Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan pada perdagangan hari Rabu (1/7). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek.

Menurut Geraldo, grafik H4 menunjukkan bahwa emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting.

Selain gagal melewati resistance, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru.

“Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868.

Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat.

Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar.

Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun.

Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan.

Namun untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Lonjakan Mobilitas Idulfitri 1447H/2026, JTT Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapan Layanan di Jalan Tol Trans Jawa

    Hadapi Lonjakan Mobilitas Idulfitri 1447H/2026, JTT Tegaskan Komitmen Perkuat Kesiapan Layanan di Jalan Tol Trans Jawa

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Bekasi (12/03) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan jalan tol yang andal dengan memperkuat kesiapan operasional di seluruh ruas Jalan Tol Trans Jawa yang dikelolanya dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447H/2026. Dalam rangka memastikan pelayanan operasional tetap berjalan optimal selama periode Ramadan […]

  • Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

    Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, LRT Jabodetabek Lakukan Uji Coba tambah Frekuensi Perjalanan di Jam Sibuk Pagi Mulai 8 Juni 2026.

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KAI akan uji coba Kereta Luar Biasa tambahan frekuensi LRT Jabodebek pada Senin 8/6–Jumat 12/6 di jam sibuk pagi. Relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.14 WIB di sela jadwal 07.08 dan 07.16 WIB. Relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI ditambah pukul 07.24 WIB di sela 07.22 dan 07.30 WIB. Langkah ini merespons tingginya volume penumpang 06.00–08.00 […]

  • Pest Control & Fumigasi, Cara KAI Jaga Kebersihan Sarana LRT Jabodebek

    Pest Control & Fumigasi, Cara KAI Jaga Kebersihan Sarana LRT Jabodebek

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KAI rutin melakukan pest control bulanan dan fumigasi berkala di LRT Jabodebek untuk mencegah gangguan hama seperti kecoak, kutu, dan tikus. Fumigasi dilakukan di ruang kedap gas dengan suhu dan tekanan tertentu agar penanganan menyeluruh. Langkah ini bagian dari komitmen menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan penumpang. KAI juga mengajak pengguna tidak membuang sampah sembarangan agar […]

  • ITECH Season 9: AI Center Bandung Dorong Inovator AI dari Sekolah

    ITECH Season 9: AI Center Bandung Dorong Inovator AI dari Sekolah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Bersama dosen STMIK LIKMI, AI Center Bandung menghadirkan perspektif industri dalam penjurian kompetisi AI bertema AI Playground: Battle of Creators. Bandung, 11 April 2026 — Komitmen mendorong literasi dan talenta kecerdasan buatan sejak usia sekolah kembali ditunjukkan AI Center Bandung melalui partisipasinya sebagai dewan juri pada ITECH Competition Season 9 di STMIK LIKMI. Mengangkat tema […]

  • KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

    KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Senin, 18 Mei 2026 KAI Daop 2 Bandung Mencatat Tanggal 17 Mei 2026 sebagai Puncak Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Bandung (Jawa Barat), 18 Mei 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus […]

  • KANTEEN & CO. Hadirkan Pengalaman Social Dining yang Interaktif dan Penuh Aktivitas Melalui Acara “Rediscover KANTEEN & CO.”

    KANTEEN & CO. Hadirkan Pengalaman Social Dining yang Interaktif dan Penuh Aktivitas Melalui Acara “Rediscover KANTEEN & CO.”

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2026 – KANTEEN & CO. menggelar acara “Rediscover KANTEEN & CO.”, sebuah gathering yang memperkenalkan konsep baru restoran sebagai destinasi social dining di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Bertempat di KANTEEN & CO., acara ini menghadirkan pengalaman bersantap yang menggabungkan hiburan interaktif, permainan kelompok, serta live music dalam suasana yang hangat dan dinamis. […]

expand_less