Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

Harga Emas Masih Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan harga masih cukup besar karena tren turun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Baik dari sisi teknikal maupun fundamental, kondisi pasar saat ini masih mendukung skenario bearish sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati area support penting sebagai acuan pergerakan berikutnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa pada grafik satu jam (H1), harga emas masih bergerak di bawah tekanan jual. Upaya untuk kembali menguat juga belum membuahkan hasil karena harga masih tertahan di bawah area resistance dinamis yang dibentuk oleh indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari tren penurunan yang sedang berlangsung.

Menurut Geraldo, posisi harga yang masih berada di bawah kedua indikator tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual. Selama belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih relatif terbatas.

“Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Struktur pasar belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat sehingga potensi pelemahan masih perlu diwaspadai,” jelas Geraldo.

Ia menambahkan, target penurunan terdekat berada di level 3.984. Area tersebut menjadi support penting yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk turun lebih dalam menuju area support selanjutnya di kisaran 3.957.

Selain melihat struktur harga, Geraldo juga memperhatikan indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat dan belum terlihat tanda-tanda pelemahan yang berarti.

Meskipun indikator sudah mendekati area oversold, kondisi tersebut belum otomatis menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik naik. Dalam banyak kasus, harga masih dapat melanjutkan penurunan sebelum akhirnya muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi yang masih relatif rendah mengindikasikan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengimbangi dominasi seller. Akibatnya, peluang terjadinya breakout ke atas masih cukup terbatas dalam waktu dekat.

Selain dipengaruhi faktor teknikal, harga emas juga masih dibebani sejumlah sentimen fundamental. Salah satu faktor yang paling diperhatikan pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar meningkat, harga emas biasanya menjadi kurang menarik karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, biaya pembelian emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.

Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Saat tingkat imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang mampu memberikan pendapatan tetap. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang.

Pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang solid, maka peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi akan semakin besar. Ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menjadi tekanan tambahan bagi harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan situasi global. Risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, maupun meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika kondisi tersebut terjadi, tekanan jual yang saat ini mendominasi berpotensi mulai mereda.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung negatif. Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan MA 34, sementara indikator Stochastic juga masih menunjukkan momentum penurunan. Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan emas. Oleh karena itu, selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar, peluang harga emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 3.984 hingga 3.957 masih tetap terbuka.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia

    FLOQ Dukung Bulan Literasi Kripto 2026 dan Penguatan Literasi Aset Digital di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    FLOQ turut berpartisipasi dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto 2026, inisiatif dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi blockchain dan aset kripto. Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menegaskan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri kripto di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi industri, […]

  • Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

    Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas di pasar komoditas global sering kali menjadi cermin yang paling jujur dalam menggambarkan kondisi psikologis dan tingkat kekhawatiran para pelaku pasar dunia. Ketika harga emas mengalami volatilitas ekstrem dengan lonjakan dan penurunan yang tajam dalam waktu singkat, fenomena ini hampir selalu memicu pertanyaan besar bagi perekonomian global. Sepanjang sejarah keuangan, emas telah […]

  • Dirut Jasa Marga: Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

    Dirut Jasa Marga: Fitur CCTV Travoy Diakses 3,59 Juta Kali Selama Periode Mudik-Balik Lebaran 2026

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Jakarta (15/04), PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat tingginya antusiasme pengguna yang mengoptimalisasi fitur Aplikasi Travoy (Travel With Comfort and Joy) sebagai asisten digital perjalanan pada periode angkutan mudik dan balik Lebaran atau pada periode 11 s.d 31 Maret 2026. Tingginya akses terhadap berbagai fitur Aplikasi Travoy menunjukkan aplikasi ini semakin dipercaya pengguna jalan sebagai […]

  • Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

    Marianna Resort Tuktuk Samosir Pecahkan Rekor LEPRID Lewat “1001 Naniura”, Angkat Kuliner Batak ke Panggung Nasional

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SAMOSIR, 30 Mei 2026 — Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir menghadirkan perayaan budaya dan kuliner bertajuk “1001 Naniura” pada Jumat (30/5/2026). Acara ini sekaligus mencatatkan rekor LEPRID melalui penyajian 1001 hidangan Naniura, kuliner tradisional khas Batak yang dikenal sebagai “sashimi khas Nusantara”. Kegiatan yang digelar di ballroom Marianna Resort tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan […]

  • Mahasiswa Interior Design BINUS @Bandung Tampilkan Karya di Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026

    Mahasiswa Interior Design BINUS @Bandung Tampilkan Karya di Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Maret 2026 — Ajang pameran furnitur terbesar di Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, kembali digelar di ICE BSD pada 5–8 Maret 2026. Dalam perhelatan berskala internasional ini, BINUS @Bandung turut ambil bagian melalui keterlibatan mahasiswa Program Studi Desain Interior dengan menampilkan karya furnitur hasil proses pembelajaran dan eksplorasi kreatif. Keterlibatan BINUS […]

  • Raih Gelar Champion di Brands for Good Award, BINUS SCHOOL Simprug Jadi yang Terbaik untuk Kategori Pendidikan Berdampak

    Raih Gelar Champion di Brands for Good Award, BINUS SCHOOL Simprug Jadi yang Terbaik untuk Kategori Pendidikan Berdampak

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta — Keunggulan akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan prestasi sebuah sekolah. Lembaga pendidikan kini juga semakin diakui atas dampak positif yang mampu mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Perhatian yang semakin besar terhadap pendidikan yang berlandaskan tujuan dan dampak tersebut tercermin dalam Brands For Good Awards 2026, sebuah ajang yang mengapresiasi organisasi […]

expand_less