Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Holding Perkebunan Nusantara Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15–20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15–20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui industri tembakau yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja sepanjang satu siklus produksi. Mulai dari persiapan lahan hingga pengolahan di pabrik, aktivitas usaha perusahaan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Sebagai salah satu sentra produksi tembakau unggulan nasional, PTPN I Regional 5 mengelola lebih dari puluhan area tanam yang setiap tahun menjalankan siklus budidaya secara berkesinambungan mulai November hingga November tahun berikutnya. Seluruh tahapan produksi, mulai dari perolehan lahan, pembibitan, pengolahan tanah, persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan, hingga pengolahan di pabrik, melibatkan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Penyerapan tenaga kerja meningkat seiring perkembangan siklus produksi. Pada tahap pengolahan tanah, setiap area tanam rata-rata mempekerjakan lebih dari 50 pekerja per hari dengan dominasi tenaga kerja laki-laki karena karakter pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis dan fisik. Sementara pada fase penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian dan keterampilan tinggi.

Aktivitas kemudian mencapai puncaknya pada proses pengolahan tembakau yang berlangsung pada Juli hingga November. Operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, menjadikan industri tembakau PTPN I Regional 5 sebagai salah satu penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember dan sekitarnya.

Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya di Jakarta, Rabu (15/07/2026), sebagai bagian dari upaya PTPN I memperkuat peran perusahaan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.

“PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja dan menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang luas, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan di pabrik,” ujar Abdul Rivai Ras.

Menurutnya, tingginya penyerapan tenaga kerja merupakan implementasi nyata prinsip Creating Shared Value, di mana pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami meyakini keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan kinerja bisnis, tetapi juga oleh besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, PTPN I akan terus memperkuat pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem usaha perusahaan,” kata bro Rivai sapaan akrab Abdul Rivai Ras.

Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ribuan pekerja sepanjang musim tembakau mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, logistik, jasa, usaha mikro, hingga pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan operasional.

Melalui penguatan rantai bisnis dari hulu hingga hilir, PTPN Group terus menegaskan komitmennya sebagai perusahaan perkebunan negara yang tidak hanya menghasilkan tembakau berkualitas untuk pasar nasional dan internasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

    Bank Raya Dorong Mahasiswa dan UMKM Lebih Produktif lewat Pemanfaatan Bank Digital

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Kali ini, Bank Raya kembali menghadirkan program Inspiraya dengan tema “Financial Wellness di Era Digital: Atur Uang Sesuai Tujuan, Hidup Lebih Tenang”. Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya terus mendorong peningkatan […]

  • Didukung Embassy of India, Unesa Pecahkan Rekor MURI dengan Peserta Disabilitas Terbanyak dalam Yoga Bersama

    Didukung Embassy of India, Unesa Pecahkan Rekor MURI dengan Peserta Disabilitas Terbanyak dalam Yoga Bersama

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatat sejarah dengan memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori peserta disabilitas terbanyak dalam kegiatan yoga bersama. Rekor tersebut tercipta dalam peringatan Hari Yoga Internasional 2026 yang digelar di Lapangan Rektorat Unesa, Surabaya, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 peserta ini melibatkan 150 penyandang disabilitas yang turut […]

  • Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

    Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja frontliner BRI Branch Office Rawamangun tampil anggun dengan mengenakan kebaya saat melayani nasabah. Balutan busana tradisional tersebut menghadirkan nuansa budaya yang kental di area layanan, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini. Dengan senyum ramah dan pelayanan profesional, para frontliner tetap menjalankan tugasnya secara optimal meskipun mengenakan […]

  • Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

    Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia. Langkah ini mendesak dilakukan agar potensi hilirisasi mineral nasional tidak terhenti pada produk setengah jadi, melainkan mampu menembus industri manufaktur strategis bernilai tambah tinggi. Padahal, Indonesia memiliki keunggulan […]

  • Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Bagi sebagian calon ibu, istilah ASI liquid gold (emas cair) mungkin sudah tidak asing lagi. Sebutan ini merujuk pada kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi tubuh sejak akhir masa kehamilan hingga beberapa hari setelah persalinan. Meski hanya keluar dalam jumlah sedikit, kolostrum memiliki kandungan nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang […]

  • Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

    Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pensiun mungkin masih terasa jauh ketika usia produktif sedang sibuk membangun karier. Namun, semakin panjang waktu yang tersedia, semakin banyak kesempatan untuk menyiapkan kebutuhan di masa depan. Salah satu aset yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Emas telah lama digunakan sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai aset, termasuk untuk tujuan keuangan jangka panjang. Namun, apakah […]

expand_less