Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda memperhatikan retakan halus yang tiba-tiba muncul di dinding atau kolom rumah, padahal bangunan tersebut baru berumur tiga atau lima tahun? Bagi banyak pemilik rumah, retak rambut atau retakan struktur sering dianggap sebagai “masalah tanah” atau “faktor cuaca”.

Padahal, jika dirunut secara teknis, masalah tersebut sering kali berakar dari dalam beton itu sendiri, tepatnya pada pemilihan dan pemasangan besi beton yang tidak tepat. Besi beton adalah otot bagi bangunan; jika ototnya bermasalah, kulit (dinding) pasti akan ikut pecah.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal terkait besi beton yang sering menyebabkan rumah “rewel” setelah beberapa tahun dihuni.

1. Fenomena “Besi Banci” (Diameter Tidak Standar)

Salah satu penyebab utama retak struktur adalah penggunaan besi yang tidak memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia), atau yang akrab disebut “besi banci” di lapangan. Besi ini biasanya dijual lebih murah karena diameternya lebih kecil dari yang tertera pada label.

Seorang praktisi pengawas proyek hunian menjelaskan risiko tersembunyi dari praktik penghematan ini.

“Banyak orang mengira selisih diameter 0,5 mm atau 1 mm itu sepele. Padahal, kapasitas beban besi itu dihitung berdasarkan luas penampang melingkarnya. Jika diameter berkurang sedikit saja, kemampuan besi menahan beban tarik berkurang drastis. Akibatnya, saat bangunan mulai ‘settling’ atau menerima beban perabotan penuh, beton akan retak karena besinya tidak kuat menahan tarikan struktur.”

2. Mengabaikan “Selimut Beton” (Beton Dekking)

Banyak tukang bangunan yang memasang besi tulangan terlalu mepet ke papan bekisting. Akibatnya, saat beton kering, posisi besi berada terlalu dekat dengan permukaan luar dinding atau kolom.

Kondisi ini sangat berbahaya karena besi tidak memiliki “selimut beton” yang cukup tebal untuk melindunginya dari udara dan kelembapan. Seorang ahli forensik bangunan menyoroti dampak jangka panjang dari kesalahan sepele ini.

“Besi yang terlalu dekat dengan permukaan luar akan mudah mengalami oksidasi. Udara dan air merembes masuk melalui pori-pori beton, memicu karat pada besi. Saat besi berkarat, volumenya memuai hingga dua kali lipat. Tekanan dari dalam ini akan mendorong beton keluar, menyebabkan beton pecah atau ‘spalling’, yang diawali dengan retakan memanjang searah besi di dalamnya.”

3. Salah Fungsi: Pakai Besi Polos untuk Tulangan Utama

Demi menekan biaya, sering kali ditemukan penggunaan besi beton polos untuk seluruh bagian rumah, termasuk pada kolom utama dan balok lantai dua. Padahal, besi polos memiliki daya lekat (bonding) yang jauh lebih rendah dibandingkan besi beton ulir.

Dalam struktur beton bertulang, besi dan beton harus bekerja sebagai satu kesatuan. Besi ulir memiliki sirip yang berfungsi “mengunci” beton agar tidak bergeser. Jika tulangan utama hanya menggunakan besi polos, saat terjadi beban puncak atau guncangan, risiko besi “tergelincir” di dalam beton sangat tinggi, yang memicu retakan besar pada struktur utama.

4. Jarak Begel (Sengkang) yang Terlalu Jarang

Begel atau sengkang berfungsi untuk menjaga agar tulangan utama tetap pada posisinya dan menahan gaya geser. Kesalahan yang sering terjadi adalah memasang begel dengan jarak yang terlalu lebar misalnya lebih dari 20 cm untuk kolom utama rumah tinggal demi menghemat jumlah besi.

Jarak begel yang terlalu renggang membuat tulangan utama menjadi “lemah” saat menahan beban tekan dari atas. Akibatnya, kolom bisa mengalami deformasi (melengkung sedikit), yang kemudian merambat menjadi retakan diagonal pada dinding yang menempel pada kolom tersebut.

Cara Menghindari Retak Bangunan di Masa Depan

Agar investasi rumah Anda tidak menjadi beban biaya renovasi di kemudian hari, pastikan beberapa hal berikut dilakukan saat pembangunan:

Gunakan Besi SNI Full: Selalu ukur diameter besi menggunakan alat caliper saat material tiba di lokasi proyek. Pastikan diameter aktual sesuai dengan spesifikasi teknis.

Pastikan Selimut Beton Minimal 2-3 cm: Gunakan “tahu beton” (beton dekking) untuk mengganjal besi agar posisinya berada tepat di tengah-tengah struktur, tidak menempel pada bekisting.

Kombinasi Polos dan Ulir: Gunakan besi ulir untuk tulangan utama (kolom dan balok) dan besi polos untuk sengkang (begel). Ini adalah standar efisiensi yang aman.

Perhatikan Detail Sambungan: Pastikan panjang tekukan besi (kait) dan panjang sambungan antar besi sudah sesuai standar agar distribusi beban merata.

Kesimpulan

Rumah yang kokoh bukan hanya soal semen yang banyak atau pasir yang bagus, tapi soal bagaimana besi di dalamnya bekerja dengan benar. Menghemat beberapa juta rupiah dengan membeli besi berkualitas rendah di awal proyek sering kali berujung pada biaya perbaikan yang mencapai puluhan juta rupiah beberapa tahun kemudian.

Ingat, dalam konstruksi, memperbaiki struktur yang sudah tertutup jauh lebih sulit dan mahal daripada membangunnya dengan benar sejak awal.

Apakah dinding rumah Anda mulai menunjukkan retakan di dekat sudut kolom atau balok? Segera periksa apakah itu retak rambut pada plesteran atau retak struktural yang membutuhkan penanganan serius.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA

    Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Imbauan ini disampaikan seiring dengan meningkatnya jumlah kejadian di perlintasan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data internal KAI Divre IV Tanjungkarang, tercatat sebanyak 43 kejadian di perlintasan pada tahun […]

  • Animo Masyarakat Tinggi, LRT Sumsel Catat 49.295 Penumpang pada Libur Isra Mikraj

    Animo Masyarakat Tinggi, LRT Sumsel Catat 49.295 Penumpang pada Libur Isra Mikraj

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Palembang, 23 Januari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator LRT Sumsel bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) mencatat capaian positif layanan LRT Sumsel selama masa libur panjang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Selama empat hari periode libur panjang, Kamis hingga Minggu (15–18 Januari 2026), LRT Sumsel melayani […]

  • K Mall Lanjutkan Keseruan Pop Culture Playground Bersama Komunitas

    K Mall Lanjutkan Keseruan Pop Culture Playground Bersama Komunitas

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Melanjutkan antusiasme pengunjung yang cukup tinggi terhadap rangkaian Pop Culture Playground sebelumnya, K Mall at Menara Jakarta kembali menghadirkan deretan aktivitas seru. Melanjutkan antusiasme pengunjung yang cukup tinggi terhadap rangkaian Pop Culture Playground sebelumnya, K Mall at Menara Jakarta kembali menghadirkan deretan aktivitas seru yang siap menjadi destinasi hiburan komunitas di bulan Mei 2026. Mengusung […]

  • BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% pada Semester I 2026

    BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Multiguna 44,74% pada Semester I 2026

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Juli 2026 – Di tengah berbagai kebutuhan finansial masyarakat yang semakin beragam, akses terhadap pembiayaan yang cepat, aman, dan fleksibel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai rencana, mulai dari renovasi rumah, biaya pendidikan, pengembangan usaha, hingga kebutuhan konsumtif lainnya. Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat layanan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

    Holding Perkebunan Nusantara Tegaskan Komitmen Net Zero Emission Lewat Pemanfaatan Limbah PKS Sei Tapung

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Tapung yang berada di bawah pengelolaan PTPN IV Regional III, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara terus mengoptimalkan pemanfaatan limbah hasil pengolahan kelapa sawit secara komprehensif sebagai bagian dari implementasi prinsip ekonomi sirkular dan praktik industri berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan tandan kosong (tankos) sebagai bahan pupuk organik […]

  • Di hadapan Presiden RI, Pertamina NRE Pamerkan PLTS Pulau Sembur Dukung Program PLTS 100 GWp

    Di hadapan Presiden RI, Pertamina NRE Pamerkan PLTS Pulau Sembur Dukung Program PLTS 100 GWp

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Bali untuk mempercepat transisi dan kemandirian energi nasional. Salah satu proyek pendukung yang turut diluncurkan adalah PLTS berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, yang dikembangkan oleh Pertamina NRE bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Koperasi. Fasilitas yang dilengkapi Battery Energy Storage System […]

expand_less