Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat

Harga Emas Diprediksi Lanjut Melemah, Dupoin Futures Soroti Sinyal Bearish Kian Kuat

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa, 7 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring menguatnya sinyal pelemahan baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa tren bearish pada XAU/USD semakin terlihat jelas, khususnya pada timeframe H4, setelah harga gagal mempertahankan posisi di area resistance penting.

Dalam analisisnya, Geraldo mengungkapkan bahwa struktur pergerakan emas saat ini menunjukkan dominasi tekanan jual. Hal ini tercermin dari terbentuknya candlestick bearish yang konsisten, sekaligus menjadi indikasi bahwa pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual dibandingkan akumulasi. Kegagalan harga untuk menembus area resistance sebelumnya turut memperkuat sinyal bahwa momentum kenaikan mulai melemah.

Tidak hanya itu, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi tambahan. Harga emas yang telah bergerak di bawah Moving Average 21 dan 34 menunjukkan perubahan arah tren ke fase penurunan. Kondisi ini umumnya menjadi sinyal awal bahwa pasar sedang memasuki fase bearish yang lebih solid dalam jangka menengah.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat. Target penurunan terdekat berada di area support pada level 4.581. Jika tekanan jual berlanjut dan tidak ada katalis positif yang signifikan, harga bahkan berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh level 4.492 sebagai support berikutnya.

Meski demikian, peluang terjadinya rebound tetap terbuka. Dalam skenario alternatif, apabila harga gagal melanjutkan tren penurunan dan justru mendapatkan dorongan beli, maka emas berpotensi bergerak naik menuju kisaran resistance di level 4.708 hingga 4.786. Namun, selama harga masih berada di bawah area resistance tersebut, bias pergerakan diperkirakan tetap condong ke arah bearish.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga semakin kuat akibat penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam situasi ketidakpastian global, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih likuid seperti dolar AS. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sedikit berkurang dalam jangka pendek.

Selain itu, meningkatnya harga energi akibat tensi geopolitik global turut memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Lonjakan inflasi ini memperbesar kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan moneter yang ketat tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Suku bunga yang tinggi membuat aset berbasis bunga seperti obligasi menjadi lebih menarik bagi investor. Akibatnya, aliran dana cenderung beralih dari emas ke instrumen tersebut, yang pada akhirnya menekan harga emas lebih lanjut. Kombinasi antara dolar yang kuat, ekspektasi suku bunga tinggi, serta tekanan inflasi menjadi faktor utama yang memperkuat tren penurunan emas saat ini.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter. Setiap rilis data, khususnya yang berkaitan dengan inflasi dan suku bunga, berpotensi memicu volatilitas yang cukup tinggi di pasar emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tekanan bearish masih akan mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek. Selama belum ada perubahan signifikan dalam sentimen pasar maupun indikator teknikal, peluang pelemahan harga masih terbuka. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap mencermati level-level kunci yang dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone dengan Sniffer4D

    Inspeksi Pipa Migas Berbasis Drone dengan Sniffer4D

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Inspeksi pipa di sektor minyak dan gas memerlukan sistem pemantauan yang mampu mendeteksi potensi kebocoran gas secara presisi tanpa meningkatkan risiko terhadap personel lapangan. Metode manual sering menghadapi tantangan dalam menjangkau jalur pipa yang panjang, area terpencil, serta lingkungan dengan paparan gas berbahaya seperti CH4, H2S, dan senyawa volatil lainnya. Sniffer4D Nano 2+ Multi-Gas dari […]

  • Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

    Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Menara Jakarta menghadirkan solusi hunian modern bagi masyarakat urban melalui apartemen mulai dari 1BR siap huni yang berada di dalam kawasan superblock terintegrasi. Menara Jakarta menghadirkan solusi hunian modern bagi masyarakat urban melalui apartemen mulai dari 1BR siap huni yang berada di dalam kawasan superblock terintegrasi. Mengusung konsep praktis dan fungsional, apartemen ini menjadi pilihan […]

  • Perjanjian Perairan Indus: Kewajiban Asimetris, Konsesi yang Tidak Setara, dan Persenjataan Pakistan

    Perjanjian Perairan Indus: Kewajiban Asimetris, Konsesi yang Tidak Setara, dan Persenjataan Pakistan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Latar Belakang: Partisi Sistem Sungai Sistem Sungai Indus terdiri dari enam sungai besar—Indus, Chenab, Jhelum, Ravi, Beas, dan Sutlej—yang mengalir melalui wilayah India dan Pakistan. Sistem ini menopang air minum, pertanian, dan pembangkit listrik di seluruh Cekungan Indus, mendukung ratusan juta orang di kedua sisi perbatasan. Ketika India Britania dipisahkan pada tahun 1947, Sistem Sungai […]

  • Sambut Masa Angkutan Lebaran, Loko Café Malioboro dan Tugu Hadirkan Outfit Baru untuk Praja Praji

    Sambut Masa Angkutan Lebaran, Loko Café Malioboro dan Tugu Hadirkan Outfit Baru untuk Praja Praji

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Februari 2026 – Menyambut masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 yang akan tiba, praja praji Loko Café Malioboro dan Loko Café Tugu hadir dengan outfit baru yang lebih fresh dan membawa suasana baru yang lebih menghidupkan suasana Loko Café. Kehadiran outfit baru ini membuat praja praji lebih semangat dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan […]

  • Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

    Meningkatkan Kesiapan Karier Anak: BINUS @Malang Jawab Kekhawatiran Orang Tua dalam Memilih Kampus

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Surabaya, 28 April 2026 – Memilih perguruan tinggi yang tepat untuk anak merupakan salah satu keputusan terbesar yang dihadapi oleh orang tua. Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, serta semakin banyaknya pilihan pendidikan, orang tua kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa pendidikan anak mereka benar-benar dapat mengantarkan mereka ke masa depan yang […]

  • Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak Lead Masuk, Tapi Follow Up Justru Terlewat Pernah merasa sudah mengeluarkan banyak biaya untuk iklan, tapi closing tidak sebanding dengan jumlah […]

expand_less