Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan

Harga Emas Pekan Ini Diprediksi Rebound, Namun Tekanan Dolar AS Masih Jadi Tantangan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada pekan terakhir di bulan Mei diperkirakan masih akan bergerak dinamis dengan peluang penguatan sementara setelah tekanan jual yang cukup besar mulai mereda. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analisnya, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda rebound meskipun tren utama pasar masih perlu dicermati dengan hati-hati.

Dalam analisis teknikal pada timeframe daily, harga emas sebelumnya sempat mengalami penurunan tajam sebelum akhirnya berhasil membentuk area support kuat di level 4.368. Area tersebut dinilai menjadi titik penting karena mulai memunculkan respons beli dari pelaku pasar setelah tekanan bearish mendominasi perdagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Geraldo Kofit, terbentuknya support tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan area penahan penurunan harga. Kondisi ini membuka peluang bagi emas untuk mengalami kenaikan sementara atau secondary trend setelah sebelumnya berada dalam tekanan jual cukup agresif.

Sinyal penguatan juga terlihat dari munculnya pola candlestick bullish engulfing pada timeframe H4. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering dianggap sebagai salah satu tanda awal pembalikan arah harga dari bearish menuju bullish.

Pola bullish engulfing terbentuk ketika tekanan beli berhasil menguasai pasar setelah sebelumnya harga bergerak turun. Hal ini menunjukkan mulai munculnya optimisme pelaku pasar terhadap potensi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain itu, indikator stochastic juga masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda pelemahan yang berarti. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih cukup terjaga sehingga peluang penguatan emas masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Dalam proyeksi jangka pendek, area resistance yang menjadi perhatian pasar berada di level 4.616. Area tersebut dinilai cukup penting karena berdekatan dengan level Fibonacci Retracement 61,8 persen dari penurunan sebelumnya yang sering menjadi titik target rebound harga.

Jika momentum beli terus bertahan, maka harga emas berpotensi bergerak naik menuju area resistance tersebut. Namun, investor tetap perlu memperhatikan potensi tekanan jual yang sewaktu-waktu bisa kembali muncul.

Di sisi fundamental, harga emas masih menghadapi sejumlah tantangan yang dapat membatasi ruang kenaikan. Salah satu faktor utama yang masih menekan emas adalah kuatnya dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury Yield.

Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih instrumen investasi berbasis dolar AS yang dianggap memberikan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding atau tidak memberikan bunga tetap, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi.

Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi dan tenaga kerja, masih menunjukkan kondisi yang solid, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan semakin besar.

Ekspektasi tersebut terus menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Penguatan dolar AS yang dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi juga membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil turut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Banyak investor saat ini lebih memilih aset berisiko seperti saham karena dianggap memiliki peluang keuntungan yang lebih besar.

Meski begitu, peluang rebound harga emas masih tetap terbuka selama tekanan jual tidak kembali mendominasi pasar secara agresif. Pelaku pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Secara keseluruhan, harga emas pekan ini diperkirakan masih memiliki peluang bergerak naik dalam jangka pendek setelah berhasil membentuk support kuat dan didukung sinyal teknikal bullish. Namun, tekanan dari kuatnya dolar AS serta kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor.

Karena itu, area resistance 4.616 menjadi level penting yang akan dipantau pasar dalam beberapa hari ke depan. Jika berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan bisa semakin terbuka. Sebaliknya, jika gagal bertahan, emas berpotensi kembali bergerak melemah mengikuti tren utamanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Januari 2026 – Industri jamu nasional resmi memasuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan bahwa jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap […]

  • Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

    Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Perkebunan kelapa sawit, karet, dan tanaman keras lain di Indonesia sering kali mencakup area yang tidak terjangkau kendaraan darat secara efisien, terutama di musim hujan ketika jalan tanah menjadi tidak bisa dilewati. DJI FlyCart 100 adalah drone kargo yang membawa beban hingga 85 kilogram untuk mendistribusikan material pertanian ke titik mana pun dalam radius operasional […]

  • KAI Divre IV Tanjungkarang dan DAMRI Bahas Sinergi Transportasi Terintegrasi, Termasuk Layanan bagi Pegawai KAI

    KAI Divre IV Tanjungkarang dan DAMRI Bahas Sinergi Transportasi Terintegrasi, Termasuk Layanan bagi Pegawai KAI

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang melaksanakan pertemuan dengan Perum DAMRI sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengembangan layanan transportasi publik yang terintegrasi di wilayah Lampung, termasuk untuk mendukung mobilitas pegawai KAI. Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kerja sama strategis, baik dalam mendukung konektivitas antarmoda antara layanan kereta api dan angkutan […]

  • Motor Premium Kian Terjangkau, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif untuk Touring

    Motor Premium Kian Terjangkau, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Kompetitif untuk Touring

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Mei 2026 – Tren touring motor di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, seiring berkembangnya gaya hidup berkendara jarak jauh yang mengedepankan pengalaman, eksplorasi, dan konektivitas. Aktivitas ini kini tidak hanya menjadi bagian dari komunitas otomotif, tetapi juga semakin diminati oleh masyarakat urban dan profesional muda. Secara industri, pasar sepeda motor nasional tetap menunjukkan daya […]

  • ​Di Balik ‘Badai Netizen’, Orkestrasi Senyap Gubernur Sulut Menjawab Darurat Kepercayaan

    ​Di Balik ‘Badai Netizen’, Orkestrasi Senyap Gubernur Sulut Menjawab Darurat Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Manado, Media.Reputsiplus.com Di tengah riuh rendah media sosial yang kerap menyudutkan dan “membuli” kinerja Gubernur Sulawesi Utara, sebuah gerakan taktis justru sedang berjalan dalam senyap. Serangan siber dan narasi yang merendahkan performa pemerintah seakan menjadi kabut tebal yang menutupi langkah-langkah strategis yang jauh lebih fundamental. Namun, bagi mereka yang jeli, di balik kabut itu, sebuah […]

  • Brand Besar Tak Butuh Agency, Mereka Butuh Growth Partner

    Brand Besar Tak Butuh Agency, Mereka Butuh Growth Partner

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Brand besar memiliki tantangan yang berbeda dalam digital advertising. Ekspektasi tinggi, skala bisnis besar, dan tekanan untuk terus bertumbuh membuat strategi iklan harus jauh lebih matang. Di sinilah peran digital advertising agency yang berpengalaman menjadi sangat penting. Brand seperti BCA, BMW, Marjan, dan Midea tidak hanya membutuhkan exposure, tetapi juga performa yang terukur dan berkelanjutan. […]

expand_less