Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kolaborasi Alumni BINUS Warnai di IIETE 2026, Buka Peluang Berkarier untuk Gen Z di Industri dan Tampilkan Sinergi Kampus Hingga Industri Kreatif

Kolaborasi Alumni BINUS Warnai di IIETE 2026, Buka Peluang Berkarier untuk Gen Z di Industri dan Tampilkan Sinergi Kampus Hingga Industri Kreatif

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Jakarta, Februari 2026 — Melanjutkan semangatnya dalam berbagi informasi dan membuka akses pendidikan berwawasan global, BINUS University kembali berpartisipasi dalam Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) 2026 yang diselenggarakan di JCC Hall A. Pada pameran pendidikan berskala internasional ini, BINUS University tampil dengan booth hasil kolaborasi dengan karya kreator Sundate Stories dan Corakcaraka sebagai alumni School of Design BINUS University. Kolaborasi ini membuat booth BINUS menjadi semakin megah dan atraktif, sukses menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.

Mengusung semangat BINUS Asia Collaboration, kehadiran BINUS University di IIETE 2026 dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai pengalaman belajar internasional yang dapat diakses oleh calon mahasiswa dan orang tua. Melalui berbagai program seperti study abroad, international internship, student exchange, hingga business trip ke negara-negara Asia, BINUS menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki daya saing global.

Berbagai kolaborasi kreatif turut menjadi sorotan utama di booth BINUS University. BINUS menggandeng alumni School of Design, yakni Corakcaraka (Melfri Gazza) melalui sesi Mural, serta Sundate Stories (Gilang Ndaru) lewat sentuhan desain yang menjadi ilustrasi utama di seluruh booth. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan di BINUS University bersifat adaptif terhadap perkembangan industri, sekaligus mendorong mahasiswa dan alumninya untuk terus berkarya dan berkontribusi secara profesional di ranah kreatif.

Pengunjung juga diajak merasakan langsung pengalaman kuliah di BINUS melalui Games Project Impact: Rouge, sebuah game hack and slash action karya mahasiswa Program Game Application and Technology BINUS University. Game ini mengajak pemain menghadapi invasi makhluk alien, baik secara solo maupun bersama teman, dengan misi mengalahkan boss atau 

bertahan dari gelombang musuh tanpa henti. Kehadiran proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana mahasiswa BINUS mengembangkan karya digital kreatif yang aplikatif sekaligus relevan dengan kebutuhan industri game global.

Suasana semakin semarak dengan penampilan UKM Tari BINUS, Stamanara, yang menampilkan energi serta talenta mahasiswa BINUS di atas panggung IIETE 2026 melalui Tari Kreasi Dayak. Tidak hanya itu, booth BINUS University juga menjadi ruang interaksi dan ekspresi bagi komunitas. Community Meet Up bersama komunitas cosplay Jabodetabek menjadi salah satu daya tarik tambahan yang memeriahkan tidak hanya booth BINUS, tapi acara IIETE 2026.

Tak hanya menghadirkan aktivitas kreatif, BINUS University juga membawa BINUSPreneur Zone, sebuah wadah kolaborasi dan ekosistem kewirausahaan yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keahlian bisnis, memfasilitasi pengembangan ide usaha, serta menyediakan ruang dan dukungan untuk menumbuhkan bisnis rintisan mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri.

Interaksi pengunjung semakin hidup melalui berbagai fun workshop dari jurusan-jurusan BINUS, sharing session seputar perkuliahan dan pengalaman internasional, serta meet and greet bersama BINUSFluencer dan Student Athlete (Stingers Basketball BINUS University). Salah satu BINUSFluencer yang hadir adalah Citra Tri Kumala Caesar yang juga terkenal sebagai Brand Ambassador (BA) Bigetron Esports turut mencoba berbagai aktivitas interaktif di booth BINUS, yang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dan penggemar yang ingin berinteraksi langsung.  “Aktivitas di booth BINUS seru dan interaktif banget! Di sini pengunjung bisa dengan mudah dapat informasi soal akademik, mulai dari jurusan sampai info beasiswa, yang pasti nggak bosen karena banyak gamesnya.” ujar Citra.

Melalui partisipasi di IIETE 2026, BINUS University tidak hanya menghadirkan informasi seputar pilihan pendidikan dan beasiswa, tetapi juga menawarkan pengalaman langsung yang merepresentasikan ekosistem pembelajaran BINUS yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi global. Kehadiran ini diharapkan dapat membantu calon mahasiswa dan orang tua memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asia Tenggara untuk Implementasi FWA

    Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asia Tenggara untuk Implementasi FWA

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    MyRepublic Air, tekonologi Fixed Wireless Access (FWA) dari MyRepublic Indonesia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menegaskan bahwa Fixed Wireless Access (FWA) akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara dalam forum Asian Telecom Summit 2026, Singapura. Dalam sesi […]

  • KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Khusus Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Jam Keberangkatan KA

    KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Khusus Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Jam Keberangkatan KA

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 12 Maret 2026 – Masa Angkutan Lebaran 2026 telah berlangsung dan diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api. Untuk memastikan kelancaran perjalanan serta kenyamanan seluruh pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghimbau para pelanggan kereta api agar datang lebih awal ke stasiun sebelum jadwal […]

  • Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    JAKARTA – Goncangan geopolitik global kerap mengganggu pasokan minyak dan gas di pasar internasional. Di tengah kondisi tersebut, komoditas lain seperti batu bara menjadi alternatif energi yang lebih stabil terhadap paparan dampak perang, termasuk ketegangan yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai batu […]

  • Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan

    Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 April 2026 – Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, hari ini mencatat lonjakan signifikan pada harga Bitcoin (BTC) sebesar 4,8% hingga melampaui level $74.000. Sebelumnya, dalam sepekan terakhir Bittime mencatatkan volume perdagangan USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45%. Lebih lanjut, kenaikan harga aset Bitcoin ini […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match? 12.39 Play Button

    Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Al Nassr failed to win major title with Cristiano Ronaldo in the squad. The Portuguese superstar has been incredible in front of the goal and led the league in goals scored in both his full seasons. Currently the side at the third position in the Saudi Pro League 2024-25 standings, with just 14 games remaining. […]

expand_less