Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

The MINDJourney Upaya Ubah Stigma Industri Tambang

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Stigma negatif terhadap industri pertambangan masih kerap muncul di ruang publik. Banyak orang menilai sektor ini semata identik dengan kerusakan lingkungan atau konflik sosial, sementara praktik-praktik perbaikan, standar keberlanjutan, serta dampak ekonomi yang dirasakan sebagian komunitas tidak selalu terlihat utuh. Film dokumenter The MINDJourney karya Alenia Picture hadir untuk membuka ruang pemahaman yang lebih transparan dengan menghadirkan cerita yang jujur langsung dari masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Pendekatan film ini sengaja ditempatkan sebagai antitesis dari komunikasi yang sering dianggap satu arah. Alih-alih menyodorkan klaim sepihak, The MINDJourney berupaya memperlihatkan realitas di lapangan secara terbuka, termasuk hal-hal yang masih menjadi catatan dan perlu terus ditingkatkan. Dengan cara ini, film diharapkan menjadi jembatan informasi antara publik dengan dunia pertambangan yang selama ini terasa jauh.

Sebagai produser film, Nia Sihasale Zulkarnaen menjelaskan bahwa proses produksi dilakukan dengan metode yang membiarkan cerita tumbuh dari observasi lapangan. Tim hadir untuk melihat, mendengar, dan menangkap dinamika yang terjadi—bukan mengarahkan narasi sesuai kebutuhan tertentu.

“Bukan untuk menggurui, tapi supaya masyarakat bisa melihat langsung. Kami datang, melihat, dan membiarkan cerita itu muncul sendiri,” ujar Nia.

Dalam prosesnya, tim produksi film The MINDJourney mengunjungi berbagai wilayah operasional pertambangan yang berada di bawah naungan MIND ID. Namun, perusahaan tidak ditempatkan sebagai “narator” yang menjelaskan semuanya. Kamera justru mengikuti interaksi yang muncul dari aktivitas di lapangan, percakapan dengan warga, pekerja, dan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dengan kegiatan pertambangan.

Para talent yang terlibat didorong untuk berinteraksi secara spontan. Mereka bertanya langsung kepada masyarakat dan pekerja, tanpa daftar pertanyaan baku dan tanpa respons yang diarahkan, sehingga percakapan yang terekam terasa lebih alami.

Dari perjalanan itulah cerita-cerita hadir secara natural. Sejumlah warga menyampaikan pengalaman tentang perubahan yang mereka rasakan, mulai dari peluang ekonomi, munculnya usaha kecil, sampai bentuk pendampingan sosial yang mereka temui di sekitar operasi.

“Ada yang bilang mereka bisa mulai usaha, ada yang merasa dibimbing. Bahkan ada yang berharap program-program ini terus berlanjut,” kata Nia.

Di sisi lain, film ini juga tidak menutup ruang untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi sektor pertambangan Indonesia. Dalam beberapa bagian, penonton diajak melihat bahwa realitas lapangan selalu kompleks, yakni ada hal yang sudah berjalan baik, dan ada juga hal lain yang masih dapat diperbaiki.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Justru dari situ kita bisa melihat secara utuh—mana yang sudah baik, mana yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Selain aktivitas industri, The MINDJourney juga menyoroti kehidupan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Interaksi yang ditampilkan memperlihatkan relasi yang dinamis antara perusahaan dan komunitas: bukan hanya soal kerja dan ekonomi, tetapi juga soal harapan, kebutuhan, dan proses membangun kepercayaan dari waktu ke waktu.

Sutradara program, Arie, menambahkan bahwa proses di lapangan dibiarkan mengalir apa adanya.

“Kami tidak pernah mengarahkan harus bicara apa. Semua mengalir dari apa yang dilihat dan dirasakan,” ujarnya.

Dengan format tersebut, The MINDJourney diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab—sekaligus membuka ruang dialog yang lebih sehat tentang industri tambang di Indonesia.

Sebagai informasi, The MINDJourney ditayangkan di Metro TV dan hadir secara berkala setiap akhir pekan, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengikuti langsung perjalanan dan cerita dari berbagai wilayah pertambangan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Topotels Hotels & Resorts Hadirkan Kepemimpinan Baru dan Struktur Corporate Terintegrasi untuk Mendorong Transformasi Industri Hospitality Indonesia

    Topotels Hotels & Resorts Hadirkan Kepemimpinan Baru dan Struktur Corporate Terintegrasi untuk Mendorong Transformasi Industri Hospitality Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Dipimpin COO Willy Suderes dan CFO Andri Sunarsa, Topotels memperkuat sinergi Business Development, Sales & Marketing, Revenue and Technical Support, HR, IT, Room Division, Food & Beverage, dan Finance guna menghadirkan solusi manajemen hotel berstandar global bagi pemilik properti dan investor.   Jakarta, Indonesia — Topotels Hotels & Resorts mengumumkan penguatan struktur kepemimpinan corporate sebagai […]

  • Berapa Biaya Broadcast WhatsApp Barantum untuk Bisnis?

    Berapa Biaya Broadcast WhatsApp Barantum untuk Bisnis?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Broadcast WhatsApp menjadi salah satu cara yang banyak digunakan bisnis untuk menjangkau pelanggan secara […]

  • BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Semarang – Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Namun pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki […]

  • MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

    MyRepublic Indonesia Raih Tiga Penghargaan di Stevie Awards Asia-Pacific 2026, Perkuat Komitmen Inovasi dan Kualitas Layanan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    MyRepublic Indonesia berhasil meraih Gold Winner untuk kategori Innovative Achievement in Growth, dan dua penghargaan Silver Winner, masing-masing untuk kategori Award for Innovation in Experiential Marketing serta Innovative Achievement in Corporate Social Responsibility. MyRepublic Indonesia, sebagai bagian dari MoraRepublic, kembali mencatatkan pencapaian di tingkat internasional dengan meraih 3 penghargaan dalam ajang Stevie Awards Asia-Pacific 2026. […]

  • Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

    Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Kamis, 7 Mei 2026 Permudah Konektivitas Antar Daerah, KA Sangkuriang Diminati Pelanggan Bandung (Jawa Barat), 7 Mei 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung – Ketapang PP. Dalam kurun waktu satu minggu sejak mulai beroperasi 1 […]

  • Target Pensiunmu di Usia Berapa?

    Target Pensiunmu di Usia Berapa?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Pensiun mungkin masih terasa jauh, terutama jika kamu masih berada di usia produktif. Namun, semakin cepat menentukan target usia pensiun, semakin mudah menyusun persiapannya. Misalnya, kamu ingin berhenti bekerja di usia 55 tahun. Artinya, kamu punya waktu tertentu untuk menyiapkan dana yang akan digunakan setelah tidak lagi memiliki penghasilan rutin. Karena itu, memiliki tabungan target […]

expand_less