Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

ION Siapkan Peluncuran, Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Lewat Workshop Perdana

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

Jakarta — Indonesia Open Network (ION) resmi memulai langkah awal menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5/2026). Workshop yang akan dilaksanakan selama empat hari tersebut menjadi tahapan penting dalam persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia.

Berbeda dengan marketplace pada umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi.

Workshop tersebut mempertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live.

Dalam sambutannya, Sachin V Gopalan dari ION Accelerator mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Namun, menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir.

“Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN.

Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung pada awal Juli dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara.

Namun menurut Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial.

“Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti,” katanya.

Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital

Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini.

Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak.

“Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Dr. Bayu, pendekatan tersebut memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar.

Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy yang menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital.

“ION bukan platform,” tegas Koshy.

Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka.

“Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual,” katanya.

Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda.

“Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini,” ujarnya.

Menargetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional

Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital.

Dari angka itu, ION menargetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya.

Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain.

Sementara itu, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet,” katanya.

Ia menyebut ION sebagai “internet untuk perdagangan” yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade.

“Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION,” ujarnya.

Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan bahwa tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi.

“Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang,” katanya.

Menurut Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal.

Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas.

“Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas,” ujarnya, menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna.

Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. Namun, jika demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor.

Apabila peluncuran tersebut menjadi momen “pecah telur”, seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Masuk Jawaban AI? Ini Risiko Baru bagi Brand

    Tak Masuk Jawaban AI? Ini Risiko Baru bagi Brand

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Banyak perusahaan merasa telah hadir secara digital. Website aktif, konten rutin diproduksi, media sosial terkelola, dan strategi SEO dijalankan selama bertahun-tahun. Namun, lanskap pencarian informasi kini berubah. Brand bisa saja hadir secara online, tetapi tidak muncul dalam jawaban yang disusun oleh kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini bukan sekadar tren teknologi. Data dari Pew Research Center […]

  • Tegaskan Kepemilikan Aset di Jalan Mawar, KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak

    Tegaskan Kepemilikan Aset di Jalan Mawar, KAI Daop 9 Jember Imbau Warga Segera Lakukan Perikatan Kontrak

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember kembali menegaskan status hukum kepemilikan aset perusahaan di Jalan Mawar Jember, menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok warga pada Jumat, 13 Februari 2026. KAI mengimbau para penghuni untuk patuh aturan hukum dengan mengikatkan diri dalam kerja sama sewa-menyewa guna menghindari sengketa hukum di kemudian […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

    Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MALUKU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, mempercepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, dalam kunjungan kerja ke Kebun Awaya pada Kamis (5/3), sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis […]

  • VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, Jasa Marga Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen

    VC Ratio Jalan Tol Trans Jawa Terkendali, Jasa Marga Catat Pergerakan Kembali ke Jakarta Sudah Mencapai 86 Persen

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta (30/03), PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri menyampaikan bahwa pelayanan arus mudik dan arus balik Libur Lebaran 2026 secara umum berlangsung terkendali. Peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik dan arus balik dikelola dengan baik melalui kolaborasi intensif antar stakeholder, sehingga kondisi lalu lintas secara bertahap melandai di […]

  • Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026

    Mempertemukan Ekosistem Logistik dan Keuangan dalam ION: Sorotan Business Matching Hari Kedua IEF 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur menjadi momentum penting bagi operasionalisasi Indonesia Open Network (ION). Dua sesi business matching berjalan paralel pada hari kedua, Jumat (6/2/2026). Sesi Logistic Partner Business Matching dan Financial Services Business Matching ini dirancang untuk menghubungkan pemain ekosistem ION, mempertemukan penyedia layanan, pembeli, serta enabler teknologi, sekaligus menerjemahkan visi ION ke dalam […]

  • MyRepublic Indonesia Kembali Raih 2 Penghargaan Ookla: Internet Rumah Terbaik dan Tercepat di Indonesia

    MyRepublic Indonesia Kembali Raih 2 Penghargaan Ookla: Internet Rumah Terbaik dan Tercepat di Indonesia

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    MyRepublic Indonesia dinobatkan oleh Ookla sebagai Best Fixed Network Q3–Q4 2025 dan Fastest Fixed Network Q3–Q4 2025 di Indonesia. Jakarta, 2 Maret 2026 – MyRepublic Indonesia (PT. Eka Mas Republik) kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Speedtest Awards™ untuk periode kuartal tiga dan kuartal empat  2025. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh […]

expand_less