: standar kualitas yang tidak dapat dikompromikan. Di tengah persaingan industri konstruksi yang semakin ketat, Waringin Megah General Contractor menegaskan kekuatan daya saingnya melalui satu hal yang konsisten dijaga sejak awal: standar kualitas yang tidak dapat dikompromikan. Rekam jejak ribuan […]

  • HOTELMURAH.COM BANTU 8.000 MASJID DAN MUSHOLA LEWAT PROGRAM TERANG BERSAMA

    HOTELMURAH.COM BANTU 8.000 MASJID DAN MUSHOLA LEWAT PROGRAM TERANG BERSAMA

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sejak tahun 2025 lalu, Hotelmurah.com menghadirkan program tanggung jawab sosial bertajuk Terang Bersama yang berfokus pada pembiayaan listrik untuk masjid dan mushola di seluruh Indonesia. Program ini mencakup bantuan listrik prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan bulanan) guna mendukung keberlangsungan aktivitas ibadah dan sosial Masyarakat. “Melalui Terang Bersama, kami ingin memastikan rumah ibadah tetap memiliki akses […]

  • Bitcoin Tembus .000 di Tengah Ketegangan Global,  Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees

    Bitcoin Tembus $81.000 di Tengah Ketegangan Global, Bittime Permudah Transaksi IDR Swap ke Bitcoin dengan Zero Fees

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Mei 2026 –  Harga Bitcoin baru-baru ini mencatatkan sejarah baru dengan menembus level $81.000 pada hari ini 6 Mei 2026, sebuah pencapaian yang memicu optimisme besar di kalangan pelaku pasar global. Bersamaan dengan ini Bittime hadirkan fitur IDR Swap zero fees yang memungkinkan investor menukarkan Rupiah secara langsung ke dalam bentuk aset kripto. Sebelumnya, […]

  • Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    Telkom AI Center Padang Tegaskan AI sebagai Mitra Transformasi Fesyen dan Kriya Tanpa Menghilangkan Nilai Karya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, pertanyaan tentang nilai karya khususnya di sektor fesyen, kriya, dan aneka menjadi semakin relevan. Apakah teknologi akan menggerus makna karya, atau justru membuka ruang transformasi baru? Isu inilah yang diangkat dalam AI Connect Offline Series: Fesyen, Kriya, dan Aneka di Era AI: Nilai yang Terancam atau Bertransformasi? yang diselenggarakan […]

expand_less