Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    NHM Peduli Kembali Bantu Warga melalui Layanan Ambulans Gratis, Lebih dari 130 Pasien dan Jenazah Terlayani Sepanjang Januari–Juli 2026 Halmahera Utara, 24 Juli 2026  – Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga periode Januari–Juli 2026, layanan ambulans gratis NHM Peduli telah membantu lebih dari 130 pelayanan […]

  • Pentingnya Trading Plan Harian dalam Aktivitas Trading Emas

    Pentingnya Trading Plan Harian dalam Aktivitas Trading Emas

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Trading emas (XAUUSD) dikenal memiliki volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang cepat. Kondisi ini memberikan peluang besar, tetapi juga risiko yang tidak kecil jika tidak dikelola dengan baik. Tanpa perencanaan yang jelas, trader sering kali terjebak dalam keputusan impulsif yang dipengaruhi emosi. Oleh karena itu, memiliki trading plan harian menjadi salah satu kunci utama untuk […]

  • 1,7 Juta Paket Terdistribusikan Hingga Juli, KAI Logistik Hadirkan Diskon Sebulan Penuh di Bulan Agustus

    1,7 Juta Paket Terdistribusikan Hingga Juli, KAI Logistik Hadirkan Diskon Sebulan Penuh di Bulan Agustus

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KAI Logistik terus menunjukkan pertumbuhan positif pada layanan pengiriman barang retail melalui layanan yang dimiliki yaitu KALOG Express. Hingga Juli 2026, KAI Logistik telah mengelola sekitar 2 juta koli barang retail, dengan sekitar 88% di antaranya merupakan komoditas berupa paket atau setara dengan 1,7 juta koli paket yang didistribusikan ke berbagai wilayah. Dari sisi volume, […]

  • Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

    Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. WhatsApp kini menjadi salah satu saluran komunikasi utama yang digunakan banyak bisnis, baik untuk memberikan layanan kepada pelanggan maupun mendorong penjualan. Namun, […]

  • Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang menggelar Workshop AI Productivity untuk meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus mendorong adopsi AI bagi pelanggan B2B dan sektor pemerintahan. Malang, 27 Juli 2026 – Telkom AI Center Malang berkolaborasi dengan Witel Jatim Barat Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop AI Productivity yang diikuti oleh lebih dari 60 pegawai internal Telkom […]

  • Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B

    Produk Premium Eropah Terus Memperkukuh Kehadiran di Malaysia Melalui MIFB 2026 dan Majlis Makan Malam B2B

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kempen Produk Premium Eropah telah berjaya meneruskan tahun ketiga penyertaannya di Pameran Dagangan Makanan dan Minuman Antarabangsa Malaysia (MIFB) 2026 serta penganjuran Majlis Makan Malam Business-to-Business (B2B) yang berlangsung dari 15 hingga 17 Julai 2026. Kuala Lumpur, Malaysia – 30 Julai 2026 – Untuk Siaran Segera Berdasarkan kejayaan penganjuran pada tahun-tahun sebelumnya, penyertaan kali ini […]

expand_less