Ekonomi Sulut Tumbuh 5,64% di Triwulan II-2025, Sektor Kesehatan dan Industri Jadi Penggerak Utama
- account_circle redaktur reputasi
- calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
- visibility 83
- comment 0 komentar

Manado, ReputasiPlus.com – Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren penguatan yang signifikan pada triwulan II-2025, dengan pertumbuhan mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini mencerminkan momentum pemulihan yang solid dan berkelanjutan bagi daerah yang dikenal sebagai gerbang ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Aidil Adha, menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh aktivitas domestik yang tetap resilien, di tengah dinamika global dan regional.
“Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan ekonomi daerah, dengan kontribusi utama berasal dari beberapa sektor strategis,” ujar Aidil dalam rilis resmi pada Selasa (5/8/2025).
Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencatat lonjakan tertinggi, tumbuh 16,97 persen yoy. Peningkatan ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan, ekspansi program pemeriksaan berkala, serta belanja signifikan untuk fasilitas dan tenaga kesehatan.
Selain kesehatan, sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa impresif. Kinerja ini diperkuat oleh peningkatan produksi pada subsektor kertas dan percetakan, barang galian bukan logam, serta makanan dan minuman.
“Permintaan terhadap produk kemasan, hasil olahan kelapa, dan produk perikanan ikut menyokong pertumbuhan industri pengolahan,” terang Aidil.
Di sektor real estat, pertumbuhan juga mengalami akselerasi yang signifikan. Hal ini dipicu oleh kenaikan penyaluran kredit properti dan meningkatnya penjualan maupun penyewaan unit hunian, khususnya di kawasan perkotaan seperti Manado dan sekitarnya.
Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung, dengan kontribusi dari subsektor peternakan, perkebunan, dan perikanan. Produksi daging ayam, sapi, dan babi meningkat signifikan, seiring dengan lonjakan permintaan domestik.
Harga komoditas perkebunan yang naik di pasar global juga mendorong pendapatan petani dan mendukung ketahanan ekonomi pedesaan.
Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kenaikan tajam sebesar 21,70 persen. Sedangkan impor meningkat 26,18 persen secara kuartalan, mencerminkan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang modal industri.
Hal ini menghasilkan surplus neraca perdagangan luar negeri Sulut sebesar US$ 256,58 juta, atau naik 65,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Momentum libur keagamaan juga memicu lonjakan di sektor transportasi dan pariwisata. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 10,28 persen secara kuartalan, sementara kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 14,19 persen, menandai pulihnya kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Sulut.
Stabilitas daya beli masyarakat juga terjaga, ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit konsumsi sebesar 7,67 persen. Di sisi lain, inflasi tetap dalam koridor target yakni di kisaran 3,00 ± 1,00 persen, mendukung kestabilan harga barang konsumsi utama.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut pada triwulan II-2025 tercatat sebesar Rp50,41 triliun (harga berlaku), atau Rp28,08 triliun berdasarkan harga konstan 2010.
Secara kuartalan, ekonomi Sulut tumbuh 5,65 persen, dan secara kumulatif (semester I-2025) tumbuh 5,63 persen dibandingkan semester I-2024. Kinerja ini menunjukkan arah pemulihan yang semakin mantap.
Dengan fondasi kuat di sektor jasa kesehatan, industri pengolahan, dan properti, serta dukungan dari konsumsi rumah tangga dan ekspor, prospek ekonomi Sulut diprediksi tetap cerah hingga akhir tahun. (SGS)
- Penulis: redaktur reputasi


