Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret

    Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan sentimen negatif setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar dan mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Sepanjang pekan […]

  • 40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis

    40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Waringin Megah General Contractor menandai hampir 40 tahun perjalanan bisnisnya dengan satu benang merah utama, yakni kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan strategis di setiap fase perubahan ekonomi. Di tengah industri konstruksi nasional yang dikenal berisiko tinggi, berfluktuasi, dan sarat tekanan biaya, Waringin Megah General Contractor menandai hampir 40 tahun perjalanan bisnisnya dengan satu benang merah […]

  • Warna Harmoni di Setiap Momentum, Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 Tampil Memukau

    Warna Harmoni di Setiap Momentum, Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 Tampil Memukau

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Tim Voice BRI Region 6/Jakarta 1 kembali menunjukkan konsistensinya dalam memeriahkan berbagai kegiatan dan acara yang diselenggarakan oleh BRI. Dengan penampilan yang energik, harmonisasi vokal yang solid, serta semangat kebersamaan yang kuat, tim ini senantiasa menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap momentum penting di lingkungan BRI. Kehadiran Tim Voice tidak hanya sekadar sebagai pengisi acara, […]

  • Trading Hasilkan Reward Mingguan, Ubah THR Jadi Cuan di HSB Investasi

    Trading Hasilkan Reward Mingguan, Ubah THR Jadi Cuan di HSB Investasi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Rayakan momen Ramadan 2026 dengan peluang tambahan lewat program Lucky Trader dari HSB Investasi. Kamu berkesempatan mendapatkan reward mingguan dari aktivitas trading yang dilakukan selama periode program. Momentum Ramadan sering menjadi waktu bagi banyak orang untuk melakukan refleksi keuangan sekaligus mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran. Selain digunakan untuk konsumsi atau belanja, sebagian orang juga mulai memanfaatkan […]

  • Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

    Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari program CSR “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang”. Program ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana banjir dan longsor yang saat ini berada dalam fase rehabilitasi. Inisiatif ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga atau […]

  • Indonesia Masuk Grup Neraka di Putaran 4: Bertemu Saudi & Irak, Tantangan Berat di Oktober 2025

    Indonesia Masuk Grup Neraka di Putaran 4: Bertemu Saudi & Irak, Tantangan Berat di Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle editor News
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Hasil undian Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menempatkan Timnas Indonesia di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Semua partai digelar secara centralized venue mulai 8–14 Oktober 2025, dengan tuan rumah Saudi dan Qatar membagi zona pertandingan dalam dua grup. Jadwal Lengkap Grup B (Venue: Arab Saudi) Hari Tanggal […]

expand_less