Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta — Sulit rasanya melihat berita dunia belakangan ini tanpa dihantui perang, kelangkaan sumber daya, dan situasi politik yang penuh ketidakpastian. Banyak dari peristiwa itu terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari sehingga terkadang terasa lebih mudah untuk berpikir bahwa semua itu bukan urusan kita. Jarak sering membuat orang merasa dapat mengambil langkah menjauh dari suatu persoalan. Namun bagi aktivis lingkungan Konstantin Zulske, jarak bukan alasan untuk mengabaikannya.

Dari Jerman Timur ke India hingga Indonesia, Konstantin Zulske telah menempuh lebih dari 17.000 kilometer hanya dengan sepeda. Semua itu ia lakukan untuk mempromosikan Save Soil, sebuah gerakan yang mengangkat kesadaran mengenai degradasi tanah yang semakin cepat terjadi di berbagai belahan dunia. Selama perjalanannya, ia telah melakukan banyak wawancara, berkemah di ruang terbuka, melintasi negara-negara berbeda, serta bertemu orang-orang dari berbagai latar budaya yang ikut membentuk perjalanan hidup dan pemahamannya tentang makna gerakan ini. Saat ini, ia berada di Jakarta setelah menyelesaikan perjalanan di sejumlah wilayah Indonesia dan Bali. Wawancaranya bersama tim India News Desk di Taman Menteng menjadi salah satu titik terbaru dalam perjalanan panjangnya.

Bersepeda Melintasi Batas untuk Sebuah Misi Global

Save Soil awalnya didirikan oleh Sadhguru dan Isha Foundation sebagai upaya meningkatkan perhatian terhadap krisis degradasi tanah. Apa yang semula muncul sebagai isu lokal kemudian berkembang menjadi gerakan global dengan jutaan relawan di berbagai negara. Menurut Konstantin, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa sekitar 52 persen tanah produktif untuk pertanian di dunia telah mengalami degradasi, menciptakan dampak yang jauh melampaui sektor pertanian itu sendiri.

Bagi Konstantin, persoalan ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, migrasi, perubahan iklim, hingga stabilitas global.

“Semua orang berbicara tentang perubahan iklim dan krisis air. Namun hampir tidak ada yang membicarakan soal tanah,” ujarnya.

Keterlibatan Konstantin dalam gerakan ini terasa alami. Jauh sebelum perjalanan dimulai, bersepeda telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia mengaku terbiasa menempuh perjalanan jauh sejak masa sekolah hingga kuliah, bahkan sering bersepeda puluhan kilometer setiap hari. Ketika latar belakang akademiknya di bidang ilmu tanah bertemu dengan gerakan Save Soil, ia merasa menemukan perpaduan antara minat pribadi dan tujuan hidup.

“Saya suka bersepeda, saya suka menyelamatkan tanah. Jadi itulah yang mendorong saya melakukan sesuatu yang cukup gila,” katanya sambil tertawa.

Keputusan “gila” itu kemudian berkembang menjadi #cyclingforsoil, sebuah misi yang membawanya melintasi benua dan berbagai bentang alam.

Ketika ditanya mengenai bagian paling berkesan dari perjalanannya, Konstantin mengatakan banyak momen istimewa muncul justru saat ia sendirian. Di luar wawancara dan interaksi dengan masyarakat lokal, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memperhatikan perubahan lanskap yang ia lewati. Jalanan, pegunungan, garis pantai, hutan, hingga langit malam perlahan menjadi bagian dari kesehariannya.

Lanskap Indonesia, Keramahan Warga, dan Tantangan yang Tak Diduga

Meski perjalanan panjangnya dipenuhi berbagai tantangan, Konstantin justru menyebut Indonesia sebagai salah satu pengalaman tersulit secara fisik.

Setelah menghabiskan enam bulan di India untuk fokus pada yoga dan meditasi tanpa bersepeda, ia tiba di Jakarta dan langsung memulai perjalanan menuju Bandung melalui jalur Puncak. Di tengah perjalanan, ia mengalami gangguan pencernaan sekaligus nyeri hebat pada lutut saat harus menghadapi jalur menanjak.

Namun kesulitan di awal itu perlahan tergantikan oleh pengalaman-pengalaman yang membekas.

Saat pertama kali tiba di Jakarta bertepatan dengan perayaan Idulfitri, ia justru dikejutkan oleh suasana kota yang sangat sepi. Setelah datang dari Mumbai yang padat dan ramai, Jakarta yang lengang terasa sangat berbeda dari bayangannya.

Ketika mulai kembali bersepeda, ia merasakan antusiasme masyarakat Indonesia yang menurutnya sangat unik.

“Semua orang sangat antusias melihat saya,” katanya sambil tertawa saat mengingat bagaimana orang-orang meneriakkan “Mister!” dan “Bule!” berkali-kali sepanjang perjalanan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat mengunjungi Gunung Bromo. Melihat gunung berapi dari jarak dekat untuk pertama kalinya, lalu menuruni jalur menuju Probolinggo di bawah cahaya bulan, menjadi salah satu momen yang paling ia ingat. Ia menggambarkan perjalanan melewati garis pantai, jalanan yang diterangi bulan, hingga area dengan kunang-kunang sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

Ia juga memuji keramahan masyarakat Indonesia.

“Orang Indonesia sangat ramah dan menyenangkan,” ujarnya sambil tertawa.

Mulai dari sekolah, universitas, hingga warga yang membuka pintu rumah dan berbagi makanan dengannya, Konstantin merasa selalu diterima selama berada di Indonesia.

Perjalanan ke Dalam Diri dan Melampaui Batas

Menjelang akhir wawancara, Konstantin mengatakan pelajaran terbesarnya bukan sekadar tentang perjalanan fisik.

Bertahun-tahun menghabiskan waktu di jalan yang panjang dan sepi memberinya ruang untuk menghadapi banyak pikiran yang selama ini tenggelam di tengah rutinitas.

Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai perjalanan yang sangat personal, bahkan spiritual. Baginya, perjalanan itu menjadi kesempatan untuk memahami apa yang benar-benar ia inginkan dalam hidup dan hal-hal yang ternyata tidak terlalu ia perlukan.

Di luar refleksi pribadi, perjalanan juga mengubah cara pandangnya terhadap orang lain. Setelah mengunjungi berbagai negara, termasuk wilayah yang sering dikaitkan dengan ketegangan politik, ia menyadari bahwa manusia di mana pun memiliki harapan dan pergumulan yang serupa.

“Pada akhirnya, manusia tetaplah manusia,” ujarnya.

Saat menutup percakapan, Konstantin mengingatkan bahwa di balik seluruh pengalaman positifnya, ia juga melihat langsung pembakaran sisa tanaman dan sungai-sungai yang mulai mengering selama perjalanannya. Degradasi tanah terus berlangsung secara perlahan di banyak tempat, tetapi ia percaya kesadaran dan tindakan bersama masih dapat mengubah masa depannya.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Logistik Kirim 12 Lokomotif ke Pulau Jawa

    Sinergi Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Logistik Kirim 12 Lokomotif ke Pulau Jawa

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat kesiapan operasional Angkutan Lebaran 2026, KAI Logistik, anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kembali menunjukkan peran strategisnya melalui pengiriman 12 unit lokomotif dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Pengiriman ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat pada masa angkutan puncak tersebut. Pengiriman dilakukan melalui layanan KALOG Pro […]

  • Hotel Management BINUS University Hadirkan Callum Hann, Australian MasterChef Personality, dalam “Taste of Australia 2026” di BINUS @Anggrek Campus

    Hotel Management BINUS University Hadirkan Callum Hann, Australian MasterChef Personality, dalam “Taste of Australia 2026” di BINUS @Anggrek Campus

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Februari 2026 — Program Hotel Management BINUS University sukses menyelenggarakan “Taste of Australia 2026: Sharing Session & Cooking Workshop” pada Rabu (4/2) di HM Restaurant & Kitchen Lab, BINUS @Anggrek Campus. Kegiatan ini menghadirkan Callum Hann, Australian MasterChef personality, restaurateur, dan author, sebagai guest star utama. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran […]

  • BRI Branch Office Kalimalang Region 6/Jakarta 1 Akselerasikan Proses Klaim Asuransi Mikro di Jakarta Timur guna Berikan Perlindungan Maksimal bagi Nasabah

    BRI Branch Office Kalimalang Region 6/Jakarta 1 Akselerasikan Proses Klaim Asuransi Mikro di Jakarta Timur guna Berikan Perlindungan Maksimal bagi Nasabah

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Mengawali tahun 2026 dengan semangat pelayanan prima, BRI Branch Office Kalimalang Region 6/Jakarta 1 menyelenggarakan koordinasi strategis bertajuk “Akselerasi Proses Klaim Asuransi Mikro”. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kolaboratif ini dihadiri oleh jajaran manajemen serta perwakilan unit kerja BRI di wilayah Jakarta Timur. Fokus utama pertemuan ini adalah mengevaluasi sekaligus mempercepat alur koordinasi […]

  • Pengelolaan Komplain Pelanggan Jadi Lebih Terorganisir dengan Barantum

    Pengelolaan Komplain Pelanggan Jadi Lebih Terorganisir dengan Barantum

    • calendar_month 6 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis mulai kewalahan menghadapi komplain pelanggan yang terus meningkat setiap harinya. Ketika respon terlambat dan tindak lanjut berantakan, repeat order pelanggan […]

  • Hadapi Gejolak Energi Global, Holding Perkebunan Nusantara Andalkan PLTBg PalmCo

    Hadapi Gejolak Energi Global, Holding Perkebunan Nusantara Andalkan PLTBg PalmCo

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketidakpastian harga energi fosil akibat dinamika geopolitik global mendorong pelaku industri mencari strategi alternatif demi menjaga stabilitas operasional. Di sektor perkebunan, langkah antisipatif tersebut telah menunjukkan hasil melalui pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis limbah kelapa sawit. Salah satunya dilakukan oleh PTPN IV PalmCo, Subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), yang mengoptimalkan pemanfaatan limbah […]

  • Krakatau Steel dan Pemkot Cilegon Perkuat Sinergi Infrastruktur Logistik Dorong Akselerasi Investasi

    Krakatau Steel dan Pemkot Cilegon Perkuat Sinergi Infrastruktur Logistik Dorong Akselerasi Investasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Cilegon, 22 Januari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group bersama Pemerintah Kota Cilegon resmi menyepakati kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pembangunan akses jalan Pelabuhan Cilegon dan optimalisasi aset industri, bertempat di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (21/1). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyelaraskan visi daerah […]

expand_less