Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 54
  • comment 0 komentar

Di pasar saham, ada satu pedoman investasi yang jarang meleset: ketika para nahkoda kapal memborong tiket, itu tandanya kapal siap berlayar cepat. Saat ini, kita sedang menyaksikan momentum langka di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di tengah fluktuasi pasar awal tahun 2026, alih-alih bersikap defensif, jajaran petinggi BCA justru agresif menyerok saham mereka sendiri.

Ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah eksekusi strategi buy on weakness—membeli aset premium saat harganya sedang terdiskon. Aksi borong ini menjadi bukti kuat bahwa pihak yang paling memahami kondisi “dapur” perusahaan memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang BCA.

Mari kita bedah fakta di lapangan pada kuartal I 2026. Angka miliaran rupiah ini dikeluarkan langsung dari kantong pribadi para direksi dan manajemen:

* Hendra Lembong: Menambah amunisi secara masif dengan dana hingga Rp7,93 miliar.

* John Kosasih (Wakil Presiden Direktur): Mengeksekusi pembelian senilai Rp4,37 miliar pada Maret 2026.

* Vera Eve Lim: Mengeluarkan dana segar Rp3,84 miliar untuk mempertebal kepemilikan.

* Santoso (Direktur): Mengunci posisi dengan total nilai transaksi Rp3,46 miliar pada Maret 2026.

* Frenkie Candra Kusuma (Managing Director): Mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2025.

* Lianawaty Suwono (Direktur): Memborong 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar di akhir Januari 2026 justru saat pasar sedang bergejolak.

Jika orang-orang nomor satu di bank paling profitable di Indonesia ini melihat harga saat ini sebagai peluang emas, mengapa investor ritel justru ragu?

Valuasi Tidak Masuk Akal: BCA Lebih Murah dari Bank Digital

Keyakinan manajemen ini sangat sejalan dengan realitas valuasi sahamnya saat ini. Namun ukuran yang lebih tepat untuk membandingkan saham bank bukan lagi PBV, melainkan PER (Price to Earnings Ratio), karena PER menunjukkan berapa lama investor “membayar” harga saham dari laba yang dihasilkan perusahaan.

Pengamat pasar modal Rendy Yefta mangatakan saat ini, saham BBCA hanya diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali. Artinya, investor hanya membayar 15 tahun laba untuk memiliki bank terbesar, paling efisien, dan paling konsisten mencetak keuntungan di Indonesia. Sekarang bandingkan dengan Bank Jago (ARTO). Saham ARTO diperdagangkan di sekitar PER 64 kali. Dengan kata lain, investor harus membayar valuasi lebih dari 4 kali lebih mahal dibanding BBCA untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan.

Yang membuat situasinya terasa “gila” adalah kemampuan mencetak laba antara kedua bank tersebut sangat berbeda. BCA sudah terbukti mampu menghasilkan laba puluhan triliun rupiah secara konsisten dan bertumbuh cepat. Bahkan bila dibandingkan dari kemampuan memperbesar laba 5 kali lipat, secara realistis BCA justru berpotensi mencapainya lebih cepat dibanding ARTO karena basis bisnisnya sudah besar, jaringan kuat, CASA dominan, dan profit terus naik setiap tahun.

Jadi pertanyaannya sederhana: mengapa bank digital yang masih jauh lebih kecil, labanya lebih rendah, dan risikonya lebih tinggi justru dihargai 64 kali laba, sementara BCA yang jauh lebih mapan hanya dihargai 15 kali laba? Fenomena inilah yang disebut “salah harga”. Pasar seolah sedang memberi diskon besar kepada saham BBCA. Ketika investor mulai menyadari ketimpangan ini, biasanya yang terjadi adalah valuasi BBCA akan naik kembali menuju level yang lebih wajar.

Potensi Capital Gain Besar di Depan Mata

Valuasi murah ini dikombinasikan dengan sinyal akumulasi “orang dalam” hanya bermuara pada satu kesimpulan: saham BBCA sedang memasang kuda-kuda untuk rebound kencang. Mengambil BBCA di harga sekarang ibarat membeli properti premium di lokasi terbaik saat sedang dijual diskon.

Jika BBCA saja kembali dihargai sedikit lebih tinggi, misalnya PER 18–20 kali seperti rata-rata historisnya, maka harga sahamnya berpotensi naik signifikan dari level sekarang. Target menembus Rp10.000 per lembar dalam beberapa bulan menjadi skenario yang sangat realistis. Jangan lupa, rekor All-Time High saham ini pernah nyaris menyentuh Rp11.000 per lembar. Artinya, ruang kenaikan masih terbuka lebar. Risiko relatif kecil karena fundamentalnya sangat kuat, sementara potensi keuntungannya besar karena valuasinya masih terlalu murah.

Kesempatan membeli saham raja perbankan dengan harga “diskon” tidak datang setiap hari. Manajemen sudah memberi sinyal dengan uang miliaran rupiah. Valuasi PER juga menunjukkan bahwa BBCA jauh lebih murah dibanding bank digital seperti ARTO.

Keputusan sekarang ada di tangan investor: membeli ketika pasar masih ragu, atau baru ikut masuk ketika harga BBCA sudah kembali terbang di atas Rp10.000 per lembar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antusias Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kemayoran Kenakan Busana Nasional

    Antusias Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kemayoran Kenakan Busana Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja BRI Branch Office Kemayoran menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengenakan busana nasional saat menjalankan aktivitas kerja. Suasana kantor pun dipenuhi nuansa budaya yang hangat dan penuh warna, mencerminkan semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap tradisi bangsa. Beragam pakaian adat dari berbagai daerah dikenakan oleh para pekerja dengan penuh percaya diri. […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

    KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Penutupan 40 Perlintasan Liar hingga Agustus 2026

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PT KAI (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui program penutupan dan penanganan perlintasan sebidang liar di wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Hingga Agustus 2026, KAI Daop 1 Jakarta menargetkan penutupan sebanyak 40 titik perlintasan liar yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Program […]

  • MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

    MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 April 2026 – Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant. Fitur ini berfungsi sebagai asisten AI yang membantu pengguna secara langsung selama online meeting, sehingga percakapan menjadi lebih efektif dan terarah. Tingginya pergantian karyawan dan perbedaan performa, terutama di tim sales dan customer […]

  • Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

    Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Rangka atap tiba-tiba terlihat turun di tengah? Kuda-kuda terasa tidak simetris? Atau setelah beberapa bulan dipasang, struktur mulai melengkung perlahan? Kalau itu terjadi, besar kemungkinan masalahnya bukan pada tukangnya tapi pada spesifikasi Besi CNP yang digunakan. Di lapangan, banyak proyek gudang, kanopi, workshop, hingga bangunan komersial mengalami penurunan performa struktur karena salah memilih ukuran CNP […]

  • Pemerintah Provinsi Sulut Dorong Penguatan Pembinaan Basket Lewat Monitoring Porprov XII

    Pemerintah Provinsi Sulut Dorong Penguatan Pembinaan Basket Lewat Monitoring Porprov XII

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MANADO, reputasiplus.com — Perkembangan atlet bola basket Sulawesi Utara menunjukkan peningkatan signifikan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII, yang digelar di kompleks KONI Sario, Manado. Hal ini terlihat saat Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus meninjau langsung pertandingan cabang olahraga basket yang mempertemukan tim Talaud dan Minahasa Utara pada Jumat (21/11/2025). Gubernur menyaksikan jalannya pertandingan […]

  • Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

    Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Mengelola tagihan bulanan dengan baik dapat membantu menghindari denda keterlambatan, menjaga arus kas tetap sehat, dan membuat keuangan lebih terencana. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mencatat jadwal jatuh tempo, rutin cek tagihan listrik bulanan, serta memanfaatkan layanan pembayaran digital agar proses pembayaran menjadi lebih praktis. Saat ini, berbagai kebutuhan seperti listrik, air, […]

expand_less