Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Dubes Sandeep dan Megawati Hidupkan Kembali Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Jakarta — Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026). Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru.

Dalam suasana hangat yang dipenuhi cerita masa lalu, Megawati dan Sandeep membahas bagaimana kedekatan personal antara dua tokoh pendiri bangsa tersebut menjadi fondasi hubungan Indonesia dan India hingga hari ini. Pembicaraan tidak hanya menyentuh sejarah, tetapi juga berkembang ke isu geopolitik, demokrasi, hingga tantangan global yang dihadapi kedua negara.

Pertemuan itu memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak dibangun semata oleh kepentingan diplomatik modern, melainkan berakar pada persahabatan ideologis yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Kenangan Megawati Bersama Nehru

Megawati membuka percakapan dengan mengenang pengalaman pribadinya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Saat itu, Megawati masih berusia 14 tahun, tetapi telah ikut dalam delegasi Indonesia dan bertemu langsung dengan sejumlah tokoh besar dunia.

Ia mengingat bagaimana dirinya duduk bersama para pendiri Gerakan Non-Blok, termasuk Jawaharlal Nehru. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam hidupnya.

“Saya saat itu memakai kebaya,” kata Megawati sambil menunjukkan foto lama pertemuannya dengan Nehru.

Megawati juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi bersejarah lain, termasuk foto ketika Nehru berbincang dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka pada 8 Juni 1950. Dalam foto itu terlihat Guntur Soekarnoputra tengah bermain sepeda sambil membonceng Megawati kecil.

Cerita-cerita tersebut menggambarkan bagaimana hubungan Indonesia dan India kala itu bukan hanya berlangsung di tingkat kenegaraan, tetapi juga terasa dekat secara personal di antara keluarga para pemimpin.

Selain mengenang Nehru, Megawati turut menyinggung kedekatannya dengan Bijayananda “Biju” Patnaik, tokoh kemerdekaan India sekaligus pilot legendaris yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Indonesia pada masa perjuangan.

Fondasi Diplomasi dari Dua Bapak Bangsa

Duta Besar India Sandeep Chakravorty menilai hubungan yang dibangun Soekarno dan Nehru telah menjadi warisan diplomatik penting bagi kedua negara. Menurutnya, kedekatan dua tokoh tersebut masih terasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan India hingga saat ini.

“Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru,” ujar Sandeep.

Ia juga mengungkapkan bahwa jejak sejarah keluarga Soekarno masih mendapat tempat khusus di India. Saat berkunjung ke Museum Nehru di New Delhi, Sandeep mengaku melihat foto Megawati bersama Soekarno dipajang di sana.

“Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Soekarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi,” katanya.

Sandeep sendiri bukan sosok baru bagi Megawati. Ia mengaku pernah bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan kembali berjumpa saat Gala Dinner KTT G20 di Bali pada 2022. Pertemuan di Menteng kali ini menurutnya terasa sangat personal karena dipenuhi kenangan sejarah dan refleksi hubungan kedua negara.

“Kehormatan besar dapat bertemu dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia dan putri dari Presiden Sukarno. Beliau adalah simbol hidup dari eratnya hubungan kedua negara kita dan pertemuan kami terasa sangat hangat dengan cerita-cerita kenangan masa lalu,” ujar Sandeep.

Diplomasi yang Dibangun dari Simbol dan Kedekatan

Dalam pertemuan itu, Megawati juga menceritakan bagaimana Presiden Soekarno dahulu memilih lokasi kedutaan India di Indonesia. Sebagai balasan, Nehru kemudian membantu mencarikan lokasi kedutaan Indonesia di New Delhi yang berada dekat dengan kediaman Perdana Menteri India saat itu.

Cerita tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi pada masa awal kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui simbol kedekatan dan penghormatan personal antar pemimpin negara.

India sendiri dikenal sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika politik global pasca-Perang Dunia II dan lahirnya negara-negara baru di Asia.

Hingga kini, hubungan Indonesia dan India terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, pendidikan, hingga kerjasama strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Bahas Geopolitik dan Masa Depan Demokrasi

Selain nostalgia sejarah, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati dan Sandeep turut berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik internasional dan tantangan demokrasi.

“Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara,” ujar Hasto.

Pembicaraan mengenai demokrasi menjadi relevan mengingat Indonesia dan India sama-sama dikenal sebagai negara demokrasi besar di Asia dengan populasi yang sangat besar dan keragaman sosial yang kompleks.

Dalam konteks global yang terus berubah, kedua negara dinilai memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan dunia.

Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata. Sandeep menyerahkan miniatur Taj Mahal sebagai simbol India, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Pinisi dan kemeja tenun endek sebagai representasi budaya Indonesia.

Momen itu menjadi simbol kecil dari hubungan panjang dua negara yang dibangun bukan hanya oleh kepentingan politik, tetapi juga oleh memori sejarah, penghormatan budaya, dan persahabatan lintas generasi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream

    Meluncur di IIMS 2026, AEROX ALPHA Pamerkan Warna & Grafis Anyar yang Anti-Mainstream

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Februari 2026 – MAXi Yamaha terus menghadirkan berbagai kejutan spesial pada awal tahun ini. Selain sukses menggebrak pasar big skutik premium tanah air dengan meluncurkan Yamaha TMAX, MAX Special Livery, dan warna baru XMAX Connected serta LEXi, MAXi Yamaha kini kembali memanjakan para konsumen dengan meluncurkan warna dan grafis baru pada Yamaha AEROX […]

  • The Best Productivity Tools for Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 505
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    BINUS University @Semarang Gelar SMARTA 2026, Wadah Inovasi Pelajar untuk Masa Depan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Semarang – Di tengah percepatan perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, generasi muda dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang mampu memberikan solusi bagi masa depan yang berkelanjutan. Namun pada kenyataannya, masih banyak pelajar yang memiliki ide kreatif dan potensi besar, tetapi belum memiliki […]

  • Bittime Tekankan Edukasi di Tengah Transformasi Strategi Bitcoin yang Digadang Michael Saylor

    Bittime Tekankan Edukasi di Tengah Transformasi Strategi Bitcoin yang Digadang Michael Saylor

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Februari 2026 – Akhir-akhir ini Michael Saylor, CEO MicroStrategy menjadi perbincangan hangat di kalangan investor, karena strategi yang dijalankannya  memberikan sinyal kuat bagi dunia investasi bahwa Bitcoin kini bukan sekadar instrumen spekulasi, melainkan aset cadangan utama di era digital. Sejalan dengan ini Bittime tekankan literasi investasi aset kripto dan pengenalan profil risiko sebelum […]

  • Resmi Berbadan Hukum, PT Bandarsport Jaya Agensi Hadirkan Solusi Pemasaran 24 Jam Khusus Industri Olahraga

    Resmi Berbadan Hukum, PT Bandarsport Jaya Agensi Hadirkan Solusi Pemasaran 24 Jam Khusus Industri Olahraga

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PT Bandarsport Jaya Agensi, yang telah berkiprah sejak tahun 2015, kini resmi menjadi badan hukum perseroan terbatas (PT) per tahun 2024. Perusahaan ini menawarkan solusi pemasaran 24 jam terlengkap, mulai dari Google Ads, Meta Ads, hingga SEO, yang ditujukan khusus bagi para pelaku usaha di sektor olahraga. JAKARTA, 22 Agustus 2026 – PT Bandarsport Jaya […]

  • Pilihan Program S2 Kelas Karyawan Cocok Untuk Pekerja Profesional

    Pilihan Program S2 Kelas Karyawan Cocok Untuk Pekerja Profesional

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Di era perkembangan karir yang serba cepat, meningkatkan kemampuan lewat pendidikan S2 Kelas Karyawan telah menjadi strategi utama bagi pekerja profesional. Tak hanya sekadar gelar, melainkan kesempatan memperdalam kompetensi dan memperluas wawasan tanpa harus meninggalkan rutinitas kerja. Pilihan program studi di Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University tentunya relevan bagi pekerja aktif seperti […]

expand_less