Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Mimika, 29 Juli 2026 – Menembus pegunungan terjal
sejauh puluhan kilometer, menghadapi cuaca ekstrem, hingga berhadapan langsung
dengan kelompok bersenjata OPM, prajurit TNI dari Satuan Tugas Habema tetap
melangkah maju. Bukan untuk mencari pertempuran, melainkan menjalankan misi
kemanusiaan dengan membawa pulang warga sipil Orang Asli Papua (OAP) yang
menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua
Pegunungan.

Misi tersebut tidak berlangsung dengan mudah. Lokasi
kejadian berada sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan
kondisi geografis yang didominasi pegunungan terjal dan akses yang sangat
terbatas. Meski dihadapkan pada medan yang berat dan berbagai tantangan di
lapangan, prajurit TNI tetap melakukan penyisiran secara bertahap demi
memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan layak.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha
Airlangga,
menjelaskan bahwa proses pencarian diawali
dengan ditemukannya jejak darah yang mengarah ke lokasi para korban. “Kami
menemukan jejak darah terlebih dahulu, kemudian menelusurinya hingga mengarah
ke lokasi korban. Saat proses penyisiran berlangsung sekitar pukul 11.20 hingga
11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata OPM hingga
terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel mampu
mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan.”

Setelah situasi berhasil dikendalikan, prajurit TNI
akhirnya menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diketahui merupakan
pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya,
Pam Wendakwe. Sementara itu, satu korban lainnya yang merupakan seorang
perempuan dari Suku Unaukam hingga kini masih dalam proses pencarian, sedangkan
identitas lengkapnya masih terus didalami oleh aparat.

Mayjen TNI Yudha
Airlangga
, menegaskan
bahwa keselamatan warga sipil selalu menjadi prioritas utama dalam setiap
pelaksanaan tugas. “Sebagai seorang prajurit, kami
sudah memahami setiap risiko dalam menjalankan tugas. Namun, ketika yang kami
hadapi adalah warga sipil yang menjadi korban kekerasan, kami tidak bisa
tinggal diam. Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, bahkan kami sempat
mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata. Tidak ada satu pun prajurit yang
mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban dapat dievakuasi dan
kembali kepada keluarganya dengan layak. Tidak boleh ada rasa takut yang
mengalahkan nilai kemanusiaan.”

Saat ditemukan, kondisi kedua jenazah sangat memprihatinkan
dan menunjukkan adanya tindakan yang tidak manusiawi. Setelah berhasil
dievakuasi dari lokasi kejadian, kedua korban dibawa ke RSUD Dekai sekitar
pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak
keluarga dan pihak berwenang. Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung
oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebagai bentuk perhatian terhadap
penanganan para korban.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Yudha Airlangga
turut membantah tegas narasi yang disebarkan kelompok OPM yang menyebut para
korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, tudingan tersebut sama
sekali tidak berdasar dan hanya memperkeruh situasi. Ia menegaskan bahwa para
korban adalah warga sipil Orang Asli Papua yang menjadi korban tindak
kekerasan, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perlindungan, penghormatan, dan
penanganan yang layak sebagai sesama anak bangsa.

Di balik keberhasilan
operasi tersebut, tersimpan dedikasi dan pengorbanan para prajurit yang rela
mempertaruhkan keselamatan demi menunaikan misi kemanusiaan. Menembus medan
ekstrem, menghadapi cuaca yang tidak menentu, hingga tetap bertahan di bawah ancaman
kelompok bersenjata, mereka membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak
hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan setiap warga yang
menjadi korban dapat memperoleh pertolongan. Bagi Satgas Habema, setiap nyawa
masyarakat Papua adalah amanah yang harus diperjuangkan, dan selama masih ada
warga yang membutuhkan bantuan, prajurit akan terus hadir di garis terdepan,
apa pun risiko yang harus dihadapi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BUKTI TANGAN DINGIN SANG MENTOR! Gubernur YSK Sukses ‘Saring’ Talenta Super, Dr. Manumpil Lolos Kawah Candradimuka PKN I!

    BUKTI TANGAN DINGIN SANG MENTOR! Gubernur YSK Sukses ‘Saring’ Talenta Super, Dr. Manumpil Lolos Kawah Candradimuka PKN I!

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Manado, Media.Reputsiplus.com Awal masa jabatan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), ditandai dengan sebuah seruan tegas kepada jajarannya: birokrat harus “berlari” dan proaktif menunjukkan kompetensi demi akselerasi kemajuan daerah. Kini, seruan tersebut mulai menunjukkan hasil konkret. Prestasi gemilang yang ditorehkan Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, M.Env.Mgmt, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sulut, yang baru saja […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Ajak Generasi Muda Universitas Pancasila Bangun Budaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

    KAI Daop 1 Jakarta Ajak Generasi Muda Universitas Pancasila Bangun Budaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggandeng Universitas Pancasila dalam kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perlintasan Sebidang JPL 78 Bekasi dengan melibatkan mahasiswa Universitas Pancasila. Sosialisasi dilakukan melalui […]

  • HIT Piece: Lindungi Rumah dari Ancaman DBD di Musim Hujan

    HIT Piece: Lindungi Rumah dari Ancaman DBD di Musim Hujan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jakarta — Indonesia merupakan salah satu negara yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD), terutama ketika musim hujan tiba. Curah hujan yang meningkat dapat menciptakan lebih banyak genangan air di sekitar lingkungan rumah, yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue. Nyamuk ini tidak hanya berkembang biak di genangan besar. […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle reputasi
    • visibility 520
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Wujudkan Pelayanan Prima, BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista

    Wujudkan Pelayanan Prima, BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    JAKARTA, 01 JULI 2026 – Sebagai wujud apresiasi tertinggi terhadap loyalitas para nasabah senior, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar program CX 100 (Apresiasi Nasabah Pensiunan BRI). Kegiatan yang berlangsung meriah ini bertempat di BRI Branch Office (BO) Otista dan dihadiri oleh 100 orang nasabah pensiunan pilihan, termasuk salah satunya adalah aktor senior Pong […]

  • Gangguan Premanisme di Perkebunan Sawit Ancaman Nyata bagi Ketahanan Energi Nasional.

    Gangguan Premanisme di Perkebunan Sawit Ancaman Nyata bagi Ketahanan Energi Nasional.

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Ketegangan geopolitik global kembali menekan stabilitas energi dunia. Konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Iran, berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak global. Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketergantungan terhadap energi impor adalah risiko yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara tegas mendorong kemandirian energi nasional. Salah […]

expand_less