Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Harga Emas Hari Ini Masih Rentan Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret 2026 seiring dengan penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat melemah dan bergerak di kisaran $5.075, setelah sebelumnya sempat menguat pada akhir pekan lalu saat sesi perdagangan Amerika Utara. Penguatan yang terjadi pada hari Jumat tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun demikian, tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS masih membatasi potensi kenaikan logam mulia tersebut.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bearish, khususnya dalam pengamatan pada timeframe H1. Berdasarkan kombinasi pola candlestick yang terbentuk serta indikator Moving Average, tekanan jual terhadap emas terlihat semakin dominan. Hal ini menandakan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi turun dan potensi pelemahan harga masih terbuka apabila tidak ada katalis positif yang mampu mendorong penguatan signifikan dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, beberapa faktor global juga turut memengaruhi arah pergerakan emas. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan. Suku bunga yang tinggi umumnya memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbasis bunga, sehingga investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan return lebih menarik.

Selain itu, perhatian pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada pertengahan pekan. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Mayoritas ekonom memperkirakan bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan kebijakan yang akan berlangsung pada 17–18 Maret. Bahkan sejumlah analis menilai bahwa peluang penurunan suku bunga baru akan terbuka pada pertengahan tahun 2026, yakni sekitar bulan Juni atau Juli.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya memberikan sedikit dukungan bagi harga emas dalam jangka pendek. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan bahwa perekonomian AS mengalami penurunan lapangan kerja sekitar 92.000 pekerjaan pada Februari, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat meningkat menjadi 4,4%, naik tipis dari 4,3% pada Januari. Data ini menunjukkan adanya perlambatan di sektor tenaga kerja yang berpotensi menekan kekuatan dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih cukup besar. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta penguatan dolar secara luas membuat harga emas diperkirakan akan mencatatkan penurunan mingguan yang cukup signifikan. Selain itu, data ekonomi lain seperti penjualan ritel AS yang mengalami kontraksi sebesar 0,2% secara bulanan juga menambah ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi global, yang pada akhirnya memengaruhi sentimen investor di pasar komoditas.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan bearish terus berlanjut, maka harga emas berpotensi bergerak turun menuju area support di level 4960. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang dapat menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual semakin kuat. Namun demikian, apabila harga gagal melanjutkan penurunan dan justru mengalami koreksi naik, maka potensi penguatan terdekat diperkirakan berada di sekitar level resistance 5139.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang memengaruhi pasar saat ini, pergerakan emas diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta dinamika geopolitik global yang dapat memicu perubahan sentimen di pasar keuangan dan komoditas, khususnya emas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Imlek dan Ramadan, Tokocrypto Luncurkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Transaksi Kripto

    Sambut Imlek dan Ramadan, Tokocrypto Luncurkan Fitur Baru untuk Tingkatkan Transaksi Kripto

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Februari 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren pertumbuhan industri aset kripto nasional terus berlanjut hingga akhir tahun. Hingga Desember 2025, jumlah konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 20,19 juta orang, meningkat 3,22% dibandingkan posisi November 2025 yang tercatat sebanyak 19,56 juta konsumen. Dalam keterangan resmi pada Jumat (6/2/2026), OJK juga melaporkan […]

  • Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Branch Office Otista Region 6 Gelar Aksi di Car Free Day

    Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Branch Office Otista Region 6 Gelar Aksi di Car Free Day

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BRI Branch Office Otista turut memeriahkan kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di kawasan Sudirman pada Minggu pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, jajaran karyawan BRI Branch Office Otista tidak hanya ikut berolahraga bersama warga, tetapi juga menghadirkan berbagai […]

  • Hari Terakhir Expo, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Finansial dan Kendaraan Impian

    Hari Terakhir Expo, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Finansial dan Kendaraan Impian

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Medan, 9 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mengajak masyarakat Medan dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum hari terakhir BRI Consumer Expo 2026 “Goes to Medan” yang berlangsung pada 8–9 Mei 2026 di Club House Royal Sumatra. Ajang ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai solusi pembiayaan dengan penawaran khusus yang hanya […]

  • Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    Bittime PayDay GainDay, Manfaatkan Momen Gajian untuk Memaksimalkan Potensi Investasi Aset Kripto Pengguna

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta 22 Januari 2026 – Setiap momen gajian sejatinya dapat menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan berkelanjutan. Melihat ini hal ini Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan dan berlisensi di Indonesia menghadirkan kampanye bertajuk PayDay GainDay yang dirancang khusus untuk memberikan apresiasi lebih bagi setiap pengguna setianya. Melalui […]

  • Tak Mau Ketinggalan, Apple Bentuk Tim “AI Answer” untuk Ciptakan Pesaing ChatGPT

    Tak Mau Ketinggalan, Apple Bentuk Tim “AI Answer” untuk Ciptakan Pesaing ChatGPT

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple Inc., dilaporkan semakin serius terjun ke arena kecerdasan buatan (AI) generatif. Menurut laporan terbaru, Apple telah membentuk sebuah tim khusus yang dinamakan “AI Answer” dengan misi ambisius: membangun chatbot AI sendiri untuk menyaingi dominasi produk seperti ChatGPT dari OpenAI. Langkah ini menandakan pergeseran strategi Apple yang sebelumnya terkesan lebih hati-hati […]

  • Audit Trail pada Dokumen Digital: Cara Kerja dan Manfaatnya Untuk Bisnis

    Audit Trail pada Dokumen Digital: Cara Kerja dan Manfaatnya Untuk Bisnis

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Pelajari cara kerja audit trail pada dokumen digital dan manfaatnya dalam menjaga transparansi, keamanan, serta keabsahan proses persetujuan bisnis. Fitur ini membantu melacak setiap aktivitas dokumen secara otomatis sehingga risiko sengketa dan manipulasi dapat diminimalkan. Banyak bisnis kesulitan melacak siapa saja yang menyetujui sebuah dokumen. Revisi yang dilakukan berkali-kali sering membuat versi terbaru sulit dipastikan. […]

expand_less