Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Di pasar saham, ada satu pedoman investasi yang jarang meleset: ketika para nahkoda kapal memborong tiket, itu tandanya kapal siap berlayar cepat. Saat ini, kita sedang menyaksikan momentum langka di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di tengah fluktuasi pasar awal tahun 2026, alih-alih bersikap defensif, jajaran petinggi BCA justru agresif menyerok saham mereka sendiri.

Ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah eksekusi strategi buy on weakness—membeli aset premium saat harganya sedang terdiskon. Aksi borong ini menjadi bukti kuat bahwa pihak yang paling memahami kondisi “dapur” perusahaan memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang BCA.

Mari kita bedah fakta di lapangan pada kuartal I 2026. Angka miliaran rupiah ini dikeluarkan langsung dari kantong pribadi para direksi dan manajemen:

* Hendra Lembong: Menambah amunisi secara masif dengan dana hingga Rp7,93 miliar.

* John Kosasih (Wakil Presiden Direktur): Mengeksekusi pembelian senilai Rp4,37 miliar pada Maret 2026.

* Vera Eve Lim: Mengeluarkan dana segar Rp3,84 miliar untuk mempertebal kepemilikan.

* Santoso (Direktur): Mengunci posisi dengan total nilai transaksi Rp3,46 miliar pada Maret 2026.

* Frenkie Candra Kusuma (Managing Director): Mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2025.

* Lianawaty Suwono (Direktur): Memborong 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar di akhir Januari 2026 justru saat pasar sedang bergejolak.

Jika orang-orang nomor satu di bank paling profitable di Indonesia ini melihat harga saat ini sebagai peluang emas, mengapa investor ritel justru ragu?

Valuasi Tidak Masuk Akal: BCA Lebih Murah dari Bank Digital

Keyakinan manajemen ini sangat sejalan dengan realitas valuasi sahamnya saat ini. Namun ukuran yang lebih tepat untuk membandingkan saham bank bukan lagi PBV, melainkan PER (Price to Earnings Ratio), karena PER menunjukkan berapa lama investor “membayar” harga saham dari laba yang dihasilkan perusahaan.

Pengamat pasar modal Rendy Yefta mangatakan saat ini, saham BBCA hanya diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali. Artinya, investor hanya membayar 15 tahun laba untuk memiliki bank terbesar, paling efisien, dan paling konsisten mencetak keuntungan di Indonesia. Sekarang bandingkan dengan Bank Jago (ARTO). Saham ARTO diperdagangkan di sekitar PER 64 kali. Dengan kata lain, investor harus membayar valuasi lebih dari 4 kali lebih mahal dibanding BBCA untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan.

Yang membuat situasinya terasa “gila” adalah kemampuan mencetak laba antara kedua bank tersebut sangat berbeda. BCA sudah terbukti mampu menghasilkan laba puluhan triliun rupiah secara konsisten dan bertumbuh cepat. Bahkan bila dibandingkan dari kemampuan memperbesar laba 5 kali lipat, secara realistis BCA justru berpotensi mencapainya lebih cepat dibanding ARTO karena basis bisnisnya sudah besar, jaringan kuat, CASA dominan, dan profit terus naik setiap tahun.

Jadi pertanyaannya sederhana: mengapa bank digital yang masih jauh lebih kecil, labanya lebih rendah, dan risikonya lebih tinggi justru dihargai 64 kali laba, sementara BCA yang jauh lebih mapan hanya dihargai 15 kali laba? Fenomena inilah yang disebut “salah harga”. Pasar seolah sedang memberi diskon besar kepada saham BBCA. Ketika investor mulai menyadari ketimpangan ini, biasanya yang terjadi adalah valuasi BBCA akan naik kembali menuju level yang lebih wajar.

Potensi Capital Gain Besar di Depan Mata

Valuasi murah ini dikombinasikan dengan sinyal akumulasi “orang dalam” hanya bermuara pada satu kesimpulan: saham BBCA sedang memasang kuda-kuda untuk rebound kencang. Mengambil BBCA di harga sekarang ibarat membeli properti premium di lokasi terbaik saat sedang dijual diskon.

Jika BBCA saja kembali dihargai sedikit lebih tinggi, misalnya PER 18–20 kali seperti rata-rata historisnya, maka harga sahamnya berpotensi naik signifikan dari level sekarang. Target menembus Rp10.000 per lembar dalam beberapa bulan menjadi skenario yang sangat realistis. Jangan lupa, rekor All-Time High saham ini pernah nyaris menyentuh Rp11.000 per lembar. Artinya, ruang kenaikan masih terbuka lebar. Risiko relatif kecil karena fundamentalnya sangat kuat, sementara potensi keuntungannya besar karena valuasinya masih terlalu murah.

Kesempatan membeli saham raja perbankan dengan harga “diskon” tidak datang setiap hari. Manajemen sudah memberi sinyal dengan uang miliaran rupiah. Valuasi PER juga menunjukkan bahwa BBCA jauh lebih murah dibanding bank digital seperti ARTO.

Keputusan sekarang ada di tangan investor: membeli ketika pasar masih ragu, atau baru ikut masuk ketika harga BBCA sudah kembali terbang di atas Rp10.000 per lembar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan  Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

    Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Cilegon, 22 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara industri strategis nasional dengan dunia akademik sebagai langkah nyata membangun kemandirian industri dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam agenda industry visit dan kuliah umum bertajuk “Kuliah Kerja Dalam […]

  • SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

    SUCOFINDO Tebar Semangat Berbagi melalui Penyembelihan Kurban Serentak di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Mei 2026 – Memperingati Hari Idul Adha 1447 Hijriah, PT SUCOFINDO (PERSERO) melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban secara serentak di kantor pusat, cabang, dan unit pelayanan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekaligus bentuk implementasi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga perusahaan. Pada […]

  • Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

    Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA — Indonesia menghadapi sebuah paradoks, menguasai 3% cadangan tembaga dunia, tetapi masih mengimpor bahan baku amunisi dari luar negeri. Kondisi itu kini mendorong sinergi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan untuk membangun kemandirian dari hulu ke hilir. Data Kementerian Investasi/BKPM menempatkan Indonesia di urutan ketujuh cadangan tembaga dunia dan ke-11 dalam produksi tambang. Namun, […]

  • Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Gelar Konsultasi Tahunan 2025, Michaela Paruntu Tegaskan Pentingnya Refleksi dan Inovasi Pelayanan

    Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Gelar Konsultasi Tahunan 2025, Michaela Paruntu Tegaskan Pentingnya Refleksi dan Inovasi Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Manado, Reputasiplus.com — Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Dalam semangat kebersamaan dan tanggung jawab pelayanan, Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM melaksanakan Konsultasi Tahunan Tahun 2025 pada Jumat-Sabtu, 3-4 Oktober 2025, bertempat di Jemaat GMIM “Sion” Ranomuut, Wilayah Manado Timur Dua. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus Komisi Pelayanan Remaja dari berbagai wilayah pelayanan […]

  • HSB Investasi Dinobatkan sebagai Best OTC Broker dan GOFX Broker oleh ICDX

    HSB Investasi Dinobatkan sebagai Best OTC Broker dan GOFX Broker oleh ICDX

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    ICDX menobatkan HSB Investasi sebagai Best OTC Broker dan GOFX Broker dalam ajang penghargaan bulanan atas keunggulan transparansi, kecepatan eksekusi, serta inovasi digital dalam layanan trading. PT Handal Semesta Berjangka (HSB Investasi), perusahaan pialang berjangka berizin resmi BAPPEBTI, kembali menorehkan prestasi dengan dinobatkan sebagai salah satu “Best OTC Broker” sekaligus “GOFX Broker” oleh Indonesia Commodity […]

  • Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Kapasitas SDM & Sistem Kerja di LRT Jabodebek

    Bulan K3 Nasional 2026, KAI Perkuat Kapasitas SDM & Sistem Kerja di LRT Jabodebek

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Melalui momentum Bulan K3 Nasional 2026, KAI memperkuat budaya keselamatan kerja di LRT Jabodebek guna menjaga keandalan operasional dan keamanan perjalanan masyarakat. Setiap hari, ribuan masyarakat mengandalkan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi utama menuju pusat aktivitas. Di balik kelancaran perjalanan tersebut, keselamatan kerja para petugas menjadi fondasi utama yang memastikan sistem berjalan andal dan aman […]

expand_less