Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Menuju Model Pembiayaan Baru Jalan Tol, Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

ATI Tekankan Pentingnya Penyempurnaan Regulasi untuk Menjaga Keseimbangan antara Kualitas Pelayanan, Kepastian Investasi, dan Keberlanjutan Infrastruktur.

Jakarta (12/08), Upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memperbesar peran swasta membutuhkan dukungan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi menjadi salah satu faktor kunci agar investasi di sektor jalan tol tetap menarik, sekaligus memberikan kepastian dalam perencanaan dan pengambilan investasi jangka panjang bagi investor.

Hal tersebut yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Penyelarasan Ekosistem Infrastruktur Jalan Tol untuk Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Rabu (12/8). FGD ini membahas berbagai isu strategis dalam pengusahaan jalan tol sekaligus membuka ruang dialog konstruktif, strategis dan solutif antara lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi, termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol yang optimal bagi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo menyampaikan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun infrastruktur jalan tol yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol, dunia usaha, asosiasi, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam arah yang sama. FGD ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, bukan sekadar menyamakan pandangan. Karena yang kita sambungkan bukan hanya jalan, tetapi menyambungkan produksi dengan pasar, investasi dengan pekerjaan, dan pertumbuhan dengan kesejahteraan,” ujar Dody.

Pembahasan dalam FGD mencakup berbagai topik termasuk investasi jalan tol yang bankable dan sustainable, kepastian dalam pengusahaan, konsistensi terhadap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), mekanisme penyesuaian tarif, penerapan prinsip fair risk sharing, serta pengelolaan berbagai perubahan dan dinamika usaha yang menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kepercayaan investor dan lembaga pembiayaan. Berbagai isu seperti integrasi jalan tol, pemanfaatan ruang milik jalan tol, TIP, hingga penerapan MLFF juga dibahas secara kolaboratif dengan mempertimbangkan kondisi jaringan, kebutuhan pelayanan, struktur pembiayaan, dan keberlanjutan investasi.

Mantan Kepala BAPPENAS dan Menteri Keuangan Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., yang sekarang menjabat sebagai Dean & CEO ADB Institute mengatakan bahwa pembangunan jalan tol memiliki manfaat ekonomi yang jauh lebih luas dari sekadar penyediaan infrastruktur transportasi.

“Di tengah kebutuhan pembangunan yang besar dan ruang fiskal yang perlu dikelola secara optimal, keterlibatan swasta menjadi semakin penting. Karena itu, kita perlu membangun model pembiayaan dan ekosistem pengusahaan yang mampu menarik investasi jangka panjang, sekaligus memastikan manfaat pembangunan jalan tol dapat dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian secara luas,” ucap Bambang.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Dr. M. Chatib Basri, Visiting Scholar di Harvard CID dan Visiting Professor in Practice di London School of Economics memberikan tanggapannya. Menurutnya di tengah kondisi APBN yang sangat ketat saat ini, partisipasi swasta dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur akan menjadi sangat penting.

“Sangat boleh jadi, APBN kita tidak memiliki ruang, bukan saja untuk membiayai infrastruktur, tetapi juga untuk memberikan insentif fiskal bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, untuk menarik minat dan partisipasi swasta, yang dapat dilakukan adalah melakukan deregulasi, kemudahan perizinan dan yang sangat penting adalah memastikan bahwa pemerintah dan otoritas terkait senantiasa memenuhi komitmen yang telah disepakati dan mengikat dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan pemegang konsesi. Terlebih lagi, untuk menarik investor asing yang punya kebebasan memilih untuk menempatkan modalnya di mana saja, tentunya kita harus dapat memberikan penawaran yang lebih menarik dibandingkan negara lain,” jelas Chatib Basri.

Di sisi lain, Kepala Kajian Transportasi, Real Estate, dan Studi Perkotaan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., juga turut memberikan pandangannya dalam FGD ini.

“Pengembangan jaringan jalan tol memberikan manfaat ekonomi yang besar, dan manfaat tersebut meningkat sebanding dengan skala jaringan yang terbangun. Namun laju realisasi pembangunan saat ini masih jauh dibawah kebutuhan untuk mencapai target tersebut. Karena kebutuhan modalnya melampaui kapasitas pembiayaan publik, percepatan pembangunan bergantung pada peran swasta. Karena itu, mendorong ekosistem jalan tol yang sehat menjadi penting agar peran swasta dapat dioptimalkan secara berkesinambungan” ujar Yudhistira.

Saat ini, panjang jaringan tol beroperasi melebihi 3.115 km dengan nilai akumulasi investasi yang menembus Rp668 triliun hingga diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun, oleh karenanya industri jalan tol memegang peran vital sebagai tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, pengembangan industri jalan tol perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Ketua Umum ATI Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa industri jalan tol kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia infrastruktur fisik menjadi bagian dari ekosistem transportasi dan pembangunan nasional yang berperan dalam mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan wilayah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan pengguna jalan harus berjalan selaras dengan keberlanjutan iklim investasi melalui penyelarasan arah kebijakan bersama.

“Orientasi kami di ATI adalah mewujudkan industri jalan tol yang terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta didukung oleh iklim investasi yang sehat dan tata kelola yang efektif. Pada akhirnya, dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi yang baik, kita ingin membangun ekosistem jalan tol yang menciptakan nilai secara berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun pelaku industri. Forum hari ini merupakan langkah awal yang perlu kita tindak lanjuti secara konkret, baik melalui pembentukan working group maupun penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. Berbagai perspektif dan masukan berharga hari ini menjadi modal penting untuk menyelaraskan langkah serta memperkuat ekosistem jalan tol nasional yang berkelanjutan,” ujar Rivan.

Pelaksanaan FGD ini mempertegas peran ATI sebagai mitra strategis Pemerintah dalam membangun iklim investasi jalan tol yang sehat dan transparan. ATI berkomitmen menciptakan ekosistem jalan tol yang mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi pengguna jalan, negara, maupun industri sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

    Melalui PT Enero, Holding Perkebunan Nusantara Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 86
    • 0Komentar

    JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero), anak usaha PTPN I, sukses memproduksi 32 juta liter bioetanol pada kinerja 2025. Angka ini mencatatkan expanded dua juta liter dari kapasitas terpasang pabrik yang hanya 30 juta liter. Pencapaian ini mengkonfirmasi kesiapan PTPN Group memasuki era transisi energi fosil ke energi hijau pada […]

  • Penguatan Kompetensi PPO Logistik, BRI Region 6 Gelar Pendidikan Bidang Logistik

    Penguatan Kompetensi PPO Logistik, BRI Region 6 Gelar Pendidikan Bidang Logistik

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia, BRI Region 6 menyelenggarakan program pendidikan bagi Petugas Penunjang Operasional (PPO) bidang Logistik dari seluruh Unit Kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Qlolal Gedung BRI Region 6 dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Pendidikan ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan serta meningkatkan keahlian PPO dalam bidang […]

  • Perluas Jangkauan Layanan, BRI Mangga Dua Jalin Kolaborasi Strategis dengan DoubleTree by Hilton

    Perluas Jangkauan Layanan, BRI Mangga Dua Jalin Kolaborasi Strategis dengan DoubleTree by Hilton

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    JAKARTA – Guna meningkatkan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi para nasabah setianya, BRI Branch Office (BO) Mangga Dua resmi menjalin kerja sama merchant strategis dengan hotel bintang lima terkemuka, DoubleTree by Hilton. Kolaborasi ini ditandai dengan seremoni penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh perwakilan manajemen BRI Mangga Dua dan pihak DoubleTree. Langkah ini […]

  • Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

    Perawatan LRT Jabodebek Berlangsung Saat Malam, Tim Kesehatan Jaga Kondisi Petugas

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Saat sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, ratusan petugas LRT Jabodebek justru mulai bekerja. Dalam rentang waktu beberapa jam, mereka memeriksa kereta, jalur rel, sistem persinyalan, stasiun, hingga third rail. Seluruh pekerjaan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan LRT Jabodebek kembali beroperasi dengan aman, andal, dan siap melayani masyarakat pada keesokan harinya. Pekerjaan pada malam […]

  • BRI KK Condet Buka Layanan Weekend Banking untuk Penuhi Kebutuhan Perbankan Nasabah Saat Libur

    BRI KK Condet Buka Layanan Weekend Banking untuk Penuhi Kebutuhan Perbankan Nasabah Saat Libur

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, BRI Kantor Kas (KK) Condet menghadirkan layanan Weekend Banking guna memenuhi kebutuhan transaksi perbankan nasabah di akhir pekan dan hari libur. Melalui layanan ini, nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi perbankan seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, pembayaran, pembukaan rekening, aktivasi layanan digital banking, hingga konsultasi produk dan […]

  • Robot Humanoid Unitree: Dari Otomasi Industri hingga Interaksi Publik

    Robot Humanoid Unitree: Dari Otomasi Industri hingga Interaksi Publik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Robot humanoid bukan lagi teknologi yang hanya hidup di pameran teknologi. Unitree telah mengirimkan lebih dari 5.500 unit humanoid secara komersial sepanjang 2025, menjadikannya produsen dengan volume pengiriman terbesar di dunia untuk kategori ini. Teknologinya sudah digunakan secara aktif di fasilitas industri, universitas riset terkemuka, hingga ruang publik di berbagai negara. Yang menarik bukan hanya […]

expand_less