Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan.

Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional (Rabu, 25/03/2026) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber.

“Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya.

Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan.

Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan.

Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.

Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Namun demikian, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal.

“Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ungkapnya.

Karena itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan.

Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan.

Dalam konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis.

Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital.

Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Panjang Idul Adha 2026, Bandung Jadi Tujuan Favorit Pelanggan Kereta Api

    Libur Panjang Idul Adha 2026, Bandung Jadi Tujuan Favorit Pelanggan Kereta Api

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Senin, 1 Juni 2026 Libur Panjang Idul Adha 2026, Bandung Jadi Tujuan Favorit Pelanggan Kereta Api Bandung (Jawa Barat), 1 Juni 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api selama masa libur panjang Idul Adha 2026. Hingga Minggu, 31 […]

  • BRI Region 6 Hadir di Media Gathering Bersama Media Partner

    BRI Region 6 Hadir di Media Gathering Bersama Media Partner

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan Media Gathering BRI Region 6, Region 7, dan Region 8 bersama para media partner BRI yang diselenggarakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Vilo Gelato Hang Tuah, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara BRI dan insan media sekaligus memperkuat komunikasi positif mengenai kinerja, […]

  • Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa

    Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Masih dalam semangat kehangatan bulan suci Ramadan, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali merealisasikan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mendistribusikan ratusan paket berbuka puasa bergizi dan menu takjil kepada masyarakat pada Selasa (10/3). Inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menebar manfaat dan kebaikan kepada masyarakat sekitar area operasional bisnis selama […]

  • Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya dolar Amerika Serikat dan belum meredanya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global. Kondisi ini membuat emas belum mampu kembali menarik minat investor secara signifikan, meskipun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung. Berdasarkan analisis Dupoin Futures […]

  • Metland Hotel Cirebon Gelar Bakti Sosial & Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-12

    Metland Hotel Cirebon Gelar Bakti Sosial & Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-12

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati hari jadi ke-12, Metland Hotel Cirebon menghadirkan rangkaian kegiatan sosial dan aksi kepedulian lingkungan dengan mengusung tema sportacular “12eborn Energy with a Sportacular Journey” sebagai wujud cerminan semangat Metland Hotel Cirebon untuk terus bertumbuh sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan tersebut, Metland Hotel Cirebon menggelar kegiatan bakti sosial […]

  • Momentum Bullish Bitcoin 2026? Bitcoin Tembus .000 Manfaatkan IDR Swap Zero Fee Bittime

    Momentum Bullish Bitcoin 2026? Bitcoin Tembus $80.000 Manfaatkan IDR Swap Zero Fee Bittime

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Mei 2026 –  Pergerakan pasar aset digital saat ini tengah menunjukkan fenomena yang menarik, di mana Bitcoin berhasil diperdagangkan di atas level $82.000 pada awal Mei 2026. Fitur IDR Swap zero fees Bittime jadi kesempatan maksimalkan adopsi aset Bitcoin ($BTC) tanpa biaya tambahan. Sebelumnya menurut laporan dari CryptoSlate, data pasar menunjukkan bahwa dominasi […]

expand_less