Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang belum berpihak pada penguatan logam mulia. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren penurunan, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi teknikal, kondisi pasar mengindikasikan bahwa emas tengah berada dalam fase bearish yang cukup solid. Hal ini tercermin dari posisi harga yang masih bergerak di bawah indikator Moving Average periode 21 dan 34. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang menahan setiap upaya kenaikan harga. Selama harga belum mampu menembus area tersebut secara meyakinkan, peluang untuk terjadinya pembalikan tren masih tergolong kecil.

Pergerakan harga sebelumnya sempat menunjukkan adanya koreksi naik, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Setelah itu, harga kembali membentuk pola lower high dan lower low yang mengonfirmasi keberlanjutan tren turun. Dengan struktur pasar seperti ini, tekanan jual dinilai masih mendominasi, sehingga membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.

Dalam proyeksi teknikal, harga emas diperkirakan akan menguji area support terdekat di level 4.669. Level ini menjadi titik penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar karena dapat menjadi penentu arah selanjutnya. Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan terbuka hingga mencapai area 4.607 sebagai target berikutnya. Area ini dipandang sebagai support lanjutan yang berpotensi menjadi titik konsolidasi sementara sebelum harga menentukan arah baru.

Meski tren bearish masih dominan, peluang terjadinya koreksi teknikal tetap ada. Pergerakan harga dalam tren turun umumnya tidak berlangsung secara linear, melainkan diselingi oleh fase pullback. Namun demikian, selama tidak ada sinyal pembalikan yang kuat—seperti breakout signifikan di atas resistance dinamis—maka koreksi yang terjadi cenderung bersifat sementara dan berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang terus menunjukkan dominasi. Menguatnya dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung melemah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju kenaikan emas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi turut memperburuk sentimen terhadap emas. Suku bunga yang tinggi meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi pemerintah. Akibatnya, investor cenderung mengalihkan dana dari emas ke aset yang menawarkan return lebih kompetitif.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas. Dalam kondisi ini, investor akan lebih memilih instrumen yang memberikan pendapatan tetap dibandingkan menyimpan aset yang tidak menghasilkan bunga. Hal ini semakin memperkuat tekanan terhadap harga emas di pasar global.

Di sisi lain, kondisi pasar keuangan yang cenderung stabil atau berada dalam mode risk-on turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor merasa lebih percaya diri terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas biasanya menurun. Faktor ini menjadi tambahan tekanan yang membuat harga emas sulit untuk bangkit dalam jangka pendek.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas hari ini masih berpotensi melanjutkan tren penurunan dengan target utama di level 4.669 dan kemungkinan pelemahan lanjutan menuju 4.607. Selama harga belum mampu menembus resistance kunci, prospek jangka pendek emas diperkirakan tetap berada dalam bayang-bayang tekanan bearish yang cukup kuat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50%

    Bittime Mining Points Resmi Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50%

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Maret 2026 – Kampanye Bittime Mining Points resmi berakhir pada 5 Maret 2026, dengan total volume perdagangan di Bittime yang meningkat hingga lebih dari 50% sepanjang periode kampanye berlangsung. Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Pada puncak aktivitasnya, momentum perdagangan harian bahkan sempat melonjak […]

  • Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

    Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta,  14 April 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025 melalui peningkatan pada sejumlah lini usahanya. Perbaikan kinerja operasional tersebut menjadi pondasi penting dalam memperkuat arah transformasi perusahaan sebagai entitas yang mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / Kawasan pendukung dalam menghadirkan Solusi layanan yang efektif dan efisien […]

  • KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 24 Maret 2026 – PT KAI Daop 2 Bandung tidak hanya mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026, namun juga menghadirkan layanan Kereta Api Lokal yang menjadi andalan masyarakat, yakni KA Siliwangi dengan relasi Cipatat – Sukabumi pulang pergi (PP). Kehadiran KA lokal ini menjadi solusi mobilitas yang terjangkau […]

  • SUCOFINDO Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa

    SUCOFINDO Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Juli 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) mendukung penguatan peran perempuan dalam pembangunan desa melalui peluncuran Program Srikandi Jaga Desa, sebuah inisiatif yang digagas oleh Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sebagai gerakan kolaboratif untuk mendorong desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Peluncuran program tersebut dihadiri oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri […]

  • Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

    Unitree G1: Robot Humanoid untuk Riset AI dan Pengembangan Robotika

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Riset embodied AI dan pengembangan algoritma robotika membutuhkan platform fisik yang bisa menguji kontrol gerak, persepsi, dan interaksi secara langsung di hardware nyata. Platform simulasi tidak selalu mencerminkan kompleksitas yang dihadapi sistem robotik di lingkungan fisik yang tidak terstruktur. Unitree G1 EDU hadir sebagai platform robot humanoid yang dirancang untuk kebutuhan riset AI dan pengembangan […]

  • Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

    Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta — Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era […]

expand_less