Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

BINUS ASO Bisa Kuliah ke Jepang? Ini Rahasianya!

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Saat ini, merasakan pendidikan berkualitas dengan
sentuhan Jepang tidak selalu harus pergi ke luar negeri. BINUS ASO School of
Engineering menghadirkan pengalaman belajar ala Jepang melalui berbagai program
unggulan yang dirancang untuk membentuk engineer berstandar global.

Sebagai hasil kolaborasi antara BINUS University dan ASO
College Group Jepang, BINUS ASO menawarkan pendekatan pembelajaran yang
memadukan teknologi, praktik industri, serta budaya kerja khas Jepang. Yuk,
simak alasan BINUS ASO menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin memperluas
peluang karier internasional sejak masa kuliah!

Program Unggulan BINUS ASO
School of Engineering

BINUS ASO School of Engineering menawarkan berbagai
program unggulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berstandar
internasional dengan sentuhan budaya dan industri Jepang. Berikut tiga program
unggulan yang bisa didapatkan mahasiswa BINUS ASO:

1. Summer course ke Jepang

Salah satu program unggulan di BINUS ASO adalah Summer
Course
ke Jepang. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
belajar langsung di Fukuoka, Jepang, selama kurang lebih satu bulan. Dalam
program ini, mahasiswa mempelajari berbagai teknologi terkini seperti Mechanical
Design, Manufacturing,
hingga 3D/CATIA & Modeling langsung di
ASO College Group. Tidak hanya itu, mahasiswa dari jurusan Automotive &
Robotics Engineering (ARE)
maupun Business Engineering juga
mendapatkan pengalaman belajar dengan standar industri Jepang.

2. Kurikulum dengan sentuhan Jepang

Keunggulan lain dari BINUS ASO terletak pada
kurikulumnya yang menggabungkan pendidikan teknik Indonesia dengan standar
industri Jepang. Sistem pembelajaran dirancang seimbang antara teori dan
praktik, sehingga mahasiswa mampu menerapkannya secara langsung di dunia kerja.

Mahasiswa BINUS ASO belajar bersama dosen BINUS
UNIVERSITY dan tenaga pengajar dari ASO College Group Jepang. Hal ini
memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dengan pendekatan khas
Jepang yang dikenal disiplin dan detail.

3. Kemungkinan untuk bisa internship di Jepang

BINUS ASO membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk
mengikuti internship atau magang di Jepang. Kesempatan ini hadir melalui
kolaborasi erat dengan ASO College Group dan berbagai perusahaan Jepang.
Mahasiswa dapat mengikuti program study abroad, magang internasional,
hingga campus hiring bersama perusahaan Jepang.

Salah satu contohnya adalah program magang mahasiswa Automotive
and Robotics Engineering
di Toyohashi University of Technology pada tahun
2025. Selain belajar teori di kelas, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman
kerja nyata di lingkungan industri Jepang.

Manfaat bagi Mahasiswa

Melalui berbagai program unggulan dan kurikulum
berstandar internasional, BINUS ASO School of Engineering memberikan banyak
manfaat bagi mahasiswa, baik untuk pengembangan akademik maupun persiapan
karier global. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan mahasiswa BINUS
ASO:

1. Pengalaman internasional

Pengalaman internasional menjadi salah satu nilai tambah
penting bagi mahasiswa di era globalisasi. Melalui program seperti summer
course, study abroad,
dan internship internasional, mahasiswa BINUS
ASO dapat mengembangkan kemampuan adaptasi, komunikasi, hingga problem solving.
Selain meningkatkan daya saing di dunia kerja, pengalaman internasional juga
membantu mahasiswa membangun jaringan global yang bermanfaat untuk karier di
masa depan.

2. Exposure budaya Jepang

Belajar di lingkungan dengan sentuhan budaya Jepang
membantu mahasiswa memahami etos kerja, disiplin, serta profesionalisme khas
Jepang. Mahasiswa juga dapat mengenal budaya kerja perusahaan Jepang, tata krama
profesional, hingga pola pikir inovatif yang sangat dibutuhkan di industri
modern. Exposure budaya seperti ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa
yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di Jepang.

3. Mengasah disiplin & etos kerja

Budaya pendidikan Jepang dikenal sangat menekankan
disiplin dan tanggung jawab. Hal ini juga diterapkan dalam sistem pembelajaran
di BINUS ASO. Mahasiswa dilatih untuk terbiasa tepat waktu, konsisten,
bertanggung jawab terhadap tugas, serta mampu bekerja secara profesional. Kemampuan
ini menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menghadapi dunia
kerja yang kompetitif.

4. Meningkatkan peluang kerja di perusahaan Jepang

Memiliki pengalaman belajar dengan sistem Jepang tentu
menjadi nilai tambah besar di mata perusahaan internasional, khususnya
perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri. Selain
mendapatkan pemahaman budaya kerja Jepang, mahasiswa juga memiliki kesempatan
membangun koneksi industri sejak masa kuliah. Dengan kebutuhan tenaga kerja
global yang terus meningkat, lulusan BINUS ASO memiliki peluang lebih besar
untuk berkarier di perusahaan Jepang dengan standar profesional internasional.

Tertarik merasakan pengalaman kuliah teknik dengan
kurikulum dan budaya industri Jepang? Saatnya mempersiapkan diri menjadi
engineer berstandar global bersama BINUS ASO School of Engineering. Dapatkan
kesempatan belajar dengan sentuhan Jepang, pengalaman internasional, hingga
peluang internship ke luar negeri untuk mendukung karier masa depan. Cari
informasi lengkap dan daftar sekarang melalui BINUS ASO School of Engineering sekarang juga!

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Industri Karet Nusantara Ambil Peran dalam HC & GA Summit 2026 Holding Perkebunan Nusantara

    PT Industri Karet Nusantara Ambil Peran dalam HC & GA Summit 2026 Holding Perkebunan Nusantara

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Medan — Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) menyelenggarakan Human Capital & General Affair Summit 2026 pada Senin hingga Selasa, 09–10 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna PT LPP Agro Nusantara, Medan. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan, strategi, serta praktik pengelolaan Human Capital (HC) dan General Affair (GA) guna mendukung transformasi dan […]

  • Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

    Era Baru Diagnostik Penyakit Metabolik yang Lebih Personal Dikupas di Prodia Scientific Day 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Juli 2026 – Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti obesitas, resistensi insulin, perlemakan hati, hingga penyakit kardiovaskular kini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan melalui mekanisme biologis antara organ dan sistem tubuh. Kompleksitas tersebut mendorong dunia medis untuk mengembangkan […]

  • Anggaran Riset Rp12 Triliun Dukung Hilirisasi dan Swasembada Energi, Kemendiktisaintek Kerja Sama dengan MIND ID

    Anggaran Riset Rp12 Triliun Dukung Hilirisasi dan Swasembada Energi, Kemendiktisaintek Kerja Sama dengan MIND ID

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA — Penguatan agenda hilirisasi dan swasembada energi nasional kini mendapat dukungan arsitektur riset berbasis problem statement yang disiapkan pemerintah. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka ruang kolaborasi strategis dengan Dewan Energi Nasional (DEN) serta pelaku industri, dengan menempatkan MIND ID sebagai salah satu mitra kunci. Langkah ini diakselerasi untuk memastikan kebijakan energi […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker

    Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Layanan pelanggan menjadi faktor penting dalam memilih broker forex. Dengan dukungan selama jam trading, sejumlah broker termasuk HSB Investasi mulai menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi trader. Dalam aktivitas trading yang bergerak cepat, kebutuhan akan respons yang sigap menjadi salah satu faktor penting yang semakin diperhatikan oleh trader. Tidak hanya soal strategi dan analisis pasar, […]

  • Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official

    Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Di awal, kirim pesan satu per satu masih terasa aman. Tapi saat bisnis mulai berkembang, volume chat meningkat, dan semuanya jadi lambat. […]

expand_less