Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program yang dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PT PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Progres pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari BenihBaik.com, platform kolaborasi kemanusiaan. Founder BenihBaik.com, Andi F. Noya, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dan PTPN IV sebagai model penanganan pascabencana yang melampaui pola bantuan konvensional.

“Yang dibangun di sini bukan sekadar tempat berteduh sementara, tetapi fondasi kehidupan yang bermartabat. Ini bisa menjadi standar baru penanganan terpadu pascabencana,” ujar Andi saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Batangtoru, awal pekan lalu.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung pembangunan huntap di kawasan Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan PTPN IV untuk relokasi warga.

Sebagai bentuk komitmen korporasi di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyediakan total sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara. Salah satunya berada di Afdeling II Kebun Hapesong seluas lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Kawasan hunian ini dirancang sebagai lingkungan terpadu dengan fasilitas pendukung, seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara itu, di Afdeling I Kebun Hapesong, PTPN IV juga menyiapkan lahan lima hektare sebagai zona huntara untuk menampung warga selama masa transisi.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi warga dari lokasi rawan bencana. “Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Target kontrak pembangunan huntap dijadwalkan selesai pada April 2026, meskipun Pemkab Tapsel terus mendorong agar penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa komitmen perusahaan, sejalan dengan arahan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tidak berhenti pada penyediaan lahan dan rumah semata. Pemulihan sosial dan ekonomi warga menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi.

“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” kata Jatmiko.

Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

    GAILBOOK HADIRKAN INSTALASI SENI FUGUKU × PURANA DI TANGLIN MALL MENJELANG ORCHARD ROAD FASHION WEEK

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Diwujudkan melalui upaya Gailbook, instalasi di Singapura yang diluncurkan pada 14 Juli menghadirkan kriya Indonesia, inovasi material, dan narasi tekstil kontemporer menjelang presentasi runway Purana pada 15 Agustus dan Fuguku pada 16 Agustus. ” /> Detail instalasi: karakter fugu yang bersifat skulptural dan aksesori Fuguku ditata bersama struktur modular bermotif Purana di LOOQAL, Tanglin Mall. […]

  • Program Padat Karya Kementerian PU Hadirkan Harapan dan Penghidupan bagi Lebih dari 44 Ribu Warga Terdampak Bencana Sumatera

    Program Padat Karya Kementerian PU Hadirkan Harapan dan Penghidupan bagi Lebih dari 44 Ribu Warga Terdampak Bencana Sumatera

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 88
    • 0Komentar

    ACEH TAMIANG, 20 Januari 2026 – Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera masih terus berlangsung. Selain mengerahkan sejumlah besar alat berat, penanganan itu kini dilakukan dengan mengimplementasikan Program Padat Karya Tunai (PKT). Implementasi PKT yang dilakukan oleh Kementerian PU ini tidak hanya fokus pada upaya pembersihan dan […]

  • S Line: Drama Korea yang Bikin Geger karena Garis Merah “Hubungan Rahasia”

    S Line: Drama Korea yang Bikin Geger karena Garis Merah “Hubungan Rahasia”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Bayangkan kalau setiap orang yang pernah tidur bareng (secara harfiah) akan terhubung oleh garis merah yang muncul di atas kepala mereka. Gak bisa bohong, gak bisa ngumpet, semua jadi kelihatan jelas. Itulah dunia yang ditawarkan drama Korea terbaru berjudul S Line, yang tayang di Wavve mulai 11 Juli 2025. Drama ini langsung jadi viral dan […]

  • Sinergi BUMN dan Pemprov: KAI Divre I Sumut Siapkan 1.380 Kursi Gratis untuk Mudik Lebaran 2026

    Sinergi BUMN dan Pemprov: KAI Divre I Sumut Siapkan 1.380 Kursi Gratis untuk Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KAI Divre I Sumatera Utara bersama Pemprov Sumut menyiapkan 1.380 kursi mudik gratis Lebaran 2026 untuk rute Medan–Rantauprapat dan Medan–Tanjungbalai (PP). Masyarakat dapat mendaftar langsung di Dishub Sumut dan diimbau memastikan data diri sesuai serta menghindari percaloan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program Mudik Gratis yang […]

  • Gandeng Basarnas, SUCOFINDO Perkuat Kompetensi Tanggap Darurat Inspektor di Lingkungan Kelautan dan Perairan

    Gandeng Basarnas, SUCOFINDO Perkuat Kompetensi Tanggap Darurat Inspektor di Lingkungan Kelautan dan Perairan

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Denpasar, (22/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menyelenggarakan pelatihan Medical First Responder (MFR) bagi para inspektor perusahaan. Kegiatan yang difasilitasi oleh IDSurvey Institute ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan tanggap darurat pegawai, khususnya dalam menghadapi situasi kedaruratan di lingkungan kerja kelautan dan perairan, yang […]

  • Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

    Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia. Langkah ini mendesak dilakukan agar potensi hilirisasi mineral nasional tidak terhenti pada produk setengah jadi, melainkan mampu menembus industri manufaktur strategis bernilai tambah tinggi. Padahal, Indonesia memiliki keunggulan […]

expand_less