Proyek EPC Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko antara PT Krakatau Baja Konstruksi dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Rampung di Awal 2026
- account_circle vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Cilegon, 18 Mei 2026 – PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK) menyelesaikan Proyek Engineering Procurement Construction (EPC) Pembangunan Coal Handling Facility (CHF) Inpit Conveyor Banko (ICB) (SPPH 4540) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada awal tahun 2026. Penyelesaian proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mendukung penguatan kapasitas infrastruktur penanganan batubara, sekaligus menunjukkan kemampuan KBK dalam mengerjakan proyek EPC pada sektor industri yang membutuhkan ketepatan, keandalan, dan standar kualitas tinggi.
Proyek ini memiliki
arti penting karena tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran sistem
penanganan dan pengangkutan batubara, tetapi juga mempertegas peran KBK dalam
mendukung kebutuhan infrastruktur industri nasional. Kehadiran fasilitas ini
diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi efektivitas operasional,
peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan usaha di area proyek
dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, KBK
bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjalankan tahapan pekerjaan secara
terintegrasi mulai dari engineering, procurement, hingga construction.
Penyelesaian proyek pada awal 2026 mencerminkan komitmen para pihak dalam
mencapai target pekerjaan sesuai rencana, sekaligus menjadi bukti keberhasilan
kolaborasi dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung kebutuhan
operasional sektor batubara secara lebih efisien dan andal.

Plt. Direktur Utama PT
Krakatau Baja Konstruksi, Bobby Sumardiat Atmosudirjo, menyampaikan bahwa
rampungnya proyek ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memberikan
kontribusi nyata bagi pembangunan industri nasional. “Penyelesaian Proyek EPC
Coal Handling Facility Inpit Conveyor Banko” ini menjadi bagian dari upaya KBK
untuk terus menghadirkan solusi konstruksi dan fabrikasi yang andal,
berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan sektor strategis nasional,” ujarnya.
Keberhasilan
penyelesaian proyek ini diharapkan semakin memperkuat posisi KBK sebagai mitra
terpercaya dalam pembangunan infrastruktur industri, khususnya pada
proyek-proyek strategis yang memerlukan kemampuan EPC yang terintegrasi. Dalam
menjalankan peran tersebut.
Adapun KBK sebagai
bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk /Krakatau Steel Group mendapat
dukungan dari Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, “Penguatan KBK adalah langkah
nyata kami dalam memperkokoh kedaulatan industri nasional. Melalui sinergi grup
yang solid, kami berkomitmen untuk meminimalkan ketergantungan pada produk
impor dan membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menjawab tantangan teknik
sipil yang paling kompleks dengan presisi kelas dunia.”
Sejalan dengan visi pertumbuhan global Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman
IISIA dan ALFI/ILFA
menegaskan,”Dalam lanskap bisnis global yang dinamis, KBK berperan sebagai
mesin penggerak inovasi dalam ekosistem Krakatau Steel Group. Kolaborasi ini memastikan bahwa kami tetap
kompetitif, adaptif, dan selalu terdepan dalam mendukung percepatan pembangunan
ekonomi melalui penyediaan komponen baja konstruksi yang inovatif dan
berkelanjutan.
Lebih lanjut, Akbar menjelaskan
bahwa peta jalan transformasi yang dijalankan Krakatau Steel Group saat ini
selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama Krakatau Steel
Group adalah mendukung akselerasi industrialisasi dan memperkokoh ketahanan
ekonomi nasional melalui penguatan sektor baja sebagai fondasi utama Pembangunan
untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
- Penulis: vritimes


