Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ITSEC Asia (IDX: CYBR) Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan dan Memimpin Era AI

ITSEC Asia (IDX: CYBR) Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan dan Memimpin Era AI

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Berbekal 16 tahun pengalaman di bidang cybersecurity, ITSEC Asia menghadirkan akademi berbasis praktik yang menggabungkan cybersecurity, AI dan teknologi simulasi untuk membangun talenta digital Indonesia

JAKARTA, 10 Agustus 2026 – PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan cybersecurity dengan pengalaman 16 tahun, resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi.

Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional, antara lain Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Edwin Hidayat, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital; serta Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A., Komandan Satuan Siber TNI AU, yang mewakili Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., Kepala Staf Angkatan Udara. Acara ini juga dihadiri oleh para pemimpin industri, profesional teknologi, mitra dan rekan-rekan media.

Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar. Organisasi membutuhkan profesional yang dapat menghadapi ancaman siber, menguji ketahanan sistem, membangun solusi berbasis AI serta memahami aspek keamanan dan tata kelola teknologi.

Kondisi tersebut menempatkan pengembangan talenta cybersecurity dan AI sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi digital. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan talenta digital dan AI untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.

“Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah membangun pengalaman dalam membantu organisasi menghadapi berbagai tantangan cybersecurity. Melalui ITSEC Cyber & AI Academy, pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi pembelajaran yang dirancang untuk membantu profesional mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia,” ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.

“Tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab. ITSEC Cyber & AI Academy merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi pada penguatan kapabilitas digital Indonesia.”

Dengan filosofi “We don’t just train defenders. We create them.”, Academy menggunakan pendekatan practitioner-led yang menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian utama dari proses pembelajaran. Peserta dapat mengikuti perjalanan pengembangan kompetensi yang mencakup asesmen, pembelajaran, praktik dan evaluasi.

“Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan untuk melindunginya dan menggunakannya dengan tepat. AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya,” ujar Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Defend & Attack. Build & Govern.

ITSEC Cyber & AI Academy memiliki dua fokus utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi di era digital.

Cybersecurity Academy: Defend & Attack membangun kemampuan untuk memahami, menguji, mempertahankan dan merespons ancaman siber. Pendekatan ini memberikan peserta perspektif defensif dan ofensif agar mereka memahami bagaimana sistem dilindungi sekaligus bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji.

AI Academy: Build & Govern berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola. Pendekatan ini menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak menggunakan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan.

Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber & AI Academy, mengatakan bahwa pendekatan Academy dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi profesional di lapangan.

“Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan.”

“Ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA memungkinkan kami membangun perjalanan pembelajaran yang lebih terukur, mulai dari mengidentifikasi kompetensi hingga menguji kemampuan dalam skenario yang realistis.”

Didukung Ekosistem Teknologi dari Asesmen hingga Simulasi

Untuk mendukung perjalanan pembelajaran tersebut, ITSEC Cyber & AI Academy menghadirkan ekosistem teknologi yang mencakup asesmen, pembelajaran, pengembangan kompetensi, simulasi dan cyber awareness.

AKSI (Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif) digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi kandidat, termasuk kemampuan teknis, aptitude dan soft skills. CAKRA (Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi) mendukung pengelolaan pembelajaran dan kompetensi dalam satu lingkungan pembelajaran.

Untuk pembelajaran berbasis AI, SAKTI (Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi) menyediakan jalur pembelajaran adaptif untuk AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming, termasuk evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating.

Sementara itu, PERISAI (Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur) menyediakan cyber range berbasis AI untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security dan intelligence. JAGA (Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional) mendukung kebutuhan cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja.

Ekosistem tersebut memungkinkan Academy menghubungkan proses asesmen, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dalam satu perjalanan pengembangan kompetensi.

Membangun Pipeline Talenta untuk Indonesia

Peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy menjadi bagian dari perluasan kontribusi ITSEC Asia terhadap ekosistem digital Indonesia. Pengembangan talenta cybersecurity dan AI membutuhkan kolaborasi antara industri, pemerintah, institusi pendidikan dan komunitas teknologi agar kemampuan profesional dapat terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Dengan membawa pengalaman 16 tahun di bidang cybersecurity ke dalam pendidikan dan pengembangan kompetensi, ITSEC Asia ingin membantu memperkuat pipeline talenta yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi ancaman siber sekaligus memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.

ITSEC CyberTalent: Mendukung Talenta Muda Indonesia

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui ITSEC CyberTalent, sebuah inisiatif yang mendukung talenta muda Indonesia dengan potensi di bidang cybersecurity melalui akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri.

Pada peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP). Dukungan yang diberikan meliputi perangkat pendukung untuk menunjang pembelajaran cybersecurity, sesi pelatihan privat bersama para ahli cybersecurity ITSEC Asia serta kesempatan menjalani program magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Selama 16 tahun kami melihat bahwa talenta hebat dapat lahir dari mana saja. Tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan, melainkan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan kesempatan. Melalui ITSEC CyberTalent, kami ingin membantu talenta muda Indonesia terus berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi bagi keamanan digital Indonesia di masa depan,” ujar Patrick Dannacher.

Melalui kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy dan inisiatif ITSEC CyberTalent, ITSEC Asia memperkuat komitmennya untuk mendukung pengembangan talenta cybersecurity dan AI Indonesia, baik melalui pendidikan yang terstruktur maupun dukungan langsung kepada individu yang menunjukkan potensi luar biasa di bidang tersebut.

ITSEC Cyber & AI Academy akan terus mengembangkan program pembelajaran, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi serta menghadirkan berbagai inisiatif pengembangan talenta untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia cybersecurity dan AI di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kebiasaan belanja online dan transaksi sehari-hari mengalami banyak perubahan sejak pembayaran digital semakin mudah diakses. Salah satu inovasi yang ikut mendorong perubahan tersebut adalah QRIS, sistem pembayaran berbasis QR Code yang kini digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia. Dulu, banyak orang masih mengandalkan uang tunai atau transfer manual saat berbelanja. Kini, cukup membuka aplikasi perbankan atau […]

  • Kementerian PU dan Pemkab Jember Bersinergi Merenovasi Pasar Tanjung dengan Desain Berbasis Kearifan Lokal

    Kementerian PU dan Pemkab Jember Bersinergi Merenovasi Pasar Tanjung dengan Desain Berbasis Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JEMBER – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan komitmennya untuk melakukan pembangunan ulang secara menyeluruh terhadap Pasar Tanjung di Kabupaten Jember. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember guna meningkatkan kualitas infrastruktur pasar rakyat terbesar dan paling vital di pusat Kota Jember. Renovasi total pasar dilakukan karena kondisi fisik bangunan yang telah […]

  • Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

    Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Rabu (5/8). Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum kenaikan dinilai masih cukup solid setelah muncul konfirmasi teknikal yang menunjukkan bahwa tekanan beli kembali mendominasi pasar. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai sejumlah faktor eksternal, terutama penguatan dolar Amerika Serikat, […]

  • BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    BINUS Kian Diakui Global, Sejumlah Program Studi Baru Saja Masuk di QS World Rankings by Subject 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat internasional melalui QS World University Rankings by Subject 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena hadir di momentum perjalanan menuju 45 tahun BINUS dalam berkontribusi bagi pendidikan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi BINUS sebagai institusi yang semakin diakui secara global. BINUS University kembali menorehkan pencapaian membanggakan di tingkat […]

  • Pola Candlestick yang Menandakan Potensi Kenaikan

    Pola Candlestick yang Menandakan Potensi Kenaikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dalam analisis teknikal, candlestick menjadi salah satu alat paling penting untuk membaca pergerakan harga. Melalui bentuk dan struktur candlestick, trader dapat memahami psikologi pasar serta melihat keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Bagi trader, terutama pemula, mengenali pola candlestick yang menandakan potensi kenaikan harga dapat membantu menentukan timing entry yang lebih terukur. Pola candlestick tidak […]

  • Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

    Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BI Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran dari Bank Indonesia yang memungkinkan transfer dana antarbank dilakukan lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode transfer konvensional. Karena itu, BI Fast kini menjadi salah satu layanan transfer yang banyak digunakan oleh perbankan di Indonesia. Meski sama-sama digunakan untuk mengirim uang, BI Fast dan transfer biasa memiliki […]

expand_less