Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pengembangan DME Dinilai Dapat Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan DME Dinilai Dapat Perkuat Ketahanan Energi Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) kembali mendorong pemerintah mempercepat pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara sekitar 75% kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor LPG Indonesia pada 2024 mencapai US$3,8 miliar atau setara Rp64,1 triliun (kurs Rp16.888 per dolar AS).

Proyek DME bahkan telah masuk dalam daftar proyek prioritas hilirisasi nasional dan direncanakan mulai digarap pada tahun ini di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

MIND ID bersama Pertamina berkolaborasi dalam percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan Methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional. Dalam kolaborasi ini Pertamina berperan sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi.

Hasil hilirisasi batu bara, seperti Dimethyl Ether (DME), Synthetic Natural Gas (SNG), dan metanol—nantinya akan terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai substitusi energi impor.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pengembangan DME menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Menurutnya, konflik di Timur Tengah dapat mengganggu distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Amerika Serikat menjadi pemasok utama dengan nilai impor sekitar US$2,03 miliar atau sekitar 53% dari total impor. Sementara itu, Qatar menyumbang sekitar 11%, disusul Uni Emirat Arab sekitar 10%.

Besarnya ketergantungan tersebut membuat pasokan LPG domestik rentan terhadap dinamika pasar energi global, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia.

“Ketika terjadi eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak maupun gas dari kawasan Teluk Persia yang melewati Selat Hormuz, ini menjadi alasan kuat kenapa kita perlu melakukan hilirisasi batu bara menjadi DME,” ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan DME merupakan salah satu upaya untuk mencari sumber energi substitusi yang dalam jangka panjang dapat menggantikan sebagian kebutuhan LPG impor.

Selain mendukung ketahanan energi, pengembangan DME juga berpotensi membuka pasar baru bagi batu bara berkalori rendah. Indonesia dinilai memiliki modal sumber daya untuk mengembangkan industri tersebut. Hal ini mampu mendorong efektifitas PTBA dalam operasional sehingga produksi batubara kalori rendah juga bisa teroptimalisasi.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki sumber daya batu bara sekitar 97,96 miliar ton dengan cadangan mencapai 31,95 miliar ton. Sebagian besar cadangan tersebut merupakan batu bara berkalori rendah atau low rank coal, yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah di pasar ekspor.

Menurut Bambang, hilirisasi batu bara juga menjadi kewajiban bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang kontraknya telah diperpanjang.

“Hilirisasi batubara wajib dilakukan oleh pemegang PKP2B yang diperpanjang. Soal apakah ini akan membawa gairah baru atau tidak tergantung dari niatan para pelaku industrinya,” jelasnya.

Ketua Komite Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menilai pengembangan DME perlu dihitung secara cermat agar tidak kalah bersaing dengan LPG impor yang selama ini dipasok dari negara dengan biaya produksi gas lebih rendah.

“DME ini industrinya relatif masih baru dan dari sisi keekonomian juga tidak murah. Karena itu feasibility study-nya harus benar-benar dicermati,” ungkapnya.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan harga produksi DME dapat bersaing dengan LPG impor agar proyek tersebut tidak justru menambah beban biaya energi.

“Kalau ternyata produksi DME lebih mahal daripada impor LPG, maka harus dihitung kembali manfaatnya,” tegasnya.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno juga menilai pengembangan DME berpotensi membantu mengurangi ketergantungan impor LPG, namun tetap memerlukan kajian yang mendalam.

Menurutnya, proyek serupa pernah direncanakan sebelumnya namun tidak berlanjut sehingga aspek teknologi dan keekonomian perlu dihitung secara hati-hati.

“Proyek ini tentu bisa mengurangi impor LPG, tetapi membutuhkan kajian yang mendalam, khususnya terkait keekonomiannya. Teknologi yang digunakan juga harus mampu membuat biaya produksi lebih efisien dibandingkan impor LPG,” pungkas Dia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuka Akun Trading

    Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membuka Akun Trading

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Membuka akun trading adalah langkah awal yang penting bagi siapa pun yang ingin terjun ke dunia pasar finansial. Namun, keputusan ini tidak seharusnya diambil secara terburu-buru. Banyak trader pemula langsung membuka akun tanpa memahami kebutuhan, profil risiko, dan jenis akun yang paling sesuai dengan gaya trading mereka. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa kurang optimal dalam […]

  • Peduli Perjuangan Lady Ojol Jabodetabek, BRI Finance Bagikan Sembako & THR

    Peduli Perjuangan Lady Ojol Jabodetabek, BRI Finance Bagikan Sembako & THR

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Depok, 10 Maret 2026 – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menggelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Berbagi Bingkisan & THR Lady Ojol” bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Cabang BRI Finance Depok ini dihadiri oleh sekitar 100 […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 April 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) menerima kunjungan dari PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) dalam rangka menjajaki potensi kolaborasi pengembangan layanan logistik di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali.  Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya eksplorasi peluang sinergi antar entitas BUMN dalam mendukung penguatan layanan logistik sekaligus pengembangan ekosistem […]

  • Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Finance Siapkan Pelunasan Obligasi Rp303 Miliar Tepat Waktu

    Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Finance Siapkan Pelunasan Obligasi Rp303 Miliar Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Juli 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memastikan kesiapan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026. Kepastian tersebut menjadi cerminan pengelolaan likuiditas perusahaan yang tetap terjaga serta komitmen BRI Finance dalam memenuhi seluruh kewajiban kepada investor secara […]

  • Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    Transformasi Inspeksi Aset Migas Menggunakan Drone Thermal

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Inspeksi aset di sektor minyak dan gas menuntut tingkat ketelitian dan keselamatan yang tinggi, terutama pada fasilitas dengan potensi risiko operasional. Pemantauan suhu menjadi salah satu aspek penting untuk mengidentifikasi indikasi awal gangguan teknis sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pemanfaatan drone thermal memungkinkan proses inspeksi dilakukan secara lebih aman dan akurat dengan mendeteksi […]

  • BINUS UNIVERSITY Konsisten Cetak Talenta Game Developer, Mahasiswa Game Application and Technology Tampil di Dua Ajang Bergengsi

    BINUS UNIVERSITY Konsisten Cetak Talenta Game Developer, Mahasiswa Game Application and Technology Tampil di Dua Ajang Bergengsi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika industri kreatif yang terus berkembang, kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional menjadi aspek penting dalam pendidikan tinggi. Tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas, mahasiswa dituntut untuk terlibat langsung dalam praktik industri, mengasah keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan berjejaring sejak masa perkuliahan. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University secara konsisten mendorong mahasiswa […]

expand_less