Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

Ketika Dunia Lindungi Baja Domestik, Penguatan TKDN Indonesia Jadi Keniscayaan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta (26/5) – Perubahan kebijakan industri baja global menunjukkan bahwa semakin banyak negara menggunakan belanja publik dan proyek infrastruktur sebagai instrumen untuk memperkuat industri domestik.

Tren ini
mempertegas pentingnya penguatan implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) di Indonesia agar pembangunan nasional turut memperkuat industri
baja dalam negeri. 

TKDN Perkuat Industri Baja
Nasional
 

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, menegaskan
bahwa penguatan implementasi TKDN menjadi langkah strategis agar pembangunan
nasional juga memberikan manfaat langsung bagi industri dalam negeri. 

“Implementasi
TKDN sangat penting untuk memastikan proyek infrastruktur nasional dapat
sekaligus memperkuat industri strategis nasional seperti industri baja,” ujar
Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry
Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia
(ALFI/ILFA).

Ia
menambahkan bahwa kebijakan kandungan lokal sejalan dengan agenda Asta Cita
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian
ekonomi dan membangun industri nasional yang berdaya saing global. 

Tren Global Perkuat Industri
Baja Domestik

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menilai bahwa Uni Eropa dalam beberapa tahun
terakhir telah memperkuat perlindungan industri baja melalui pembatasan impor
serta peningkatan tarif dalam kebijakan perdagangan baru yang akan menggantikan
skema safeguard setelah 2026.

Pelaku industri baja di Eropa mulai
mendorong agar kebijakan industri dan investasi publik juga menciptakan
permintaan langsung bagi baja yang diproduksi di kawasan Eropa melalui konsep Made in EU Steel.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan serupa
juga terlihat di berbagai negara lain. Amerika Serikat memperkuat industri baja
melalui tarif impor dan kebijakan Buy
American
, sementara India menjalankan strategi Make in India melalui preferensi produk domestik dalam pengadaan
pemerintah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

    Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda memperhatikan retakan halus yang tiba-tiba muncul di dinding atau kolom rumah, padahal bangunan tersebut baru berumur tiga atau lima tahun? Bagi banyak pemilik rumah, retak rambut atau retakan struktur sering dianggap sebagai “masalah tanah” atau “faktor cuaca”. Padahal, jika dirunut secara teknis, masalah tersebut sering kali berakar dari dalam beton itu sendiri, tepatnya […]

  • Libur Panjang Imlek 2026: Ketepatan Waktu Capai 99%, KAI Daop 9 Jember Catat Kinerja Positif

    Libur Panjang Imlek 2026: Ketepatan Waktu Capai 99%, KAI Daop 9 Jember Catat Kinerja Positif

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatatkan kinerja positif selama masa angkutan libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Terhitung sejak periode 13 hingga 17 Februari 2026, sebanyak 113.111 penumpang telah menggunakan jasa layanan kereta api di wilayah kerja Daop 9 yang membentang dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Jember, 18 Februari 2026 – PT […]

  • Tak Mau Ketinggalan, Apple Bentuk Tim “AI Answer” untuk Ciptakan Pesaing ChatGPT

    Tak Mau Ketinggalan, Apple Bentuk Tim “AI Answer” untuk Ciptakan Pesaing ChatGPT

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple Inc., dilaporkan semakin serius terjun ke arena kecerdasan buatan (AI) generatif. Menurut laporan terbaru, Apple telah membentuk sebuah tim khusus yang dinamakan “AI Answer” dengan misi ambisius: membangun chatbot AI sendiri untuk menyaingi dominasi produk seperti ChatGPT dari OpenAI. Langkah ini menandakan pergeseran strategi Apple yang sebelumnya terkesan lebih hati-hati […]

  • BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    BRI Region 6/Jakarta 1 Rutin Gelar Pengajian Jumat Pagi, Perkuat Nilai Spiritual dan Kebersamaan Pekerja

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat nilai spiritual serta membangun kebersamaan di lingkungan kerja, BRI Region 6/Jakarta 1 secara konsisten melaksanakan kegiatan pengajian rutin setiap hari Jumat pagi sebelum memulai aktivitas bekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6, dan diikuti oleh seluruh pekerja BRI Region 6 yang beragama Islam. Pengajian rutin tersebut menjadi salah […]

  • Tangguh di Tengah Tekanan Global, IPCC Bukukan Kinerja Keuangan Positif Q1 2026

    Tangguh di Tengah Tekanan Global, IPCC Bukukan Kinerja Keuangan Positif Q1 2026

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, April 2025 – Mengawali tahun 2026, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif dan solid dalam Laporan Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 (unaudited) sebagaimana disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) pada Jumat lalu. IPCC mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp.52,81 Miliar pada […]

  • Cara Mengubah Konten SEO Biasa Menjadi Konten yang Disukai AI

    Cara Mengubah Konten SEO Biasa Menjadi Konten yang Disukai AI

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Banyak konten SEO sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi belum siap untuk AI. Konten Lama Anda Mungkin Belum Usang, Hanya Belum Dioptimalkan Banyak brand merasa harus membuat konten baru untuk mengikuti perkembangan AI. Padahal, dalam banyak kasus, konten yang sudah ada sebenarnya masih relevan. Masalahnya bukan pada kontennya, tetapi pada cara konten tersebut disusun dan dipahami. […]

expand_less