Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Di pasar saham, ada satu pedoman investasi yang jarang meleset: ketika para nahkoda kapal memborong tiket, itu tandanya kapal siap berlayar cepat. Saat ini, kita sedang menyaksikan momentum langka di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Di tengah fluktuasi pasar awal tahun 2026, alih-alih bersikap defensif, jajaran petinggi BCA justru agresif menyerok saham mereka sendiri.

Ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah eksekusi strategi buy on weakness—membeli aset premium saat harganya sedang terdiskon. Aksi borong ini menjadi bukti kuat bahwa pihak yang paling memahami kondisi “dapur” perusahaan memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang BCA.

Mari kita bedah fakta di lapangan pada kuartal I 2026. Angka miliaran rupiah ini dikeluarkan langsung dari kantong pribadi para direksi dan manajemen:

* Hendra Lembong: Menambah amunisi secara masif dengan dana hingga Rp7,93 miliar.

* John Kosasih (Wakil Presiden Direktur): Mengeksekusi pembelian senilai Rp4,37 miliar pada Maret 2026.

* Vera Eve Lim: Mengeluarkan dana segar Rp3,84 miliar untuk mempertebal kepemilikan.

* Santoso (Direktur): Mengunci posisi dengan total nilai transaksi Rp3,46 miliar pada Maret 2026.

* Frenkie Candra Kusuma (Managing Director): Mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak Maret 2025.

* Lianawaty Suwono (Direktur): Memborong 300.000 saham senilai Rp2,1 miliar di akhir Januari 2026 justru saat pasar sedang bergejolak.

Jika orang-orang nomor satu di bank paling profitable di Indonesia ini melihat harga saat ini sebagai peluang emas, mengapa investor ritel justru ragu?

Valuasi Tidak Masuk Akal: BCA Lebih Murah dari Bank Digital

Keyakinan manajemen ini sangat sejalan dengan realitas valuasi sahamnya saat ini. Namun ukuran yang lebih tepat untuk membandingkan saham bank bukan lagi PBV, melainkan PER (Price to Earnings Ratio), karena PER menunjukkan berapa lama investor “membayar” harga saham dari laba yang dihasilkan perusahaan.

Pengamat pasar modal Rendy Yefta mangatakan saat ini, saham BBCA hanya diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali. Artinya, investor hanya membayar 15 tahun laba untuk memiliki bank terbesar, paling efisien, dan paling konsisten mencetak keuntungan di Indonesia. Sekarang bandingkan dengan Bank Jago (ARTO). Saham ARTO diperdagangkan di sekitar PER 64 kali. Dengan kata lain, investor harus membayar valuasi lebih dari 4 kali lebih mahal dibanding BBCA untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan.

Yang membuat situasinya terasa “gila” adalah kemampuan mencetak laba antara kedua bank tersebut sangat berbeda. BCA sudah terbukti mampu menghasilkan laba puluhan triliun rupiah secara konsisten dan bertumbuh cepat. Bahkan bila dibandingkan dari kemampuan memperbesar laba 5 kali lipat, secara realistis BCA justru berpotensi mencapainya lebih cepat dibanding ARTO karena basis bisnisnya sudah besar, jaringan kuat, CASA dominan, dan profit terus naik setiap tahun.

Jadi pertanyaannya sederhana: mengapa bank digital yang masih jauh lebih kecil, labanya lebih rendah, dan risikonya lebih tinggi justru dihargai 64 kali laba, sementara BCA yang jauh lebih mapan hanya dihargai 15 kali laba? Fenomena inilah yang disebut “salah harga”. Pasar seolah sedang memberi diskon besar kepada saham BBCA. Ketika investor mulai menyadari ketimpangan ini, biasanya yang terjadi adalah valuasi BBCA akan naik kembali menuju level yang lebih wajar.

Potensi Capital Gain Besar di Depan Mata

Valuasi murah ini dikombinasikan dengan sinyal akumulasi “orang dalam” hanya bermuara pada satu kesimpulan: saham BBCA sedang memasang kuda-kuda untuk rebound kencang. Mengambil BBCA di harga sekarang ibarat membeli properti premium di lokasi terbaik saat sedang dijual diskon.

Jika BBCA saja kembali dihargai sedikit lebih tinggi, misalnya PER 18–20 kali seperti rata-rata historisnya, maka harga sahamnya berpotensi naik signifikan dari level sekarang. Target menembus Rp10.000 per lembar dalam beberapa bulan menjadi skenario yang sangat realistis. Jangan lupa, rekor All-Time High saham ini pernah nyaris menyentuh Rp11.000 per lembar. Artinya, ruang kenaikan masih terbuka lebar. Risiko relatif kecil karena fundamentalnya sangat kuat, sementara potensi keuntungannya besar karena valuasinya masih terlalu murah.

Kesempatan membeli saham raja perbankan dengan harga “diskon” tidak datang setiap hari. Manajemen sudah memberi sinyal dengan uang miliaran rupiah. Valuasi PER juga menunjukkan bahwa BBCA jauh lebih murah dibanding bank digital seperti ARTO.

Keputusan sekarang ada di tangan investor: membeli ketika pasar masih ragu, atau baru ikut masuk ketika harga BBCA sudah kembali terbang di atas Rp10.000 per lembar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciara Jadi Inisiator Body Salve Kemangi Pertama di Indonesia, Hadirkan Inovasi Body Care Berbasis Bahan Lokal dan Riset Ilmiah

    Ciara Jadi Inisiator Body Salve Kemangi Pertama di Indonesia, Hadirkan Inovasi Body Care Berbasis Bahan Lokal dan Riset Ilmiah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Ciara tidak hanya fokus pada kecantikan, tapi juga mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Produk-produk Ciara dibuat dengan bahan alami dan organik yang aman digunakan tanpa kandungan kimia berbahaya. Ciara berkomitmen penuh terhadap keberlanjutan dan etika dalam setiap aspek bisnis. Bahan-bahan produk diperoleh dari sumber yang bertanggung jawab dan mendukung pertanian lokal, dengan fokus […]

  • Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur

    Jangan Nekat Ngabuburit di Rel! KAI Daop 9 Jember Intensifkan Patroli Udara dan Penertiban Jalur

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperketat pengawasan di sepanjang jalur kereta api. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta masyarakat, terutama mengantisipasi tradisi ‘ngabuburit’ di sekitar rel yang berisiko tinggi. Jember, 20 Februari 2026 – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT […]

  • loan

    loan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan digital yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat. Melalui super apps BRImo, BRI menyediakan berbagai kemudahan transaksi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan finansial nasabah secara praktis dalam satu aplikasi. BRImo hadir sebagai solusi layanan perbankan modern yang selaras dengan gaya hidup digital saat ini. Nasabah […]

  • Momentum Baru Setelah Idul Fitri, BRI Finance Ajak Talenta Profesional Bergabung

    Momentum Baru Setelah Idul Fitri, BRI Finance Ajak Talenta Profesional Bergabung

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Maret 2026 – Sebagai bagian dari Bank Rakyat Indonesia, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat perannya sebagai penyedia solusi pembiayaan yang inovatif dan kredibel di Indonesia. Memasuki pertengahan kuartal I tahun 2025, BRI Finance membuka peluang karier bagi talenta profesional melalui posisi Relationship Manager (RM) Konsumer dan Relationship Manager (RM) Komersial […]

  • Dukung Stimulus Pemerintah 30 Persen, KAI Daop 9 Jember Siapkan 28.032 Tempat Duduk

    Dukung Stimulus Pemerintah 30 Persen, KAI Daop 9 Jember Siapkan 28.032 Tempat Duduk

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KAI Daop 9 Jember menyiapkan total 28.032 tempat duduk (seat) bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan kereta api dengan tarif yang lebih terjangkau, khususnya pada periode menjelang dan selama arus mudik Lebaran 2026. Jember, 11 Februari 2026 — Pemerintah memperkuat stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 melalui kebijakan pengelolaan mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri. […]

  • Pelindo Multi Terminal Hadir di Universitas Al Azhar, Jembatani Dunia Pendidikan & Industri Pelabuhan

    Pelindo Multi Terminal Hadir di Universitas Al Azhar, Jembatani Dunia Pendidikan & Industri Pelabuhan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Medan, Januari 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memperkuat komitmen keberlanjutan dan ketahanan operasional pelabuhan dengan hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Ceremony MoU dan MoA serta Kuliah Tamu bertajuk “Sinergi BMKG–Pelabuhan dalam Ketahanan Lingkungan Berbasis Cuaca” bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan […]

expand_less