Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik XAU/USD Bertahan di Atas $5.000

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dengan kecenderungan positif, meskipun tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Logam mulia emas (XAU/USD) tercatat mengalami pembalikan arah ke zona negatif pada sesi perdagangan Selasa, seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya berada di bawah ekspektasi. Data tersebut mendorong investor untuk mengurangi posisi jual terhadap dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga emas. Namun demikian, koreksi yang terjadi terbilang terbatas, karena harga emas masih mampu bertahan di atas level psikologis utama $5.000 per troy ounce, dengan posisi terakhir berada di sekitar $5.022 atau turun sekitar 0,72 persen.

Berdasarkan kajian teknikal yang disampaikan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD justru tetap terjaga dan cenderung menguat. Hal ini mencerminkan bahwa minat beli investor terhadap emas masih cukup solid, terutama setelah terjadinya koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Andy menilai bahwa tekanan turun yang muncul lebih bersifat sebagai fase konsolidasi atau koreksi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sinyal perubahan arah tren secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Andy Nugraha menjelaskan bahwa selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang terjadinya penguatan lanjutan masih sangat terbuka. Jika dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan didukung oleh sentimen global yang kondusif, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance berikutnya di sekitar level 5.232. Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Apabila harga emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali berada di bawah tekanan jual, maka penurunan berpotensi mengarah ke area support terdekat di kisaran 4.841, yang menjadi batas penting untuk menjaga kesinambungan tren naik.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, harga emas tercatat melemah mendekati level $5.045, seiring pelaku pasar mencoba mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak relatif datar di area 96,78 turut menjadi faktor yang menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek, mengingat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga logam mulia.

Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor cenderung tetap mempertahankan eksposur terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta dinamika diplomatik di kawasan Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang berpotensi membatasi ruang penurunan harga emas lebih dalam.

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan dan inflasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sekitar 70.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,4 persen. Di sisi lain, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada akhir pekan ini juga akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter tetap mendukung, harga emas berpeluang kembali melanjutkan tren penguatan. Namun, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global secara cermat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

    Fokus Dalam Pengelolaan Asset, PAM Jaya Melakukan Penertiban Asset yang Dimiliki

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Senior Manager Corporate & Customer Communication, Gatra Vaganza menyampaikan bahwa penataan ini tidak hanya berfokus pada aspek aturan, tetapi juga pada solusi yang berimbang. Jakarta, 6 Mei 2026 — PAM JAYA terus berupaya menghadirkan layanan air minum perpipaan yang merata bagi seluruh warga Jakarta. Target cakupan 100% pada tahun 2029 menjadi komitmen bersama yang dijalankan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Bali – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) menyelenggarakan IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali. Mengusung tema “Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain”, […]

  • Jelang Momen Strategis Keagamaan, Layanan KA Kontainer Menguat di Awal Tahun 2026

    Jelang Momen Strategis Keagamaan, Layanan KA Kontainer Menguat di Awal Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KAI Logistik terus memperkuat dan optimalkan moda KA sebagai moda alternatif andalan bagi pelaku usaha, salah satunya melalui layanan KA Kontainer. Pada awal tahun, KAI Logistik mencatatkan volume sebesar 222 ribu ton atau tumbuh signifikan sebesar 44% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 atau sebesar 154 ribu ton. VP of Corporate Secretary KAI Logistik, […]

  • Bitcoin Kembali Tembus US.000, Aset Kripto Ikut Reli

    Bitcoin Kembali Tembus US$80.000, Aset Kripto Ikut Reli

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus level psikologis US$80.000 pada perdagangan Jumat, 18 September 2026. Kenaikan tersebut juga diikuti sejumlah aset kripto lainnya, meski pasar sebelumnya menghadapi tekanan akibat keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan gagalnya rancangan undang-undang Clarity Act di Senat Amerika Serikat. Mengutip Yahoo Finance, Bitcoin (BTC) mencapai level tertinggi […]

  • Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

    Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global. Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolok ukur (barometer) konkret dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air. […]

  • Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

    Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, mengusulkan Pulau Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau sebagai solusi atas ketimpangan pembangunan dan ketidakpastian harga yang kerap merugikan petani. Ia menyebut ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut, mulai dari besarnya kontribusi tembakau bagi ekonomi Madura hingga potensi KEK dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan […]

expand_less