Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

Harga Emas Terseret Sentimen Global, Potensi Koreksi Masih Terbuka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya kombinasi sentimen teknikal dan fundamental yang belum berpihak pada penguatan logam mulia. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengungkapkan bahwa pasangan XAU/USD saat ini menunjukkan kecenderungan melanjutkan tren penurunan, setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dari sisi teknikal, kondisi pasar mengindikasikan bahwa emas tengah berada dalam fase bearish yang cukup solid. Hal ini tercermin dari posisi harga yang masih bergerak di bawah indikator Moving Average periode 21 dan 34. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang menahan setiap upaya kenaikan harga. Selama harga belum mampu menembus area tersebut secara meyakinkan, peluang untuk terjadinya pembalikan tren masih tergolong kecil.

Pergerakan harga sebelumnya sempat menunjukkan adanya koreksi naik, namun momentum tersebut tidak bertahan lama. Setelah itu, harga kembali membentuk pola lower high dan lower low yang mengonfirmasi keberlanjutan tren turun. Dengan struktur pasar seperti ini, tekanan jual dinilai masih mendominasi, sehingga membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek.

Dalam proyeksi teknikal, harga emas diperkirakan akan menguji area support terdekat di level 4.669. Level ini menjadi titik penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar karena dapat menjadi penentu arah selanjutnya. Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan terbuka hingga mencapai area 4.607 sebagai target berikutnya. Area ini dipandang sebagai support lanjutan yang berpotensi menjadi titik konsolidasi sementara sebelum harga menentukan arah baru.

Meski tren bearish masih dominan, peluang terjadinya koreksi teknikal tetap ada. Pergerakan harga dalam tren turun umumnya tidak berlangsung secara linear, melainkan diselingi oleh fase pullback. Namun demikian, selama tidak ada sinyal pembalikan yang kuat—seperti breakout signifikan di atas resistance dinamis—maka koreksi yang terjadi cenderung bersifat sementara dan berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh pelaku pasar.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang terus menunjukkan dominasi. Menguatnya dolar membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung melemah. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menahan laju kenaikan emas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi turut memperburuk sentimen terhadap emas. Suku bunga yang tinggi meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil, seperti obligasi pemerintah. Akibatnya, investor cenderung mengalihkan dana dari emas ke aset yang menawarkan return lebih kompetitif.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas. Dalam kondisi ini, investor akan lebih memilih instrumen yang memberikan pendapatan tetap dibandingkan menyimpan aset yang tidak menghasilkan bunga. Hal ini semakin memperkuat tekanan terhadap harga emas di pasar global.

Di sisi lain, kondisi pasar keuangan yang cenderung stabil atau berada dalam mode risk-on turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor merasa lebih percaya diri terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas biasanya menurun. Faktor ini menjadi tambahan tekanan yang membuat harga emas sulit untuk bangkit dalam jangka pendek.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas hari ini masih berpotensi melanjutkan tren penurunan dengan target utama di level 4.669 dan kemungkinan pelemahan lanjutan menuju 4.607. Selama harga belum mampu menembus resistance kunci, prospek jangka pendek emas diperkirakan tetap berada dalam bayang-bayang tekanan bearish yang cukup kuat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Delapan Pelabuhan Ikuti GSPI ASRI 2026, Menko Pangan: Green and Smart Port Perkuat Efisiensi Logistik Pangan

    Delapan Pelabuhan Ikuti GSPI ASRI 2026, Menko Pangan: Green and Smart Port Perkuat Efisiensi Logistik Pangan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Gresik, 15 Juli 2026 – Antusiasme operator pelabuhan dalam mengadopsi konsep Green and Smart Port (GSP) terus meningkat. Hal itu tercermin dari keikutsertaan delapan pelabuhan dalam Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program asesmen yang mendorong transformasi pelabuhan menjadi lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan ramah lingkungan. Program yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan […]

  • Wujudkan Jaminan Keamanan Produk, KAI Logistik Kantongi Sertifikasi Halal di Tiga Titik Distribusi Utama Retail

    Wujudkan Jaminan Keamanan Produk, KAI Logistik Kantongi Sertifikasi Halal di Tiga Titik Distribusi Utama Retail

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KAI Logistik kembali memperkuat perannya dalam rantai pasok halal nasional dengan meraih Sertifikat Halal untuk layanan pengiriman barang retail. Sertifikasi ini secara spesifik diberikan pada layanan KALOG Express di tiga titik distribusi dengan arus barang yang masif, yakni Service Point KALOG Express Jakarta Gudang, Semarang Poncol, dan Surabaya Kota. Inisiatif ini membuka fase baru dalam […]

  • Lebaran Segera Tiba, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Penjulan Tiket Masa Angkutan Lebaran 2026

    Lebaran Segera Tiba, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Penjulan Tiket Masa Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 23 Januari 2026 – Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap, sehingga masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026 nanti. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, […]

  • Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan

    Dukung Gerakan Satu Juta Pohon, KAI Logistik Konsisten Tegaskan Komitmen Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung program nasional Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap tanggal 10 Januari, KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang secara konsisten dijalankan di berbagai wilayah operasional. […]

  • BRI Finance Jaga Strategi Pendanaan Tetap Optimal di Tengah Kenaikan BI-Rate

    BRI Finance Jaga Strategi Pendanaan Tetap Optimal di Tengah Kenaikan BI-Rate

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Juni 2026 – Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75% menjadi salah satu faktor yang terus dicermati oleh pelaku industri pembiayaan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran. Di tengah dinamika tersebut, perusahaan pembiayaan dituntut untuk semakin adaptif […]

  • Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

    Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta (20/4) – Melalui anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menguatkan sector operasi manufaktur baja. Penguatan operasi ini menjadi bagian dari keberhasilan Krakatau Steel dalam mencatatkan kinerja positif di tahun 2025. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) […]

expand_less