Breaking News
light_mode
Beranda » Gadgets » Mendikdasmen Larang Siswa SD Main Roblox, Tegaskan Bahaya Konten Kekerasan

Mendikdasmen Larang Siswa SD Main Roblox, Tegaskan Bahaya Konten Kekerasan

  • account_circle redaktur reputasi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Jakarta – ReputasiPlus.com | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau para orang tua dan guru agar lebih selektif dalam mengizinkan anak-anak mengakses permainan digital. Salah satu yang disoroti adalah game Roblox, yang menurutnya mengandung banyak unsur kekerasan dan tidak cocok dimainkan anak-anak usia sekolah dasar.

Hal itu disampaikan Mu’ti saat menghadiri kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SDN Cideng 2, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

“Kalau main HP, jangan nonton kekerasan, yang ada berantem-berantemnya, kata-kata jelek juga jangan. Yang main blok-blok (Roblox), jangan main yang itu, ya, karena itu tidak baik,” ujar Mu’ti

Anak SD Belum Bisa Bedakan Realita dan Imajinasi

Mu’ti menegaskan, kemampuan intelektual anak usia SD belum cukup untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya rekayasa. Dalam usia tersebut, anak juga cenderung mudah meniru perilaku yang mereka lihat, termasuk adegan kekerasan dari gim daring.

“Kalau di game dibanting itu dianggap biasa, tapi kalau dia praktikkan ke temannya, bisa jadi masalah,” jelasnya.

Literasi Digital Sejak Dini, Kunci Pencegahan

Sebagai langkah antisipatif, Mu’ti mendorong pentingnya penguatan literasi digital sejak dini. Ia mengingatkan bahwa pendampingan dari orang tua saat anak menggunakan gadget sangat dibutuhkan.

“Dampingi anak saat main HP. Pandu agar yang diakses itu konten yang edukatif, yang bermanfaat,” katanya.

Didukung Regulasi: PP Tunas 2025

Imbauan ini juga diperkuat oleh hadirnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau dikenal sebagai PP Tunas. Aturan ini menjadi dasar hukum perlindungan anak dari konten digital yang tidak layak.

Mu’ti menambahkan, pemerintah akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat, penyedia platform digital, dan orang tua.

“Tolong bantu kami menghadirkan layanan digital yang mendidik, bukan yang merusak mental dan intelektual anak-anak kita,” tutupnya.

 

  • Penulis: redaktur reputasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Menangani Kucing Berantem di Rumah

    Tips Menangani Kucing Berantem di Rumah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kucing berantem di rumah adalah masalah yang sering dialami oleh banyak pemilik kucing, baik itu kucing peliharaan yang saling bersaing atau kucing liar yang datang ke area rumah. Kejadian ini bisa membuat kucing kesayangan Anda terluka dan bahkan mempengaruhi suasana hati mereka. Tapi jangan khawatir, Pawfriends! Kami punya beberapa tips untuk menangani kucing berantem agar […]

  • Barantum Maksimalkan Campaign Marketing dengan Broadcast WhatsApp

    Barantum Maksimalkan Campaign Marketing dengan Broadcast WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Campaign sudah jalan, promo sudah dikirim, tapi hasilnya tetap biasa saja. Tidak ada lonjakan signifikan, bahkan sulit tahu mana campaign yang benar-benar […]

  • Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    Pendiri Ondo Finance Nathan Allman Meninggal Dunia, Apa Selanjutnya untuk ONDO dan Masa Depan Tokenisasi Saham?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia [28 Mei 2026] — Industri aset digital global tengah menyoroti kabar meninggalnya Nathan Allman beberapa hari lalu, pendiri Ondo Finance, salah satu proyek terbesar dalam sektor Real World Assets (RWA) dan tokenisasi aset berbasis blockchain.  Nathan Allman dikenal sebagai salah satu figur penting yang mendorong integrasi antara sistem keuangan tradisional (Traditional Finance / TradFi) dengan teknologi blockchain. Di bawah kepemimpinannya, Ondo berkembang dari proyek DeFi menjadi salah satu pemain utama dalam narasi tokenisasi aset global. Namun di tengah kabar tersebut, perhatian market kini mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih besar: apakah tokenisasi saham dan aset finansial benar-benar akan menjadi masa depan industri keuangan global?  Secara sederhana, Ondo mencoba membawa saham dan aset finansial dunia nyata ke blockchain. Jika sebelumnya investor membeli saham melalui broker tradisional dengan jam market terbatas, proses settlement yang memakan waktu, serta akses geografis tertentu, Ondo mencoba menghadirkan versi digitalnya melalui teknologi blockchain.  Melalui platform Ondo Global Markets, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Contohnya, saham seperti Apple, Tesla, Nvidia, hingga Meta dapat direpresentasikan menjadi token digital yang dapat diakses melalui ekosistem blockchain.  Sebagai ilustrasi sederhana, ketika seseorang ingin memiliki eksposur terhadap saham Nvidia, aset saham tersebut dapat disimpan oleh kustodian resmi, lalu sistem menerbitkan token digital yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham tersebut. Token tersebut kemudian dapat diakses, dipindahkan, dan digunakan di ekosistem blockchain secara lebih fleksibel.  Konsep ini dikenal sebagai tokenized assets atau tokenisasi aset, di mana blockchain digunakan sebagai lapisan baru distribusi dan settlement aset finansial. Narasi ini mulai berkembang karena banyak pihak melihat sistem finansial tradisional masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari jam trading yang terbatas, proses […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Lampung – Sebagai bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung operasional perkebunan yang semakin profesional, PTPN IV Regional VII menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen yang diikuti oleh 25 mandor panen dari berbagai unit kerja. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan para mandor panen memiliki kompetensi yang […]

  • Apakah SPF Tinggi Selalu Lebih Baik untuk Kulit Bayi?

    Apakah SPF Tinggi Selalu Lebih Baik untuk Kulit Bayi?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sebagai orang tua, wajar kalau kita ingin memberikan perlindungan terbaik untuk si kecil. Saat memilih sunscreen, banyak yang langsung berpikir: “Semakin tinggi SPF, pasti semakin bagus.” Tapi benarkah SPF tinggi bayi selalu jadi pilihan paling tepat? Atau justru ada hal lain yang perlu dipertimbangkan supaya tetap memilih sunscreen bayi aman untuk kulit sensitif? Di tengah […]

  • Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    Bank Raya Raih Penghargaan Indonesia Popular Digital Product Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Bank Digital Pilihan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi teknologi, serta memperluas akses layanan keuangan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Raya mendapatkan penghargaan dalam ajang Digital Day 2026: Digital Sovereignty – Leaders Must Act Now to Secure The Future. Pada acara yang diselenggarakan di […]

expand_less