Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis ekologis yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kerusakan hutan, krisis air, tekanan pangan, dan ekspansi energi berbasis ekstraktif membentuk satu sistem krisis yang saling memperkuat dan berulang.

IEO 2026: Indonesia Terjebak Lingkaran Krisis Ekologis, Perlu Perubahan Tata Kelola Terpadu Indonesia menghadapi krisis ekologis yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kerusakan hutan, krisis air, tekanan pangan, dan ekspansi energi berbasis ekstraktif membentuk satu sistem krisis yang saling memperkuat dan berulang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Program Yayasan KEHATI, Gita Gemilang, saat memberi sambutan dalam Kuliah Umum Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4).

“Persoalan lingkungan di Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Ia saling terhubung dalam satu lingkaran krisis ekologis. Tanpa perubahan mendasar dalam tata kelola sumber daya alam, krisis ini akan terus berulang dan semakin dalam,” ujar Gita. 

IEO 2026 mencatat bahwa 99 persen bencana di Indonesia kini merupakan bencana hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya sistem penyangga kehidupan akibat tata kelola sumber daya alam yang belum berkelanjutan.

Penyusun IEO 2026, Muhamad Burhanudin, menambahkan bahwa krisis tersebut juga nyata terjadi di tingkat lokal, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tekanan terhadap air tanah, degradasi kawasan hulu, alih fungsi lahan, hingga ekspansi pariwisata dan infrastruktur menunjukkan ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Fenomena ini disebut sebagai “kanibalisme antar sektor”, di mana pertumbuhan satu sektor justru mengorbankan sektor lain. Deforestasi di hulu memperparah krisis air di hilir, sementara krisis air berdampak langsung pada produktivitas pangan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Yogyakarta adalah contoh nyata bagaimana krisis ekologis terjadi lintas sektor dalam satu lanskap. Tanpa tata kelola terpadu, satu sektor bisa mengorbankan yang lain,” kata Burhanudin yang juga Manajer Advokasi Kebijakan di Yayasan KEHATI.

IEO 2026 menekankan pentingnya pendekatan nexus yang mengintegrasikan pengelolaan hutan, air, pangan, dan energi sebagai solusi untuk memutus lingkaran krisis tersebut. Upaya ini mencakup pemulihan ekosistem hulu, pengelolaan air berkelanjutan, transformasi sistem pangan, serta pengendalian ekspansi sektor energi dan pembangunan.

Dalam forum ini, berbagai praktik baik juga disampaikan oleh komunitas lokal. Komunitas Banyu Bening menyoroti krisis air di Yogyakarta, Komunitas Ngargoretno menunjukkan praktik pengelolaan lanskap berbasis masyarakat, sementara LPTP Sragen mendorong agroforestry sebagai solusi integratif antara produksi pangan dan perlindungan hutan.

KEHATI menegaskan, arah kebijakan dalam lima tahun ke depan akan menjadi penentu: apakah Indonesia masuk dalam era bencana permanen atau mampu bertransformasi menuju pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. “Transformasi ekologis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tutup Burhanudin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    Follow Up Sering Terlewat? Pakai AI Agent Barantum Solusinya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak Lead Masuk, Tapi Follow Up Justru Terlewat Pernah merasa sudah mengeluarkan banyak biaya untuk iklan, tapi closing tidak sebanding dengan jumlah […]

  • First Lady Sulut Ani Andriani : “Brenti Jo Boros Pangan!” Ajak Warga Ubah Gaya Hidup dari Rumah

    First Lady Sulut Ani Andriani : “Brenti Jo Boros Pangan!” Ajak Warga Ubah Gaya Hidup dari Rumah

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ani Wandriani Selvanus, menyerukan gerakan “Stop Boros Pangan” sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan solidaritas sosial di masyarakat. ‎Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah, di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus dan didukung penuh oleh Tim Penggerak PKK Sulut. ‎Dalam sosialisasi […]

  • Mobilitas Masyarakat Meningkat, Gerbang Tol Kalikangkung Catat 20.907 Kendaraan Jelang Libur Isra Mikraj

    Mobilitas Masyarakat Meningkat, Gerbang Tol Kalikangkung Catat 20.907 Kendaraan Jelang Libur Isra Mikraj

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Semarang(16/01) Menjelang libur Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 2026, mobilitas masyarakat di Ruas Tol Batang–Semarang menunjukkan peningkatan. PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) mencatat adanya lonjakan volume lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada H-1 periode libur. Berdasarkan data volume kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung pada H-1 libur Isra Mikraj 2026 tercatat sebanyak 20.907 […]

  • FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

    FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Memasuki awal Februari 2026, pasar keuangan global menghadapi tekanan akibat dinamika geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS, serta koreksi tajam di pasar kripto dan logam mulia, yang memicu lonjakan volatilitas. FLOQ menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian risiko global, di mana investor perlu tetap disiplin, terukur, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Melalui edukasi dan […]

  • Cek Harga Pasang WiFi di Indonesia tanpa Bikin Kantong Kebobolan

    Cek Harga Pasang WiFi di Indonesia tanpa Bikin Kantong Kebobolan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Maret 2026 – Kalau bicara soal harga pasang wifi di rumah, banyak keluarga modern di Indonesia masih bergumam: “Berapa sih sebenarnya biaya yang harus saya siapkan supaya internet lancar tanpa drama buffering setiap hari?” Realitanya, keputusan untuk mulai pasang wifi bukan hanya soal koneksi cepat, tetapi soal kenyamanan hidup digital sehari-hari. Dengan semakin […]

  • Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent

    Barantum Percepat Respons Pelanggan dengan AI Agent

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Pernah ada momen saat calon pelanggan sudah chat, tapi tidak langsung dibalas. Beberapa menit kemudian, mereka hilang. Pindah ke kompetitor yang lebih […]

expand_less