Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar

Jakarta, 12 Februari 2026 – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Mengusung tema “Peluang Strategis Industri Baja
Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional”, MUNAS
IISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan
global, serta langkah konkret dalam memperkuat ekosistem industri baja
nasional.

Agenda dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan
pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari Chairman IISIA Dr. Akbar
Djohan  yang juga Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk serta serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya
Novyan Bakrie, yang diwakili Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin.

Menghadapi
Badai Global dengan Kemandirian

Dalam pidatonya, Dr. Akbar Djohan menekankan bahwa
industri saat ini tengah menghadapi tekanan besar. “Kita berada di tengah badai
global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan
tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik,” ujarnya.

Namun di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki potensi
yang luar biasa. Proyek infrastruktur yang terus berjalan, hilirisasi yang
semakin masif, serta pertumbuhan sektor manufaktur menjadi peluang emas yang
harus dimanfaatkan. Tanpa fondasi yang kuat, peningkatan permintaan baja hanya
akan menjadi pintu masuk bagi produk luar negeri.

“Hari ini kita berjanji: Baja nasional harus berdaulat!
Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri
sendiri,” tegas Akbar.

Dukungan Pemerintah dan Kebijakan Strategis

Forum ini juga menghadirkan pidato kunci dari sejumlah
tokoh penting, di antaranya Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang
diwakili Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI yang diwakili Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Jisman P
Hutajulu, Menteri Perindustrian RI yang diwakili Direktur Jenderal ILMATE Setia
Darta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta
Dewan Pengawas IISIA Silmy Karim.

Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri besi
dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional. “Pemerintah terus
mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan
daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang
berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi pidato kunci kedua menghadirkan jajaran wakil menteri dan perwakilan
pemerintah yang membahas kebijakan serta arah penguatan industri baja nasional,
yaitu: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil
Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu,
serta perwakilan pelaku industri baja
nasional.

Diskusi difokuskan pada isu-isu strategis seperti
pengendalian impor dan trade remedies, kebijakan P3DN dan standardisasi, energi
dan bahan baku, roadmap industri baja nasional, hilirisasi, serta keberlanjutan
lingkungan.

Penguatan Standardisasi SNI untuk Keamanan dan Keselamatan

Salah satu poin penting yang dibahas dalam MUNAS
adalah penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh
produk baja, termasuk baja impor.

IISIA menekankan bahwa semua baja yang beredar di
Indonesia, baik produksi local maupun impor, wajib memenuhi SNI sebagai jaminan
keamanan, keselamatan, dan kualitas produk. Hal ini krusial untuk melindungi konsumen, memastikan keandalan konstruksi
infrastruktur, serta menciptakan persaingan yang adil dan sehat di pasar domestik.

“Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga
tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak
memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia. Oleh
karena itu, pengawasan ketat terhadap kepatuhan SNI, khususnya untuk produk
impor, harus menjadi prioritas,” ungkap salah satu perwakilan IISIA.

IISIA mendorong pemerintah untuk memperkuat
pengawasan di perbatasan (border control) dan pascaperbatasan (post-border monitoring) guna memastikan
tidak ada produk baja yang tidak memenuhi standar beredar di pasaran.

Konsolidasi
Organisasi dan Penguatan Struktur Kepemimpinan

Selain sebagai forum pembahasan kebijakan strategis,
MUNAS IISIA 2026 juga menjadi momentum penting secara organisasi melalui
pelaksanaan Rapat Pleno Anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan
laporan pertanggungjawaban beserta laporan dari masing-masing komite yang
mencakup isu pengendalian impor dan trade remedies, energi dan bahan baku,
perkembangan organisasi, hingga pembahasan perubahan anggaran dasar.

Agenda ini juga menetapkan pengangkatan Executive Committee
periode 2026–2030, serta pemilihan dan pengangkatan Chairman, Vice Chairman, dan
para Ketua Kluster untuk masa bakti yang sama.

Melalui MUNAS 2026, IISIA menegaskan kembali
komitmennya untuk memperkuat posisi industri baja sebagai tulang punggung
pembangunan nasional. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas,
dan dinamika perdagangan global, industri baja Indonesia dituntut bukan hanya
untuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas.

Karena dalam ekosistem industri modern, kedaulatan
bukan sekadar slogan—ia harus dibangun melalui strategi, kolaborasi, dan
keberanian dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Anggota dan ketetapan
MUNAS 2026, berikut adalah susunan pengurus untuk periode 2026–2030:

 

Chairman : Dr Akbar Djohan

Vice Chairman I : Ismail Mandry

Vice Chairman II : Tony Taniwan

Vice Chairman III : Stephanus Koeswandi

Dan Beberapa Ketua Klaster.

 

Visi IISIA:
Intervensi Negara sebagai Penentu Utama

Sebagai penutup, IISIA menegaskan bahwa masa depan baja
nasional tidak boleh hanya bergantung pada mekanisme pasar. Diperlukan kehadiran
negara melalui kebijakan yang tegas.

“Masa depan baja nasional ditentukan oleh keberanian
negara dalam mengambil pilihan kebijakan. Kita membutuhkan pengelolaan impor
yang ketat, pengendalian investasi pada sektor yang sudah jenuh, penegakan
standardisasi SNI yang konsisten, serta perlindungan kapasitas strategis di
tengah dinamika perdagangan global,” pungkas Dr. Akbar Djohan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rise and Move Kembali Ramaikan Akhir Pekan Sehat dan Seru di Grand Galaxy Park Mall

    Rise and Move Kembali Ramaikan Akhir Pekan Sehat dan Seru di Grand Galaxy Park Mall

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Grand Galaxy Park Mall kembali menghadirkan pengalaman weekend yang penuh energi melalui Rise and Move yang sukses digelar pada 23 Mei 2026 Grand Galaxy Park Mall kembali menghadirkan pengalaman weekend yang penuh energi melalui Rise and Move yang sukses digelar pada 23 Mei 2026. Setelah sebelumnya mencuri perhatian lewat Kartini Edition, kali ini Rise and […]

  • Perkuat Sinergi Perlindungan Aset Negara dan Kepastian Hukum, KAI Daop 8 Surabaya dan Kejari Bojonegoro Tandatangani MoU

    Perkuat Sinergi Perlindungan Aset Negara dan Kepastian Hukum, KAI Daop 8 Surabaya dan Kejari Bojonegoro Tandatangani MoU

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Penandatanganan kesepakatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mendukung kelancaran operasional perkeretaapian, pengamanan aset negara, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama Kejaksaan Negeri Bojonegoro menandatangani Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata […]

  • ION Launch Workshop Tampilkan Potensi Open Network bagi UMKM Indonesia

    ION Launch Workshop Tampilkan Potensi Open Network bagi UMKM Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta — Indonesia Open Network (ION) mendorong pengembangan ekosistem digital terbuka yang dinilai dapat memperluas akses UMKM Indonesia ke perdagangan digital, layanan logistik, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung. Hal tersebut terlihat dalam penutupan ION Launch Workshop di SMESCO, Jakarta, Jumat (22/5/2026), yang menampilkan berbagai aplikasi berbasis open network hasil pengembangan developer dari Indonesia […]

  • Aplikasi “Nama Keren FF dan ML” Dibahas oleh 5 Content Creator Gaming Indonesia dalam Sepekan

    Aplikasi “Nama Keren FF dan ML” Dibahas oleh 5 Content Creator Gaming Indonesia dalam Sepekan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Generator nickname gratis untuk Free Fire dan Mobile Legends ini dibahas oleh HAPPYLIO, Capylio, Rp DEKID, AFFGaming, dan ID UMAM TGL di kanal YouTube dan TikTok masing-masing antara 15-19 Mei 2026. JAKARTA, 23 Mei 2026 — Aplikasi mobile “Nama Keren FF dan ML” dari brand Kerenin Nama (kerenin.id) dibahas oleh lima content creator gaming Indonesia […]

  • Seluruh Penumpang dan Crew KA Ciremai Dipastikan Selamat Pasca Longsoran di Petak Maswati – Sasaksaat, KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf ke Seluruh Pelanggan Terdampak

    Seluruh Penumpang dan Crew KA Ciremai Dipastikan Selamat Pasca Longsoran di Petak Maswati – Sasaksaat, KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Permohonan Maaf ke Seluruh Pelanggan Terdampak

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 1 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat rintang jalan karena adanya longsoran tanah di petak jalan Maswati – Sasaksaat. Kejadian tersebut menyebabkan terganggunya operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut. KAI Daop 2 Bandung juga memastikan bahwa […]

  • Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital

    Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Maret 2026 – Pasar aset kripto kembali menunjukkan dinamikanya melalui pergerakan harga Bitcoin ($BTC) yang belum berhasil mempertahankan posisi di atas level krusial $70.500. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, menurut […]

expand_less