Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Tangerang, 9 Oktober 2026 – PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) mendorong penguatan perlindungan risiko di sektor kesehatan melalui partisipasinya dalam Industrial Symposium bertajuk “One BRI Solution for Empowering Healthcare Ecosystem with Strategic Protection, Workforce Resilience and Financial Leaps” yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (9/10).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui solusi perlindungan yang menyeluruh, termasuk perlindungan terhadap risiko malpraktik bagi tenaga medis. Inisiatif ini sejalan dengan upaya BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan berbagai sektor industri.

Group Head Retail Transaction Group BRI, Erin Young, menyampaikan bahwa transformasi perbankan saat ini mendorong BRI untuk menghadirkan layanan yang melampaui kebutuhan transaksi perbankan, termasuk melalui solusi yang mendukung ekosistem industri.

“Perbankan saat ini terus bertransformasi. Layanan yang dihadirkan tidak lagi terbatas pada transaksi, tetapi juga bagaimana BRI dapat memberikan solusi yang menyeluruh bagi berbagai ekosistem. Dalam ekosistem rumah sakit, misalnya, terdapat banyak pihak yang terlibat, tidak hanya dokter dan pasien, tetapi juga tenaga kerja serta berbagai unsur pendukung lainnya. Melalui tema hari ini, BRI Insurance hadir dengan solusi perlindungan untuk membantu mengelola risiko, termasuk risiko malpraktik,” ujar Erin.

Sementara itu, dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT., M.Kes., menyoroti pentingnya perlindungan bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesi di tengah tanggung jawab pelayanan kesehatan. Menurutnya, tenaga medis juga perlu mempertimbangkan aspek pengelolaan keuangan, mengingat profesi dokter membutuhkan investasi pendidikan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Seorang dokter yang bekerja di klinik dengan penghasilan terbatas tetap harus memikirkan berbagai kebutuhan, termasuk biaya untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk dapat mengelola risiko dan keuangan dengan baik. Saya berharap BRI dapat menghadirkan program perlindungan sekaligus memberikan edukasi agar kami semakin memahami risiko profesi dan cara mengelolanya,” ungkap dr. Koesmedi.

Menjawab kebutuhan tersebut, BRI Insurance menghadirkan Medical Malpractice Insurance dengan tiga nilai utama, yaitu perlindungan asuransi, pendampingan medikolegal dan penanganan kasus, serta program edukasi pengelolaan risiko profesi. Ketiga nilai tersebut dirancang untuk memberikan solusi perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mendukung pengelolaan risiko profesi tenaga medis secara lebih komprehensif.

Dari sisi perlindungan finansial, Medical Malpractice Insurance memberikan jaminan atas tanggung jawab ganti rugi yang timbul akibat tuntutan pasien atau keluarganya terkait dugaan kelalaian atau kesalahan medis dalam pelaksanaan tugas profesional. Perlindungan ini juga dapat mencakup biaya pembelaan hukum dan penyelesaian tuntutan sepanjang memenuhi syarat, ketentuan, serta batasan pertanggungan yang tercantum dalam polis.

Selain perlindungan finansial, BRI Insurance menghadirkan nilai tambah melalui penanganan kasus untuk mendukung tenaga medis dalam menghadapi potensi tuntutan pasien. Dukungan tersebut mencakup pendampingan dalam proses penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tenaga medis dapat menghadapi risiko hukum profesi melalui proses yang lebih terarah dan terukur.

Nilai tambah lainnya diwujudkan melalui program edukasi pengelolaan risiko profesi yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga medis terhadap potensi risiko dalam praktik pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan edukatif dan preventif, BRI Insurance berupaya mendorong penguatan budaya mitigasi risiko, profesionalisme, serta praktik pelayanan medis yang bertanggung jawab.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa perlindungan bagi tenaga medis merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, tenaga medis tidak hanya membutuhkan dukungan dalam menjalankan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlindungan terhadap risiko yang melekat pada profesinya.

“BRI Insurance memahami bahwa tenaga medis memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Medical Malpractice Insurance, kami ingin menghadirkan solusi perlindungan yang tidak hanya membantu memitigasi risiko finansial, tetapi juga memberikan dukungan melalui pendampingan medikolegal dan edukasi pengelolaan risiko profesi. Kami berharap solusi ini dapat memberikan nilai tambah bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesinya, sehingga mereka dapat menjalankan praktik secara lebih siap dan berfokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Budi Legowo.

Melalui Medical Malpractice Insurance, BRI Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri, termasuk sektor kesehatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pengelolaan risiko profesi, mendukung ketahanan tenaga medis, serta memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Memilih Jenis Tanda Tangan Elektronik untuk Kontrak Bernilai Besar

    Cara Memilih Jenis Tanda Tangan Elektronik untuk Kontrak Bernilai Besar

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Memilih jenis tanda tangan elektronik perlu disesuaikan dengan nilai dan risiko kontrak yang ditandatangani. Untuk kontrak bernilai besar, gunakan tanda tangan yang terikat pada Sertifikat Elektronik dari penyelenggara resmi. Banyak perusahaan meneken kontrak bernilai besar tanpa tahu tanda tangannya tergolong jenis apa. Memilih jenis tanda tangan elektronik kerap dianggap urusan teknis tim IT semata. Padahal […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Maret 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) memastikan seluruh layanan operasional perusahaan tetap berjalan optimal selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026. Kesiapan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta menjaga kelancaran arus distribusi barang nasional di tengah meningkatnya pergerakan selama periode Hari Raya Idul Fitri. Sejalan […]

  • PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

    PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI Raih APQA 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 03 Juli 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) bernama PF-Lestari. Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon […]

  • Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis ekologis yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kerusakan hutan, krisis air, tekanan pangan, dan ekspansi energi berbasis ekstraktif membentuk satu sistem krisis yang saling memperkuat dan berulang. IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia […]

  • Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    Dari Packaging Mewah hingga Undangan Digital, PEPA Hadirkan Solusi Event & Bisnis yang “Seamless”

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 88
    • 0Komentar

    PEPA, Solusi Cerdas “Fisik & Digital” dalam Satu Pintu Warna Makmur Persada (PEPA) adalah mitra terbaik untuk meningkatkan level acara dan bisnis Anda melalui dua pilar utama: Produk Fisik Premium: Cetak Undangan, Paperbag, dan Packaging dengan kualitas material berkelas untuk kesan pertama yang mewah. Teknologi Digital Modern: Sistem Undangan Digital, RSVP WhatsApp Official, dan Digital […]

  • Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

    Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Mei 2026 — Sebagai wujud pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional dan berbagai instansi terkait. Pada pelaksanaan kurban kali ini, PT JMTM mengalokasikan total dana sebesar Rp480.100.000 untuk pengadaan hewan kurban. Penyaluran hewan kurban […]

expand_less