Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan hari Rabu (1/7). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.

Menurut Geraldo, grafik H4 menunjukkan bahwa emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting.

Selain gagal melewati resistance, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru.

“Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868.

Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun.

Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan.

Namun untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barantum Hadirkan AI Agent untuk Bantu Otomasi via WhatsApp

    Barantum Hadirkan AI Agent untuk Bantu Otomasi via WhatsApp

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. WhatsApp telah menjadi salah satu kanal komunikasi utama antara bisnis dan pelanggan. Mulai dari […]

  • Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

    Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Photogrammetry drone menyusun model tiga dimensi dan orthomosaic dari ribuan foto udara. Hasilnya menjadi dasar pemetaan, perhitungan volume, dan pemantauan progres pada konstruksi, pertambangan, dan drone survey infrastruktur. Photogrammetry adalah teknik mengubah foto menjadi ukuran. Dengan drone, kamera merekam permukaan dari udara dengan tumpang tindih foto yang tinggi, lalu perangkat lunak menyatukan titik-titik yang sama […]

  • Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US.000

    Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 September 2026 — Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%. Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. […]

  • BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

    BI Buka Opsi Terbitkan Stablecoin, Pelaku Industri Soroti Arah Baru Rupiah Digital

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Oktober 2026 – Bank Indonesia (BI) membuka opsi untuk menerbitkan stablecoin sebagai bagian dari pengembangan instrumen digital bank sentral. Wacana tersebut muncul di tengah pengembangan Rupiah Digital yang saat ini memasuki tahap eksperimen untuk mendukung transaksi lintas negara. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan bentuk akhir instrumen digital yang tengah dikembangkan masih dalam pembahasan. […]

  • Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

    Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, 25 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok dan operasional guna menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan pasokan bahan baku industri baja. Direktur Infrastruktur & Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, […]

  • BRI Region 6 Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI Region 6 Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Region 6 menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BRI Region 6. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan, mempererat hubungan antarpersonal, […]

expand_less