Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar

PT Info Tekno Siaga (Adapundi) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab melalui kegiatan literasi dan inklusi keuangan bertema “Kupas Inovasi Keuangan Digital: Dorong Inklusi dan Literasi Bersama Pindar” yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.

Kegiatan ini menyasar dua segmen strategis, yakni mahasiswa jurusan pariwisata dan pelaku UMKM di Bali. Fokus tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan tingkatan literasi keuangan pada kelompok masyarakat produktif.

Literasi Keuangan: Fondasi Inklusi Keuangan yang Berkelanjutan

Meski akses terhadap layanan keuangan digital semakin luas, pemahaman masyarakat dalam menggunakannya secara tepat dan aman masih perlu terus diperkuat. Tantangan tersebut terlihat dari masih adanya aduan terkait pinjaman online ilegal yang datang dari berbagai kelompok masyarakat.

YLPK Bali pada 2023 bahkan pernah menyampaikan bahwa aduan soal pinjol ilegal datang dari beragam kalangan, mulai dari mahasiswa hingga korban PHK, dan pada puncaknya pernah mencapai sekitar 200-an laporan dalam sehari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan tetap menjadi kebutuhan penting, termasuk di Bali yang memiliki keterkaitan erat dengan industri pariwisata. Dalam konteks ini, penguatan pemahaman keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi semakin relevan agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, serta menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Meski demikian, tingginya akses belum selalu diikuti oleh pemahaman yang merata mengenai cara menggunakan layanan keuangan secara tepat. Kesenjangan ini menjadi penting untuk diperhatikan, terutama di kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM yang semakin dekat dengan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Terutama bagi Bali yang kuat dengan industri pariwista, peningkatan literasi keuangan bagi mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi penting agar mereka lebih siap mengelola keuangan, memanfaatkan pembiayaan secara produktif, dan menghadapi dinamika ekonomi daerah secara lebih bijak.

Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Adapundi sebagai pinjaman daring yang legal dan berizin OJK, memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyediakan akses pembiayaan. Industri juga perlu mengambil bagian dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan tanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital.

Adapundi berharap masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan finansial, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara tepat.

Achmad Indrawan, selaku Direktur Utama Adapundi, yang menjadi pembicara dalam kegiatan literasi kali ini mengatakan,“Keputusan finansial hari ini, menentukan masa depan kita. Melalui literasi finansial yang dihadirkan Adapundi, kami berharap mahasiswa dan UMKM bisa lebih mindful dalam meminjam—lebih bijak, lebih bertanggung jawab, dan membangun perjalanan finansial yang sehat ke depan.”

Bagi kalangan mahasiswa, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak dini menjadi semakin relevan. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola arus kas, serta memahami konsekuensi dari keputusan pinjaman merupakan bagian penting dari pembentukan perilaku finansial yang sehat.

Karena itu, program edukasi keuangan yang menyasar generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi keuangan masyarakat di masa depan.

Mahasiswa dan UMKM Rasakan Manfaat Langsung Program Edukasi Finansial dari Adapundi

Kegiatan literasi keuangan dari Adapundi ini disambut positif oleh para peserta acara. Hal ini terlihat dari antusiasme dan keterlibatan aktif mereka selama acara berlangsung. Para peserta merasa program ini mampu memberikan rasa aman di tengah maraknya tawaran pinjaman ilegal.

Materi yang disampaikan membantu peserta memahami cara memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bijak, mengenali pentingnya memilih layanan yang legal dan terpercaya, serta mendorong penggunaan pembiayaan untuk kebutuhan yang produktif.

Bagi mahasiswa dan pelaku UMKM di Bali, pemahaman tersebut menjadi semakin relevan. Sebagai kelompok produktif yang terhubung dengan dinamika ekonomi daerah yang kuat di industri pariwisata, keduanya membutuhkan literasi keuangan yang memadai agar lebih siap mengelola keuangan, mengambil keputusan finansial secara terukur, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bertanggung jawab.

Bany Idris Susilo Wijaya, Ketua BEM Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, menyatakan,“Program ini sangat relevan bagi kami sebagai mahasiswa yang masih belajar mengelola keuangan. Kami jadi lebih memahami pentingnya memilih layanan keuangan yang legal dan bagaimana mengambil keputusan finansial secara lebih bijak ke depannya.”

Senada dengan hal tersebut, Satyuli Prihartati, seorang pelaku UMKM, merasa lebih percaya diri bahwa pinjaman daring bisa membantu dirinya mengembangkan usaha.

“Melalui literasi finansial seperti ini, saya jadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan pinjaman secara bijak untuk mendukung usaha. Program ini juga menjawab kekhawatiran saya dalam menggunakan layanan pinjaman daring, sehingga terasa lebih aman dan terarah dalam mengelola keuangan usaha.”, jelas Satyuli.

Tingkat Literasi Mendukung Strategi Bisnis yang Berkelanjutan

Adapundi memandang bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat perlu ditopang oleh ekosistem yang berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi guna mendukung penilaian kredit yang lebih inklusif sekaligus tetap menjaga kualitas portofolio.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak profil pengguna secara bertanggung jawab, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Dalam konteks tersebut, tingkat literasi keuangan memiliki peran yang sangat penting. Semakin baik tingkatan literasi keuangan masyarakat, semakin besar pula peluang terciptanya keputusan finansial yang rasional, pengelolaan pinjaman yang sehat, dan penggunaan pembiayaan yang produktif.

Pemahaman atas tingkatan literasi keuangan juga menjadi landasan penting untuk membangun ekosistem keuangan digital yang lebih kuat dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari ekosistem pinjaman daring di Indonesia yang telah dipercaya oleh 30 juta lebih pengguna, Adapundi meyakini bahwa akses keuangan yang luas perlu berjalan beriringan dengan pemahaman yang baik, sehingga manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku UMKM.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Harkamtibmas dan Bangun Kepercayaan Publik, Kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI

    Perkuat Harkamtibmas dan Bangun Kepercayaan Publik, Kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Kupang, NTT, 23 April 2026 – Suasana berbeda terasa di Bandara El Tari, Kupang, Rabu (22/4/2026). Kedatangan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum yang memperlihatkan kuatnya kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. dalam menjaga harkamtibmas serta membangun arah penegakan hukum yang semakin […]

  • Bukan Sekadar Gelar, BINUS Dorong Pendidikan Tinggi yang Siapkan Mahasiswa Siap Kerja

    Bukan Sekadar Gelar, BINUS Dorong Pendidikan Tinggi yang Siapkan Mahasiswa Siap Kerja

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, 1 April 2026 – Setiap tahun, ratusan ribu siswa di Indonesia bersaing memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri (PTN). Pada seleksi UTBK-SNBT 2025, lebih dari 860 ribu peserta mengikuti seleksi, sementara daya tampung hanya sekitar 284 ribu kursi. Artinya, kurang dari sepertiga peserta yang berhasil diterima. Persaingan yang ketat sering membuat banyak keluarga memandang keberhasilan […]

  • Hisense Kenalkan TV Flagship 116inci RGB MiniLED UXQ dan Laser Cinema L9Q di ASEAN Partner Conference 2026

    Hisense Kenalkan TV Flagship 116inci RGB MiniLED UXQ dan Laser Cinema L9Q di ASEAN Partner Conference 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Hisense mengadakan ASEAN 2026 Partner Conference di Kuala Lumpur, yang dihadiri oleh mitra, distributor, media dan KOL dari seluruh kawasan ASEAN. Mengusung tema “Innovating A Brighter Life, Win-Win for Future”, Hisense secara resmi meluncurkan rangkaian produk display flagship, termasuk 116inci RGB MiniLED UXQ TV—terbesar di dunia, Triple-Color Laser Cinema L9Q, serta Laser Projector XR10, sebagai […]

  • BINUS UNIVERSITY Konsisten Cetak Talenta Game Developer, Mahasiswa Game Application and Technology Tampil di Dua Ajang Bergengsi

    BINUS UNIVERSITY Konsisten Cetak Talenta Game Developer, Mahasiswa Game Application and Technology Tampil di Dua Ajang Bergengsi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika industri kreatif yang terus berkembang, kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional menjadi aspek penting dalam pendidikan tinggi. Tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas, mahasiswa dituntut untuk terlibat langsung dalam praktik industri, mengasah keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan berjejaring sejak masa perkuliahan. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University secara konsisten mendorong mahasiswa […]

  • Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

    Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com – Dalam langkah besar menuju sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mewajibkan penggunaan Payment ID dalam setiap transaksi keuangan mulai 17 Agustus 2025. Kebijakan ini mencakup seluruh transaksi perbankan, platform digital, dompet elektronik, hingga marketplace. Apa Itu Payment ID dan Mengapa Ini Penting? Payment ID adalah kode unik transaksi yang secara otomatis […]

  • Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

    Hilirisasi Tembaga Jadi Kunci Kemandirian Industri Pertahanan RI

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA — Indonesia menghadapi sebuah paradoks, menguasai 3% cadangan tembaga dunia, tetapi masih mengimpor bahan baku amunisi dari luar negeri. Kondisi itu kini mendorong sinergi antara sektor pertambangan dan industri pertahanan untuk membangun kemandirian dari hulu ke hilir. Data Kementerian Investasi/BKPM menempatkan Indonesia di urutan ketujuh cadangan tembaga dunia dan ke-11 dalam produksi tambang. Namun, […]

expand_less