Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

JAKARTA – Industri pertambangan tak hanya berkutat pada kegiatan ekstraktif, melainkan juga melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas.

Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis.

Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan.

Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional.

Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Meski demikian, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan.

Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas.

Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional.

Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi.

Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik.

“Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu,” pungkas Yayan.

Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik.

Yayan juga menyoroti bahwa pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional.

Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Multi Terminal Hadir di Universitas Al Azhar, Jembatani Dunia Pendidikan & Industri Pelabuhan

    Pelindo Multi Terminal Hadir di Universitas Al Azhar, Jembatani Dunia Pendidikan & Industri Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Medan, Januari 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memperkuat komitmen keberlanjutan dan ketahanan operasional pelabuhan dengan hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Ceremony MoU dan MoA serta Kuliah Tamu bertajuk “Sinergi BMKG–Pelabuhan dalam Ketahanan Lingkungan Berbasis Cuaca” bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan […]

  • Proses Order di Pasar Saham: Dari Open Order hingga Amend

    Proses Order di Pasar Saham: Dari Open Order hingga Amend

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dalam dunia trading saham, memahami proses order merupakan hal yang sangat penting bagi trader maupun investor. Setiap transaksi yang dilakukan di pasar saham melalui beberapa tahapan, mulai dari memasukkan order hingga eksekusi atau perubahan order. Bagi pemula, istilah seperti open order, match, hingga amend sering kali membingungkan. Padahal, memahami alur ini dapat membantu trader mengelola […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Tata Kelola Berbasis Data, Akurasi Produksi Sawit PTPN IV Regional III Tembus 96,77 Persen

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pekanbaru — Holding Perkebunan Nusantara terus mendorong penguatan tata kelola operasional berbasis data di seluruh entitasnya. Salah satunya diwujudkan melalui transformasi on-farm yang dijalankan oleh PTPN IV Regional III dengan mengedepankan implementasi trossen telling atau perhitungan bunga buah sebagai fondasi estimasi produksi. Dalam dua tahun terakhir, pendekatan tersebut menjadi instrumen utama dalam meningkatkan akurasi perencanaan […]

  • Skor ESG Tinggi dan Free Float Saham Kuat, WIKA Beton Wakili  Emiten Indonesia Berstandar Global

    Skor ESG Tinggi dan Free Float Saham Kuat, WIKA Beton Wakili Emiten Indonesia Berstandar Global

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) kian mengukuhkan reputasinya di kancah internasional lewat capaian skor Environmental, Social, and Governance (ESG) sebesar 71 dari 100 dalam penilaian S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) yang diumumkan pada 6 Februari 2026. Skor tersebut menempatkan WIKA Beton di kelompok teratas perusahaan industri material konstruksi global dan mempertegas posisinya […]

  • Satu Kepedulian, Sejuta Harapan: Safari Ramadhan MIND ID Jangkau Lebih Dari 32.000 Anak

    Satu Kepedulian, Sejuta Harapan: Safari Ramadhan MIND ID Jangkau Lebih Dari 32.000 Anak

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama seluruh Anggota Grup melaksanakan Program Safari Ramadhan 2026 di seluruh wilayah operasional Grup MIND ID. Hal ini sebagai wujud dari nilai tambah hilirisasi kembali ke masyarakat, khususnya anak yatim piatu, anak penyandang cacat, anak pejuang kanker dan kelompok-kelompok rentan yag menjadi fondasi bagi masa depan Indonesia. […]

  • MLV Teknologi Bangun Command Center Canggih untuk Kementerian Koperasi dan UKM RI

    MLV Teknologi Bangun Command Center Canggih untuk Kementerian Koperasi dan UKM RI

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MLV Teknologi memperkenalkan Command Center baru Kementerian Koperasi dan UKM yang diresmikan pada 15 Desember 2025—sebuah pusat kendali modern yang menghadirkan pemantauan koperasi secara real-time dan integrasi data lintas lembaga. Dibangun dengan teknologi AV over IP, audio Dante, serta perangkat seperti Extron DSP, Turtle AV Chazy 4K, Crestron control system, AVer PTZ camera, dan Omada […]

expand_less