Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Jakarta, 25 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok dan operasional guna menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan pasokan bahan baku industri baja.

Direktur Infrastruktur
& Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan
bahwa perusahaan telah melakukan reassessment
strategi rantai pasok melalui supply
chain
mapping yang lebih
komprehensif.

“Krakatau Steel juga
memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan
meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini
potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” ujar Sidik.

Selain menerapkan
diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas
terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya
produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat
Ketahanan Rantai Pasok

Komitmen Krakatau Steel Group dalam
memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan
perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden
Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk
memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan
terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah
taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.

Krakatau Steel Group di bawah pimpinan
Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek
investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk
melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel.

Secara strategis, proyek tersebut
diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko
keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar
lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun
ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus
memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.

Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang
juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel
Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder
Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional
sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan
ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya
saing global.

“Krakatau Steel juga
memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan
meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini
potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” ujar Sidik. 

Selain menerapkan
diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas
terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya
produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Mandat Hilirisasi
Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok 

Komitmen Krakatau Steel
Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui
keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional
tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga
merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.

Krakatau Steel Group di
bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama
melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara
untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel. 

Secara strategis,
proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap,
mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset
Krakatau Steel Group agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group
terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir
sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang
berkelanjutan.

Adapun Dr. Akbar
Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi
Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan
industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden
RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan
ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri
dan berdaya saing global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

    Apa Itu Databricks? Fungsi dan Cara Kerja Platform Big Data

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Dalam era ekonomi digital saat ini, data telah menjadi aset yang sama berharganya dengan komoditas fisik. Perusahaan di seluruh dunia berlomba-lomba mengolah informasi dalam jumlah masif untuk mendapatkan wawasan strategis yang dapat memberikan keunggulan kompetitif. Namun, mengelola data besar (Big Data) bukanlah perkara mudah karena sering kali tersebar dalam berbagai format dan lokasi yang berbeda. […]

  • ITSM Perkuat Posisi sebagai Kampus Inovatif melalui Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies pada Kazan Forum 2026

    ITSM Perkuat Posisi sebagai Kampus Inovatif melalui Kemitraan Strategis dengan Positive Technologies pada Kazan Forum 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber terkemuka asal Rusia, dalam rangkaian Forum Ekonomi Internasional Russia–Islamic World: Kazan Forum 2026. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi tonggak penting dalam upaya ITSM memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat perannya dalam pengembangan teknologi digital, keamanan siber, ekonomi […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program yang dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PT PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi, PTPN I (Persero) Bidik Pasar Eropa melalui Cerutu Premium Jember

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi, PTPN I (Persero) Bidik Pasar Eropa melalui Cerutu Premium Jember

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jember – Penanaman perdana tembakau bawah naungan (TBN) di kawasan Ajung Gayasan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi momentum penting dalam pengembangan kembali komoditas tembakau premium yang menjadi salah satu identitas agribisnis nasional. Melalui areal seluas 400 hektare yang dikelola PTPN I Regional 5, perusahaan membidik pasar Eropa dengan produk cerutu berkualitas tinggi sebagai […]

  • Berikan Pelayanan yang Cepat, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Marine Hull Sebesar Rp. 5 Miliar kepada Nasabah

    Berikan Pelayanan yang Cepat, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Marine Hull Sebesar Rp. 5 Miliar kepada Nasabah

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pembayaran klaim Asuransi Marine Hull senilai Rp5,65 miliar telah direalisasikan oleh BRI Insurance kepada PT Poetra Jaya Sukses Mandiri atas musibah kandasnya kapal BG. Audilia di perairan Sidomulyo, Kalianda, Lampung pada 2025. Melalui proses penanganan klaim yang cepat dan pendampingan menyeluruh, komitmen BRI Insurance dalam memberikan perlindungan dan menjaga keberlangsungan usaha nasabah kembali ditegaskan. Batam, […]

  • Memecah Monopoli: Mengapa Indonesia Perlu Merangkul Kemitraan Otomotif dengan India

    Memecah Monopoli: Mengapa Indonesia Perlu Merangkul Kemitraan Otomotif dengan India

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA — Perdebatan di Indonesia mengenai rencana pengadaan kendaraan komersial dari produsen India, Tata Motors dan Mahindra, telah memicu reaksi kuat dari sebagian pelaku industri otomotif dalam negeri. Para kritikus berpendapat bahwa impor kendaraan dapat mengancam manufaktur lokal. Namun, pertanyaan yang lebih besar bagi Indonesia adalah apakah mempertahankan struktur industri otomotif saat ini benar-benar melayani […]

expand_less