Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Perusahaan Mulai Mengevaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Perusahaan di Indonesia mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital.

Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan.

Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional (Rabu, 25/03/2026) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber.

“Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya.

Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan.

Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan.

Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh.

Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan.

Namun demikian, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal.

“Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ungkapnya.

Karena itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan.

Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan.

Dalam konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis.

Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital.

Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Soroti Momentum Hari Gajian sebagai Bagian dari Kebiasaan Investasi

    Bittime Soroti Momentum Hari Gajian sebagai Bagian dari Kebiasaan Investasi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Bittime menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali meningkatnya perhatian pasar terhadap pergerakan Ethereum ($ETH). Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan program PayDay GainDay yang berlangsung pada 25 September hingga 11 Oktober 2026, di tengah kembali […]

  • Cara Closing Lebih Cepat dan Otomatis dengan AI Agent Barantum

    Cara Closing Lebih Cepat dan Otomatis dengan AI Agent Barantum

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Sudah Banyak Lead, Tapi Closing Tetap Lambat? Anda mungkin pernah berada di situasi ini: lead masuk setiap hari, tim sales sibuk membalas […]

  • Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global

    Diakui di Amerika Serikat dan Inggris, KLTC Perkuat Posisi sebagai Lembaga Pengembangan SDM Berstandar Global

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KLTC memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan SDM berstandar global setelah memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan internasional dari Amerika Serikat dan Inggris. Pencapaian ini mencakup penghargaan di bidang leadership dan pelatihan, serta akreditasi global yang menegaskan kualitas sistem dan program yang dijalankan KLTC. Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC) Group semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengembangan […]

  • Bulog Salurkan 96 Ribu Liter MINYAKITA, Pemerintah Pastikan Distribusi Merata di Sulut

    Bulog Salurkan 96 Ribu Liter MINYAKITA, Pemerintah Pastikan Distribusi Merata di Sulut

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    MANADO, Reputasiplus.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmen menjaga stabilitas pangan, khususnya minyak goreng rakyat MINYAKITA, di wilayah Sulawesi Utara. Hal ini diwujudkan melalui pemantauan distribusi dan harga yang dilakukan di Pasar Bersahati Kota Manado serta Gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Utara […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

    Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan kinerja positif pada segmen komoditas kopi di tengah tantangan anomali iklim pada awal 2026. Tingginya curah hujan yang memengaruhi ritme produksi tidak menghalangi perusahaan untuk tetap membukukan laba pada triwulan I 2026. Subholding PTPN III (Persero) tersebut mencatat laba sebelum […]

  • Memperkenalkan Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5: Pengalaman Flagship MOMENTUM dalam Genggaman

    Memperkenalkan Sennheiser MOMENTUM True Wireless 5: Pengalaman Flagship MOMENTUM dalam Genggaman

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Perangkat audio ultra-portabel berperforma tinggi hadir dengan suara beresolusi tinggi, baterai yang dapat diganti oleh pengguna, pelacakan gerakan kepala yang dioptimalkan untuk Dolby Atmos®, dan berbagai fitur unggulan lainnya. Indonesia – 26 September 2026 – Sennheiser hari ini mengumumkan MOMENTUM True Wireless 5, MOMENTUM True Wireless 5 merupakan earbud true wireless paling canggih yang pernah […]

expand_less