Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Goncangan geopolitik global kerap mengganggu pasokan minyak dan gas di pasar internasional. Di tengah kondisi tersebut, komoditas lain seperti batu bara menjadi alternatif energi yang lebih stabil terhadap paparan dampak perang, termasuk ketegangan yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai batu bara kembali naik daun ketika konflik geopolitik mengganggu pasokan minyak dan gas. Menurutnya, batu bara adalah sumber energi yang relatif stabil dan mudah diakses oleh banyak negara.

“Cadangan batu bara tersebar luas dan tidak terlalu terkonsentrasi di kawasan konflik. Jadi aman, tidak terlalu terpengaruh panasnya geopolitik. Dalam situasi krisis, batu bara sering berfungsi sebagai penyangga pasokan energi primer,” tutur Bisman dalam keterangan tertulis.

Sejalan, Pengamat energi Iwa Garniwa tak menampik bahwa sejumlah negara kembali meningkatkan penggunaan batu bara ketika terjadi gangguan pasokan energi global atau lonjakan harga minyak dan gas.

“Oleh karena itu beberapa negara, seperti China dan India, telah meningkatkan impor batu bara untuk menjaga ketahanan energi mereka. China, misalnya, meningkatkan impor batu bara sebesar 500 juta ton pada 2024 untuk mengamankan pasokan energi domestik,” terang Iwa.

Hal ini bisa menjadi angin segar bagi Indonesia lantara posisinya yang strategis sebagai eksportir batu bara global. Berdasarkan data Capaian Kinerja Kementerian ESDM Tahun 2025, dari total 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan secara global, Indonesia memasok sekitar 514 juta ton atau sekitar 43%.

“Sehingga Batu bara masih bisa menjadi primadona walau banyak negara termasuk Indonesia menghentikan baru bara sebagai bahan bakar PLTU. Kebijakan ini perlu di evaluasi apabila eskalasi geo politik demi menjaga ketahanan energi Nasional,” pungkasnya.

Selain itu, menurutnya, potensi batu bara juga dapat dimaksimalkan melalui strategi diversifikasi produk energi. Pengembangan teknologi seperti Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), gasifikasi batu bara, hingga hilirisasi batu bara menjadi bahan kimia dan bahan bakar dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus menekan emisi karbon.

Adapun, data Kementerian ESDM menunjukkan realisasi produksi batu bara nasional mencapai 790 juta ton pada 2025. Adapun pada tahun ini, pemerintah berencana memangkas produksi menjadi sekitar 600 juta ton.

Dari sisi korporasi, anggota Holding Pertambangan MIND ID PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat total produksi dan pembelian batu bara sebanyak 43,28 juta ton sepanjang 2024. Sementara di segmen agkutan batu baranya mencapai 38,17 juta ton.

Di sisi lain, volume produksi batu bara hingga akhir September 2025 mencapai 35,90 juta ton. Angka ini naik 3% secara year on year.

Sepanjang 2025, PTBA menerapkan strategi diversifikasi dengan memperluas tujuan ekspor ke sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, Korea Selatan, hingga Jepang. Sementara di pasar domestik, perusahaan telah mengamankan kontrak jangka panjang hingga akhir tahun dengan PLN serta sejumlah perusahaan semen dan pupuk.

Selain ekspansi pasar, PTBA juga menjalankan strategi diversifikasi bisnis ke sektor angkutan batu bara. Hingga kuartal III 2025, volume angkutan batu bara tercatat mencapai 30,02 juta ton atau meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 27,83 juta ton.

Saat ini, emiten tambang pelat merah di bawah MIND ID ini tengah mengembangkan program prioritas angkutan batu bara Tanjung Enin-Kramasan yang direncanakan rampung kuartal III/2026. Perseroan membidik penambahan kapasitas hingga 20 juta metrik ton dari proyek ini.

Dari sisi pelaku swasta, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melaporkan volume penjualan batu bara hingga kuartal III 2025 mencapai 52,69 juta ton dengan nisbah kupas 4,2 kali. Sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan produksi batu bara total 21,2 juta ton sepanjang 2025.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik

    Bertepatan HUT ke-81 RI, FisTx Kenalkan Solusi Teknologi Terlengkap, Jadikan Tambak Merdeka Dari Masalah Klasik

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    FisTx meluncurkan kampanye #MerdekaBersamaFisTx pada Agustus 2026, bertepatan HUT ke-81 RI, menghadirkan lima solusi teknologi akuakultur buatan dalam negeri (FDS, Nano Disinfektan, Nano Silver, feed additive, dan Nawasena Test Kit) untuk membebaskan tambak dari kaporit, penyakit Vibrio, FCR tinggi, air buruk, dan ketergantungan produk impor, yang telah terbukti menaikkan success rate hingga 83,6% di 25 […]

  • Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

    Dukung Konektivitas Distribusi, KAI Logistik Siap Tingkatkan Kapasitas Angkut Peti Kemas Ke Semarang

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), secara proaktif tengah mengkaji rencana peningkatan kapasitas angkut peti kemas melalui KA Ronggowarsito. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas distribusi barang, khususnya dalam mendukung kebutuhan logistik yang terus berkembang pesat di kawasan industri wilayah Semarang dan sekitarnya. Direktur Pengembangan Usaha, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa […]

  • Marclan International Siap Sambut Lonjakan Pariwisata Indonesia melalui Layanan Long Stay dan Kesiapan Hotel di Berbagai Destinasi

    Marclan International Siap Sambut Lonjakan Pariwisata Indonesia melalui Layanan Long Stay dan Kesiapan Hotel di Berbagai Destinasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – Prospek pariwisata Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan tren yang semakin positif. Pemerintah menargetkan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang tahun, sementara meningkatnya minat wisatawan Asia untuk melakukan perjalanan jarak dekat (short-haul travel) turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Kondisi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi industri perhotelan, seiring meningkatnya […]

  • Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima – Badas Sepanjang 2025

    Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima – Badas Sepanjang 2025

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Bima, Januari 2026 — PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatatkan kinerja positif pada operasional Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Badas sepanjang periode tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peran strategis Pelindo Multi Terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya di kawasan Nusa Tenggara. Sepanjang […]

  • Kenapa Arus Kas Penting untuk Menilai Kesehatan Bisnis

    Kenapa Arus Kas Penting untuk Menilai Kesehatan Bisnis

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Banyak investor pemula terjebak pada angka pendapatan besar atau pertumbuhan aset yang fantastis saat mengevaluasi sebuah perusahaan. Namun, indikator yang paling jujur dalam mencerminkan daya tahan sebuah bisnis sebenarnya terletak pada laporan arus kas. Arus kas yang sehat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai operasional harian, membayar utang, hingga mendanai ekspansi tanpa harus terus-menerus bergantung pada […]

  • Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

    Harga Emas Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan, Investor Menanti Keputusan The Fed

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Asia, Senin (26/10), setelah mengalami penurunan tajam sepanjang pekan sebelumnya. Investor kini mencermati dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat tersebut pada 27–28 Oktober 2026. Mengutip laporan Investing.com, harga emas spot tercatat relatif […]

expand_less