Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Jakarta — Indonesia Open Network (ION) resmi memulai langkah awal menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5/2026). Workshop yang akan dilaksanakan selama empat hari tersebut menjadi tahapan penting dalam persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia.

Berbeda dengan marketplace pada umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi.

Workshop tersebut mempertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live.

Dalam sambutannya, Sachin V Gopalan dari ION Accelerator mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Namun, menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir.

“Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN.

Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung pada awal Juli dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara.

Namun menurut Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial.

“Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti,” katanya.

Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital

Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini.

Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak.

“Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Dr. Bayu, pendekatan tersebut memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar.

Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy yang menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital.

“ION bukan platform,” tegas Koshy.

Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka.

“Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual,” katanya.

Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda.

“Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini,” ujarnya.

Menargetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional

Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital.

Dari angka itu, ION menargetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya.

Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain.

Sementara itu, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet,” katanya.

Ia menyebut ION sebagai “internet untuk perdagangan” yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade.

“Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION,” ujarnya.

Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi.

“Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang,” katanya.

Menurut Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas.

“Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas,” ujarnya, menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna.

Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. Namun, jika demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor.

Apabila peluncuran tersebut menjadi momen “pecah telur”, seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

    SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sydney, 30 Juni 2026 – Laporan Tahunan PT SUCOFINDO (PERSERO) Tahun Buku 2024 meraih Bronze Award pada 2026 Australasian Reporting Awards (ARA) kategori General Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas kualitas pelaporan korporasi SUCOFINDO yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Australasian Reporting Awards (ARA) merupakan ajang […]

  • Bukan Sekadar Pilih Kampus, Psikolog Ungkap Fenomena ‘Decision Anxiety’ yang Hantui Orang Tua & Calon Mahasiswa 2026

    Bukan Sekadar Pilih Kampus, Psikolog Ungkap Fenomena ‘Decision Anxiety’ yang Hantui Orang Tua & Calon Mahasiswa 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Bekasi, 24 April 2026 – Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal “masuk mana”, tapi lebih dari itu, yaitu bagaimana mengelola kecemasan massal yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Fenomena ini dikenal sebagai decision anxiety, di mana banyaknya pilihan, informasi, dan ketidakpastian ekonomi membuat orang tua dan anak terjebak dalam siklus […]

  • BRI Unit Rorotan Tetap Hadir Layani Nasabah Saat Libur Lewat Layanan Weekend Banking

    BRI Unit Rorotan Tetap Hadir Layani Nasabah Saat Libur Lewat Layanan Weekend Banking

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Dalam rangka memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, BRI Unit Rorotan tetap membuka layanan perbankan bagi nasabah melalui program Weekend Banking selama akhir pekan dan hari libur. Layanan ini menjadi bentuk komitmen BRI dalam memastikan kebutuhan transaksi perbankan masyarakat tetap terpenuhi meskipun di luar hari operasional normal. Nasabah dapat memanfaatkan layanan untuk berbagai kebutuhan transaksi […]

  • Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%

    Semester I 2026, Kinerja Arus Barang PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Emas Meningkat 13%

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Semarang, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal yang merupakan salah satu Anak Usaha dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada periode Semester I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung dengan realisasi total arus barang nonpetikemas Semester I Tahun 2026 yang meningkat sebesar 13% menjadi 2.694.401 ton di […]

  • Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

    Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta (09/07), PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan strategis bagi implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema “Langkah Nyata […]

  • Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

    Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Melalui peninjauan ini, PAM JAYA berharap masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan NRW merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan efisiensi layanan air perpipaan. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari deteksi dan perbaikan kebocoran, penggantian meter air, digitalisasi sistem pemantauan jaringan, hingga penertiban sambungan ilegal, agar air yang diproduksi dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada […]

expand_less