Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia

Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Tokenisasi aset mulai mengubah cara investor mengakses pasar keuangan global. Salah satu segmen yang tumbuh paling cepat adalah tokenized stocks, aset digital yang merepresentasikan eksposur terhadap saham maupun produk pasar modal seperti exchange-traded fund (ETF).

Laporan terbaru Binance Research bertajuk Rewriting the On-Chain Economy mencatat kapitalisasi pasar tokenized stocks telah menembus US$3 miliar pada September 2026, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sekitar US$700 juta pada awal tahun.

Pertumbuhan tersebut menjadikan tokenized stocks sebagai kategori Real World Asset (RWA) dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2026. Pada periode yang sama, total pasar RWA on-chain telah mencapai sekitar US$38 miliar atau tumbuh 50 persen sejak awal tahun.

Aktivitasnya juga tidak lagi sebatas menyimpan aset. Binance Research mencatat nilai transfer tokenized stocks secara on-chain telah melampaui US$100 miliar pada kuartal III 2026, naik lebih dari 16 kali lipat dibandingkan US$6 miliar pada kuartal I.

Data tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor. Tokenized stocks mulai digunakan dalam aktivitas perdagangan dan bahkan masuk ke ekosistem decentralized finance (DeFi), antara lain sebagai aset yang dapat digunakan sebagai agunan maupun dalam liquidity pool. Rasio nilai tokenized stocks yang digunakan dalam DeFi juga meningkat dari 1,8 persen menjadi 6,3 persen sepanjang 2026.

Tren Global Mulai Masuk Indonesia

Perkembangan tersebut mulai terlihat di pasar Indonesia. Sejumlah platform aset digital lokal, termasuk FLOQ telah menghadirkan produk yang memberikan eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat melalui aset berbasis blockchain.

FLOQ mencatat pada kuartal II 2026 jumlah trader aktif pada kategori US Stocks Tokenized Assets meningkat 18 persen secara kuartalan, sementara jumlah transaksi tumbuh 17 persen dan volume perdagangan naik 11 persen. Pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya minat terhadap produk berbasis indeks atau ETF.

FLOQ juga menyediakan token yang memberikan eksposur terhadap ETF Amerika Serikat, termasuk produk yang mengikuti indeks seperti S&P 500 dan Nasdaq. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui infrastruktur aset digital tanpa harus membeli saham satu per satu.

Langkah serupa dilakukan sejumlah pemain domestik lainnya yang menghadirkan tokenized stocks yang merepresentasikan saham perusahaan global seperti Tesla, Alphabet, NVIDIA, Circle, Apple, Amazon, dan Coinbase.

Dengan demikian, perkembangan tokenized stocks di Indonesia tidak hanya terlihat dari bertambahnya pilihan produk, tetapi juga dari meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset global melalui platform digital.

Eksposur Saham Global Jadi Jembatan Menuju Tokenisasi

CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai pertumbuhan tokenized stocks menunjukkan bahwa batas antara pasar aset digital dan pasar keuangan tradisional semakin tipis.

“Tokenisasi saham menunjukkan bahwa blockchain mulai bergerak dari sekadar infrastruktur untuk aset kripto menjadi bagian dari infrastruktur pasar keuangan yang lebih luas. Investor tidak lagi hanya melihat blockchain sebagai tempat memperdagangkan aset digital native, tetapi juga sebagai teknologi untuk memperoleh eksposur terhadap aset dunia nyata seperti saham dan ETF,” ujar Yudhono.

Menurut Yudhono, perkembangan tersebut relevan bagi Indonesia karena minat investor domestik terhadap aset global terus berkembang. Kehadiran produk berbasis saham AS dan ETF di platform digital juga menunjukkan adanya permintaan terhadap instrumen yang memungkinkan diversifikasi portofolio dengan akses yang lebih sederhana.

“Bagi Indonesia, peluangnya bukan hanya menghadirkan lebih banyak aset global. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang membuat akses tersebut dilakukan secara transparan, memiliki underlying yang jelas, memahami perbedaan antara kepemilikan saham dan eksposur ekonomi, serta tetap mengikuti kerangka regulasi yang berlaku,” katanya.

Regulasi Menjadi Faktor Penting

Perkembangan tokenized stocks global juga mulai mendapatkan perhatian regulator. Di Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC) pada September 2026 memberikan temporary, conditional exemptive relief bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham NMS yang ditokenisasi melalui mekanisme on-chain.

SEC menegaskan bahwa tokenized stocks yang masuk dalam skema tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memberikan hak dan keistimewaan yang sama seperti sekuritas tradisional yang mendasarinya.

Perkembangan di AS tersebut menunjukkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju pembahasan mengenai infrastruktur pasar keuangan.

Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah mengembangkan kerangka untuk tokenisasi Real World Asset. Hingga September 2026, OJK mencatat sejumlah model bisnis tokenisasi telah menyelesaikan proses regulatory sandbox, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga dengan skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), dan tokenisasi manfaat kepemilikan properti.

OJK juga mencatat ekosistem aset keuangan digital domestik terus berkembang. Pada Agustus 2026 terdapat 23,21 juta akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital, seperti BItcoin dan lainnya naik 1,23 persen secara bulanan. Nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun, meningkat 12,87 persen dibandingkan Juli.

Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi bagi Indonesia untuk ikut mengambil bagian dalam ekonomi on-chain yang semakin luas.

“Indonesia memiliki basis pengguna aset digital yang besar dan pasar investor yang semakin terbuka terhadap aset global. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diikuti dengan inovasi produk, edukasi, infrastruktur, dan regulasi yang berjalan beriringan. Tokenisasi dapat menjadi salah satu jembatan antara pasar modal tradisional dan ekosistem digital,” kata Yudhono.

Bukan Sekadar Memindahkan Saham ke Blockchain

Yudho menambahkan, pertumbuhan tokenized stocks sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai proses “memindahkan saham ke blockchain”. Nilai utama tokenisasi justru terletak pada kemungkinan membangun infrastruktur pasar yang lebih fleksibel.

“Hal menarik dari tokenisasi bukan hanya bentuk tokennya, tetapi apa yang bisa dilakukan setelah aset berada di jaringan blockchain. Ada peluang untuk menghadirkan perdagangan 24/7, settlement yang lebih efisien, interoperabilitas dengan aplikasi keuangan digital, hingga penggunaan aset sebagai bagian dari ekosistem finansial on-chain,” ujarnya.

Tren tersebut mulai terlihat secara global. Binance Research mencatat rasio perdagangan tokenized stocks di decentralized exchange (DEX) yang sebelumnya hampir nol sepanjang 2025 dan paruh pertama 2026 meningkat menjadi rata-rata 11 persen pada September 2026. Angka tersebut mulai mendekati rasio memecoin yang berada di sekitar 17 persen.

Bagi industri aset digital Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru. Jika tahap awal tokenisasi di dalam negeri banyak berfokus pada emas, surat berharga, properti, dan aset lainnya, meningkatnya permintaan terhadap saham serta ETF global dapat menjadi tahap berikutnya dalam perkembangan RWA.

Dengan semakin banyaknya investor Indonesia yang mencari diversifikasi ke aset global, tokenized stocks berpotensi menjadi salah satu titik temu antara pasar modal, aset digital, dan teknologi blockchain.

Namun, pemahaman terhadap produk tetap menjadi faktor penting. Tokenized stock tidak selalu berarti kepemilikan langsung atas saham yang tercatat di bursa. Struktur produk, penerbit, underlying asset, hak investor, kustodian, mekanisme penebusan, serta aspek regulasi dapat berbeda pada masing-masing produk.

Karena itu, pertumbuhan tokenized stocks perlu diikuti dengan transparansi dan edukasi agar inovasi akses aset global tetap berkembang sejalan dengan prinsip perlindungan investor.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi teknologi, serta memperluas akses layanan keuangan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Raya mendapatkan penghargaan dalam ajang Digital Day 2026: Digital Sovereignty – Leaders Must Act Now to Secure The Future. Pada acara yang diselenggarakan di […]

  • Biliar Jadi Tren Baru di Manado: Antara Olahraga, Gaya Hidup, dan Komunitas

    Biliar Jadi Tren Baru di Manado: Antara Olahraga, Gaya Hidup, dan Komunitas

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Dunia olahraga di Kota Manado kini sedang mengalami perubahan arah tren. Jika dulu futsal dan basket mendominasi ruang-ruang komunitas muda, kini olahraga biliar mulai mengambil tempat istimewa di hati masyarakat, terutama generasi muda. Biliar tidak lagi sekadar dianggap sebagai kegiatan rekreasi malam hari, tetapi telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup urban yang […]

  • Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik

    Presiden Direktur Bittime: Bittime Exclusive VIP Experience, Layanan Premium bagi Investor di Tengah Volatilitas Geopolitik

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Maret 2026 – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik regional, serta dinamika ekonomi yang semakin tidak menentu, investor diharap dapat memperkuat strategi pengelolaan portofolio mereka. Bertepatan dengan ini, Bittime menghadirkan Bittime Exclusive VIP Experience, layanan premium yang dirancang bagi investor dengan jumlah investasi yang lebih tinggi, sekaligus mendukung strategi diversifikasi aset digital di […]

  • Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Februari 2026 – Pergerakan harga aset Ethereum ($ETH) saat ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi ekosistem aset kripto secara global, termasuk dampaknya bagi investor Indonesia. Sejalan dengan ini Bittime kembali  tekankan literasi investasi aset kripto dan pengenalan profil risiko sebelum berinvestasi Sebelumnya, dinamika pergerakan harga $ETH yang terjadi belakangan ini dipicu oleh […]

  • Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak Lead Masuk, Tapi Follow Up Justru Terlewat Pernah merasa sudah mengeluarkan banyak biaya untuk iklan, tapi closing tidak sebanding dengan jumlah […]

  • Memahami Siklus Ekonomi Global dan Dampaknya bagi Investor: Dari Ekspansi ke Resesi

    Memahami Siklus Ekonomi Global dan Dampaknya bagi Investor: Dari Ekspansi ke Resesi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ekonomi global tidak pernah bergerak secara linear, melainkan dalam sebuah pola berulang yang dikenal sebagai siklus ekonomi. Bagi para investor dan pelaku pasar, memahami setiap fase dalam siklus ini bukan sekadar pengetahuan teoritis, melainkan kebutuhan strategis untuk melindungi portofolio dan memaksimalkan peluang keuntungan di tengah perubahan kondisi pasar. Siklus ekonomi secara umum terdiri dari empat […]

expand_less