Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

MUNAS IISIA 2026 Bahas Strategi Industri Baja Nasional di Tengah Tantangan Global

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Jakarta, 12 Februari 2026 – Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) IISIA 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Mengusung tema “Peluang Strategis Industri Baja
Indonesia dalam Membangun Kedaulatan Ekosistem Industri Baja Nasional”, MUNAS
IISIA 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan, tantangan
global, serta langkah konkret dalam memperkuat ekosistem industri baja
nasional.

Agenda dimulai pukul 13.00 WIB dengan registrasi dan
pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari Chairman IISIA Dr. Akbar
Djohan  yang juga Direktur Utama PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk serta serta Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya
Novyan Bakrie, yang diwakili Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Saleh Husin.

Menghadapi
Badai Global dengan Kemandirian

Dalam pidatonya, Dr. Akbar Djohan menekankan bahwa
industri saat ini tengah menghadapi tekanan besar. “Kita berada di tengah badai
global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan
tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik,” ujarnya.

Namun di balik tantangan tersebut, Indonesia memiliki potensi
yang luar biasa. Proyek infrastruktur yang terus berjalan, hilirisasi yang
semakin masif, serta pertumbuhan sektor manufaktur menjadi peluang emas yang
harus dimanfaatkan. Tanpa fondasi yang kuat, peningkatan permintaan baja hanya
akan menjadi pintu masuk bagi produk luar negeri.

“Hari ini kita berjanji: Baja nasional harus berdaulat!
Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri
sendiri,” tegas Akbar.

Dukungan Pemerintah dan Kebijakan Strategis

Forum ini juga menghadirkan pidato kunci dari sejumlah
tokoh penting, di antaranya Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa yang
diwakili Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI yang diwakili Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Jisman P
Hutajulu, Menteri Perindustrian RI yang diwakili Direktur Jenderal ILMATE Setia
Darta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, serta
Dewan Pengawas IISIA Silmy Karim.

Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa industri besi
dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional. “Pemerintah terus
mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan
daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang
berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi pidato kunci kedua menghadirkan jajaran wakil menteri dan perwakilan
pemerintah yang membahas kebijakan serta arah penguatan industri baja nasional,
yaitu: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil
Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu,
serta perwakilan pelaku industri baja
nasional.

Diskusi difokuskan pada isu-isu strategis seperti
pengendalian impor dan trade remedies, kebijakan P3DN dan standardisasi, energi
dan bahan baku, roadmap industri baja nasional, hilirisasi, serta keberlanjutan
lingkungan.

Penguatan Standardisasi SNI untuk Keamanan dan Keselamatan

Salah satu poin penting yang dibahas dalam MUNAS
adalah penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh
produk baja, termasuk baja impor.

IISIA menekankan bahwa semua baja yang beredar di
Indonesia, baik produksi local maupun impor, wajib memenuhi SNI sebagai jaminan
keamanan, keselamatan, dan kualitas produk. Hal ini krusial untuk melindungi konsumen, memastikan keandalan konstruksi
infrastruktur, serta menciptakan persaingan yang adil dan sehat di pasar domestik.

“Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga
tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak
memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia. Oleh
karena itu, pengawasan ketat terhadap kepatuhan SNI, khususnya untuk produk
impor, harus menjadi prioritas,” ungkap salah satu perwakilan IISIA.

IISIA mendorong pemerintah untuk memperkuat
pengawasan di perbatasan (border control) dan pascaperbatasan (post-border monitoring) guna memastikan
tidak ada produk baja yang tidak memenuhi standar beredar di pasaran.

Konsolidasi
Organisasi dan Penguatan Struktur Kepemimpinan

Selain sebagai forum pembahasan kebijakan strategis,
MUNAS IISIA 2026 juga menjadi momentum penting secara organisasi melalui
pelaksanaan Rapat Pleno Anggota. Dalam forum tersebut, pengurus menyampaikan
laporan pertanggungjawaban beserta laporan dari masing-masing komite yang
mencakup isu pengendalian impor dan trade remedies, energi dan bahan baku,
perkembangan organisasi, hingga pembahasan perubahan anggaran dasar.

Agenda ini juga menetapkan pengangkatan Executive Committee
periode 2026–2030, serta pemilihan dan pengangkatan Chairman, Vice Chairman, dan
para Ketua Kluster untuk masa bakti yang sama.

Melalui MUNAS 2026, IISIA menegaskan kembali
komitmennya untuk memperkuat posisi industri baja sebagai tulang punggung
pembangunan nasional. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga komoditas,
dan dinamika perdagangan global, industri baja Indonesia dituntut bukan hanya
untuk bertahan, tetapi juga untuk naik kelas.

Karena dalam ekosistem industri modern, kedaulatan
bukan sekadar slogan—ia harus dibangun melalui strategi, kolaborasi, dan
keberanian dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Anggota dan ketetapan
MUNAS 2026, berikut adalah susunan pengurus untuk periode 2026–2030:

 

Chairman : Dr Akbar Djohan

Vice Chairman I : Ismail Mandry

Vice Chairman II : Tony Taniwan

Vice Chairman III : Stephanus Koeswandi

Dan Beberapa Ketua Klaster.

 

Visi IISIA:
Intervensi Negara sebagai Penentu Utama

Sebagai penutup, IISIA menegaskan bahwa masa depan baja
nasional tidak boleh hanya bergantung pada mekanisme pasar. Diperlukan kehadiran
negara melalui kebijakan yang tegas.

“Masa depan baja nasional ditentukan oleh keberanian
negara dalam mengambil pilihan kebijakan. Kita membutuhkan pengelolaan impor
yang ketat, pengendalian investasi pada sektor yang sudah jenuh, penegakan
standardisasi SNI yang konsisten, serta perlindungan kapasitas strategis di
tengah dinamika perdagangan global,” pungkas Dr. Akbar Djohan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Logistik Optimalkan Keamanan dan Keselamatan Angkutan B3 Melalui Moda Kereta Api

    KAI Logistik Optimalkan Keamanan dan Keselamatan Angkutan B3 Melalui Moda Kereta Api

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 2
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan angkutan kereta api kontainer, terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menghadirkan alternatif pengangkutan B3 yang terstandar dan dikelola secara ketat sesuai ketentuan keselamatan dan regulasi yang berlaku. Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, […]

  • BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

    BRIliaN Branch Office Otista Region 6/Jakaarta 1 Gelar Kegiatan Tracking sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Sebagai wujud komitmen dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan karyawan, BRI Branch Office Otista menyelenggarakan kegiatan tracking yang diikuti oleh karyawan dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong gaya hidup sehat dan meningkatkan kebugaran jasmani karyawan. Melalui kegiatan tracking ini, para karyawan diajak untuk melakukan aktivitas fisik secara bersama-sama […]

  • Mobilitas Masyarakat Meningkat, Gerbang Tol Kalikangkung Catat 20.907 Kendaraan Jelang Libur Isra Mikraj

    Mobilitas Masyarakat Meningkat, Gerbang Tol Kalikangkung Catat 20.907 Kendaraan Jelang Libur Isra Mikraj

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Semarang(16/01) Menjelang libur Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 2026, mobilitas masyarakat di Ruas Tol Batang–Semarang menunjukkan peningkatan. PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) mencatat adanya lonjakan volume lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada H-1 periode libur. Berdasarkan data volume kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung pada H-1 libur Isra Mikraj 2026 tercatat sebanyak 20.907 […]

  • Gubernur Yulius Ungkap Rahasia Penguatan Ekonomi Daerah Lewat Rakornas TPAKD!

    Gubernur Yulius Ungkap Rahasia Penguatan Ekonomi Daerah Lewat Rakornas TPAKD!

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus-Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan akses keuangan di daerah. Rakornas TPAKD tahun ini mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Akses Keuangan Daerah”, yang menurut […]

  • Pelindo Tanjungpinang Sukses Layani 221 Ribu Penumpang Periode Nataru 2025/2026

    Pelindo Tanjungpinang Sukses Layani 221 Ribu Penumpang Periode Nataru 2025/2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, Januari 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Branch Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Sepanjang periode 10 Desember 2025 hingga 09 Januari 2026 (H-15 s.d H+15), Branch Tanjungpinang mencatatkan […]

  • APBD 2025 Disorot! Gubernur Sulut Ancam Evaluasi Jika Anggaran Tak Terealisasi Maksimal

    APBD 2025 Disorot! Gubernur Sulut Ancam Evaluasi Jika Anggaran Tak Terealisasi Maksimal

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    MANADO, reputasiplus.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (EPRA) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulut di ruang rapat Kantor Gubernur, Senin (14/10/2025). Rapat ini […]

expand_less