Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia

Indonesia dan India: Membangun Motor Baru Pertumbuhan Asia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Oleh Dr. (HC) Setyono Djuandi Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group dan Founder President University

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia dalam waktu dekat bukan sekadar agenda diplomatik rutin. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat salah satu hubungan tertua di Asia menjadi salah satu kemitraan strategis paling menentukan pada abad ke-21.

Indonesia dan India telah terhubung selama lebih dari dua ribu tahun. Jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern, para pedagang, cendekiawan, dan pelaut telah melintasi Samudra Hindia, membawa perdagangan, budaya, filsafat, ilmu pengetahuan, serta berbagai gagasan yang turut membentuk peradaban kedua bangsa. Warisan sejarah tersebut kini menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kemitraan baru yang berfokus pada inovasi, investasi, pendidikan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 telah membuka babak baru hubungan bilateral. Berbagai kesepakatan strategis yang dihasilkan dalam kunjungan tersebut menunjukkan komitmen kedua pemerintah untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor. Kini, kunjungan balasan Perdana Menteri Modi menjadi kesempatan untuk mengubah berbagai kesepakatan itu menjadi langkah nyata.

Momentum ini hadir ketika perekonomian global tengah mengalami perubahan struktural yang sangat besar. Rantai pasok dunia sedang mengalami reorganisasi, transformasi digital mengubah wajah berbagai industri, perubahan demografi menciptakan peluang ekonomi baru, sementara ketidakpastian geopolitik mendorong banyak negara untuk mendiversifikasi kemitraan ekonominya.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia dan India memiliki keunggulan yang saling melengkapi.

India telah berkembang menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Keberhasilannya di bidang teknologi informasi, infrastruktur digital publik, farmasi, rekayasa teknik, teknologi antariksa, hingga kewirausahaan telah menarik perhatian dunia. India juga menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh seiring dengan kuatnya institusi demokrasi dan sektor swasta yang dinamis.

Di sisi lain, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang dianugerahi sumber daya alam melimpah, posisi maritim yang strategis, stabilitas politik, serta populasi usia produktif yang besar. Lebih penting lagi, Indonesia kini tengah memasuki fase transformasi industri, beralih dari ketergantungan pada ekspor komoditas menuju pengembangan industri hilir, manufaktur berteknologi tinggi, energi terbarukan, layanan kesehatan, ekonomi digital, dan sektor berbasis pengetahuan.

Dengan karakteristik tersebut, kedua negara tidak berada dalam posisi saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Indonesia menawarkan kawasan industri, infrastruktur logistik, akses strategis ke pasar ASEAN, sumber daya energi yang melimpah, serta peluang investasi jangka panjang. Sementara itu, India menghadirkan sumber daya manusia berkualitas, kemampuan teknologi kelas dunia, keahlian rekayasa, inovasi digital, sistem kesehatan yang berkembang pesat, serta ekosistem kewirausahaan yang kuat.

Ketika kekuatan tersebut dipadukan, Indonesia dan India memiliki peluang untuk tumbuh jauh lebih kuat bersama.

Dari pengalaman saya membangun Kota Jababeka selama lebih dari tiga dekade, saya belajar bahwa pembangunan ekonomi yang berhasil tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem yang utuh, di mana kawasan industri berkembang bersama universitas, lembaga riset, fasilitas kesehatan, kawasan hunian, dan komunitas masyarakat.

Karena itu, fase berikutnya dalam hubungan Indonesia dan India seharusnya melampaui kerja sama perdagangan konvensional. Kedua negara perlu bersama-sama membangun ekosistem inovasi yang mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Ada sejumlah bidang yang sangat potensial untuk segera dipercepat.

Pertama, pengembangan industri. Perusahaan-perusahaan manufaktur India yang ingin memperluas pasar ke Asia Tenggara dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis. Sebaliknya, perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan kemampuan rekayasa teknik India serta jaringan bisnis global yang dimilikinya.

Kedua, sektor kesehatan dan ilmu hayati. Indonesia tengah berinvestasi besar dalam pendidikan kedokteran dan riset kesehatan. Kolaborasi dengan institusi medis terkemuka di India dapat memperkuat penelitian bersama, pengembangan teknologi kesehatan, industri farmasi, layanan telemedisin, hingga inovasi layanan kesehatan yang terjangkau bagi jutaan masyarakat.

Ketiga, pendidikan tinggi dan pengembangan talenta. Universitas perlu menjadi jembatan strategis antara kedua negara. Program pertukaran mahasiswa, pusat riset bersama, program gelar ganda, kolaborasi dosen, penelitian kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga pendidikan kewirausahaan akan menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh industri masa depan.

Keempat, ekonomi digital dan kecerdasan buatan. Ekosistem digital India yang telah diakui dunia dipadukan dengan pasar digital Indonesia yang berkembang sangat cepat menciptakan peluang besar untuk berkolaborasi dalam pengembangan aplikasi AI, teknologi finansial, keamanan siber, manufaktur cerdas, tata kelola digital, hingga pengembangan perusahaan rintisan.

Kelima, energi terbarukan dan keberlanjutan. Indonesia dan India sama-sama berkomitmen terhadap transisi energi. Investasi bersama dalam energi surya, hidrogen hijau, teknologi baterai, kendaraan listrik, serta kawasan industri berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kemitraan internasional akan menjadi semakin penting. Namun, kerja sama tersebut tidak boleh hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar yang lebih besar bagi produk asing. Sebaliknya, kemitraan harus mampu mendorong Indonesia menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi, pengembang teknologi baru, pencetak tenaga profesional, pusat riset ilmiah, serta rumah bagi perusahaan-perusahaan yang mampu bersaing secara global.

Demikian pula, hubungan India dengan Indonesia tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan bilateral. Hubungan ini perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kawasan Indo-Pasifik yang lebih kuat melalui kemakmuran bersama, saling menghormati, nilai-nilai demokrasi, dan ketahanan ekonomi.

Peran sektor swasta juga akan menjadi penentu keberhasilan kemitraan tersebut. Pemerintah memang dapat membangun kerangka kebijakan, tetapi dunia usaha menghadirkan investasi, perguruan tinggi mencetak talenta, lembaga penelitian menghasilkan inovasi, dan para wirausahawan mengubah ide menjadi nilai ekonomi. Model kolaboratif seperti inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan berbagai negara maju.

Ke depan, Indonesia dan India perlu bercita-cita menjadi mitra strategis dalam membangun generasi baru ekosistem industri dan inovasi di Asia.

Bersama, kedua negara memiliki populasi lebih dari 1,7 miliar jiwa.

Bersama, Indonesia dan India merupakan dua demokrasi terbesar di dunia.

Bersama pula, kedua negara memiliki sumber daya manusia yang besar, kemampuan teknologi yang terus berkembang, kelas menengah yang semakin kuat, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi.

Tidak banyak kemitraan bilateral di dunia yang memiliki potensi sebesar ini.

Karena itu, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi seharusnya tidak hanya dikenang sebagai sebuah kunjungan kenegaraan. Kunjungan tersebut semestinya menjadi titik awal ketika dua peradaban besar memutuskan untuk membangun masa depan bersama, yang tidak hanya bertumpu pada sejarah, tetapi juga pada inovasi, kemitraan, dan kesejahteraan bersama.

Apabila peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia dan India. Kemitraan tersebut juga akan berkontribusi pada lahirnya Asia yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi generasi-generasi mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

    KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 56 Ribu Pelanggan KA Lokal, Volume Tertinggi Terjadi pada 26 Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat tingginya mobilitas pelanggan pada layanan Kereta Api Lokal selama periode 25 Mei hingga 2 Juni 2026. Dalam kurun waktu tersebut, total pelanggan yang dilayani mencapai 55.899 pelanggan, terdiri dari 27.856 pelanggan naik dan 28.043 pelanggan turun di wilayah operasional Daop 1 Jakarta. Dari keseluruhan periode […]

  • Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

    Bandhan Melampaui Batas: Apa yang Harus Indonesia dan India Bangun Bersama Selanjutnya?

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta — Jauh sebelum rantai pasok menghubungkan pabrik-pabrik kita dan investasi mempererat hubungan ekonomi kedua negara, Samudra Hindia telah membawa sesuatu yang jauh lebih berharga antara Indonesia dan India, yaitu kepercayaan. Kapal-kapal dagang yang memanfaatkan angin muson memang mengangkut rempah-rempah, tekstil, dan berbagai kisah peradaban, tetapi pada saat yang sama juga membawa sebuah gagasan yang mampu bertahan […]

  • Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi

    Hilirisasi Pangan Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PalmCo Siapkan Lahan Peternakan Ayam Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Jakarta — PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyatakan kesiapan mendukung agenda pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Program industri ayam terintegrasi diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penyediaan protein hewani, terutama daging ayam dan telur, yang kebutuhannya terus meningkat seiring pertumbuhan […]

  • Permintaan Alat Berat Makin Beragam, BRI Finance Optimistis hingga Akhir 2026

    Permintaan Alat Berat Makin Beragam, BRI Finance Optimistis hingga Akhir 2026

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) melihat prospek pembiayaan alat berat masih terbuka hingga penghujung 2026. Permintaan tidak hanya berasal dari industri komoditas, tetapi juga dari sektor produktif lain yang membutuhkan alat berat untuk menunjang kegiatan operasional dan investasi. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa aktivitas usaha […]

  • BRI Region 6 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    BRI Region 6 Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, BRI Region 6 melaksanakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pekerja dan jajaran manajemen ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, serta dalam menjalankan tugas […]

  • Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KAI menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek. Layar Interaktif menyediakan tiga fitur […]

expand_less