Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

IHSG Anjlok 40%, Bagaimana Posisi Bitcoin di Tengah Gejolak Pasar?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar

Jakarta, 19 Oktober 2026 – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 mendorong pelaku pasar untuk kembali mencermati risiko dan diversifikasi portofolio investasi.

Di tengah tekanan pasar saham domestik dan pergerakan nilai tukar rupiah, aset alternatif seperti Bitcoin turut menjadi perhatian, meski memiliki karakteristik risiko dan dinamika harga yang berbeda dari saham.

Berdasarkan data BEI pada Senin (19/10/2026), IHSG telah terkoreksi sekitar 40% sepanjang tahun berjalan, menjadikan pasar saham Indonesia salah satu yang berkinerja terburuk secara global.

Tekanan tersebut mengikuti kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), ketika IHSG merosot 11,4% setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran terkait aksesibilitas dan transparansi pasar Indonesia serta membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Potensi perubahan status tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai arus keluar modal asing.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar saham domestik tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, tetapi juga oleh persepsi investor global, likuiditas, transparansi pasar, dan risiko makroekonomi.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor. Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp18.025 per dolar AS pada Senin (19/10/2026). Pergerakan mata uang ini menjadi bagian dari konteks ekonomi yang dapat memengaruhi keputusan investasi, terutama pada aset yang diperdagangkan secara global.

Bitcoin dan Dinamika Aset Alternatif

Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menjadi salah satu aset yang dapat dicermati investor ketika mengevaluasi pilihan di luar instrumen investasi konvensional. Namun, kehadiran aset kripto dalam portofolio tidak serta-merta menghilangkan risiko, sebab harganya juga dapat bergerak tajam akibat perubahan likuiditas global, sentimen pasar, arus modal, dan perkembangan regulasi.

Data historis pasangan BTC/IDR menunjukkan bahwa harga Bitcoin dalam rupiah mengalami pergerakan yang signifikan sepanjang 2026.

Berdasarkan data historis FLOQ, harga BTC/IDR sempat berada di kisaran Rp1,02 miliar dalam rentang 52 minggu dan mencapai kisaran Rp1,93 miliar pada titik tertingginya dalam periode tersebut. Pada 19 Oktober 2026, data yang sama mencatat harga Bitcoin sekitar Rp1,48 miliar.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa Bitcoin memiliki dinamika harga tersendiri. Meski kerap dibahas sebagai alternatif investasi, kinerja historisnya tidak menjamin keuntungan di masa mendatang. Harga dalam rupiah juga dipengaruhi oleh perubahan harga Bitcoin di pasar global dan pergerakan nilai tukar.

Karena itu, grafik historis BTC/IDR, termasuk titik tertinggi sepanjang masa (all-time high atau ATH), dapat menjadi referensi untuk memahami siklus harga dan volatilitas. 

Halving Berikutnya dan Prospek Pasar Kripto

Selain pergerakan harga, investor juga mencermati faktor fundamental jaringan Bitcoin, termasuk peristiwa halving. Mekanisme ini mengurangi separuh imbalan Bitcoin bagi penambang setiap 210.000 blok, atau kurang lebih setiap empat tahun. Halving terakhir berlangsung pada April 2024, sedangkan halving berikutnya diperkirakan terjadi pada 2028.

Menjelang periode tersebut, pelaku pasar dapat memperhatikan dinamika suplai Bitcoin baru, permintaan investor, likuiditas, serta perkembangan adopsi aset digital. Meski demikian, halving bukan indikator yang dapat berdiri sendiri untuk memprediksi harga. Dampaknya terhadap pasar bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan seberapa jauh ekspektasi pasar telah tercermin dalam harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa periode sebelum halving berikutnya masih menyisakan ruang bagi perubahan sentimen dan dinamika harga Bitcoin.

“Kalau melihat siklus Bitcoin, halving berikutnya diperkirakan masih sekitar 600 hari lagi dari posisi kita sekarang. Artinya, pasar masih punya waktu untuk merespons berbagai perkembangan, baik dari sisi permintaan, likuiditas, adopsi, maupun kondisi makroekonomi. Namun, kita juga tidak bisa berasumsi bahwa harga belum sepenuhnya memperhitungkan halving atau bahwa kenaikan besar pasti terjadi pada 2027,” kata Yudho.

Menurutnya, perkembangan industri aset digital juga perlu dilihat dari sisi regulasi dan kualitas partisipasi pasar. Kerangka pengawasan yang semakin matang dapat membantu membangun kepastian bagi pelaku industri dan konsumen, tetapi tidak menghilangkan risiko fluktuasi harga maupun risiko yang melekat pada setiap produk investasi.

“Hal menarik untuk dicermati menjelang 2027 bukan hanya halving, melainkan bagaimana perkembangan regulasi, akses investor, infrastruktur perdagangan, dan permintaan riil bergerak bersama. Bitcoin memiliki karakteristik suplai yang berbeda dari aset keuangan konvensional, tetapi arah harganya tetap dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, ruang pertumbuhan perlu dilihat sebagai kemungkinan, bukan kepastian,” tambahnya.

Diversifikasi Bukan Berarti Bebas Risiko

Dalam situasi pasar yang bergejolak, diversifikasi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengelola eksposur investasi. Namun, diversifikasi tidak selalu berarti menambah sebanyak mungkin jenis aset. Investor perlu memahami hubungan pergerakan antaraset, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, serta toleransi terhadap potensi kerugian.

Saham dan Bitcoin memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi keduanya dapat mengalami tekanan secara bersamaan ketika investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Oleh karena itu, keputusan untuk mengalokasikan dana ke aset kripto perlu mempertimbangkan volatilitas yang tinggi, kemungkinan penurunan harga yang tajam, keamanan penyimpanan aset, dan kondisi keuangan masing-masing investor.

Perkembangan pasar saham Indonesia dan aset kripto pada akhirnya memperlihatkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data, bukan semata-mata mengikuti perubahan sentimen. Dengan memantau indikator makroekonomi, perkembangan regulasi, likuiditas, serta fundamental masing-masing aset, investor dapat mengevaluasi pilihan portofolionya secara lebih terukur.

Yudho memandang edukasi dan pemahaman risiko sebagai bagian penting dari perkembangan industri aset digital. Dalam kondisi pasar yang dinamis, informasi mengenai mekanisme pasar, karakteristik aset, dan kerangka regulasi dapat membantu masyarakat memahami peluang sekaligus keterbatasan setiap instrumen investasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

    Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Memulai investasi di usia 20-an bisa menjadi salah satu cara untuk mulai mengenal pengelolaan keuangan jangka panjang. Namun, investasi sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mengikuti tren. Sebelum menempatkan dana, penting untuk memahami tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan risiko dari instrumen yang dipilih. Usia 20-an juga biasanya menjadi periode ketika seseorang mulai memiliki penghasilan sendiri […]

  • Hisense Menampilkan Solusi Smart Home Berbasis Full-Scenario di ASEAN Partner Conference 2026

    Hisense Menampilkan Solusi Smart Home Berbasis Full-Scenario di ASEAN Partner Conference 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Hisense memperkenalkan solusi smart home berbasis full-scenario pada ASEAN Partner Conference 2026. Dengan mempertimbangkan tantangan sehari-hari, karakteristik iklim, serta kebiasaan hidup keluarga di Asia Tenggara, Hisense menghadirkan tiga produk flagship yang inovatif: kulkas PureView Series RQ600, mesin cuci X-zone Master, dan AC Smart Air U8. Dengan mengubah teknologi mutakhir menjadi fungsi sehari-hari, Hisense menghadirkan pengalaman […]

  • Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

    Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – Transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada […]

  • Strategi Pendanaan Adaptif,  BRI Finance Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026

    Strategi Pendanaan Adaptif, BRI Finance Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 Mei 2026 – Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi yang masih membayangi industri jasa keuangan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi industri multifinance yang saat ini masih mengandalkan pendanaan dari sektor […]

  • Cara Memulai Trading Gold untuk Pemula dengan Modal yang Terukur

    Cara Memulai Trading Gold untuk Pemula dengan Modal yang Terukur

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Perdagangan emas secara daring atau online gold trading telah berkembang menjadi salah satu instrumen finansial yang paling menarik perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Emas disukai karena likuiditasnya yang luar biasa tinggi dan kemampuannya untuk bergerak aktif setiap hari, membuka peluang keuntungan yang konsisten bagi mereka yang tahu cara memanfaatkannya. Namun, bagi seorang pemula yang […]

  • Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

    Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta (07/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi korporasi yang transparan, kredibel, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pemangku kepentingan. Dalam ajang 7th Indonesia Public Relations Summit 2026 dengan tema “Komunikasi Empati: Narasi dan Strategi” yang digelar di Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis (06/08), Jasa Marga […]

expand_less