Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

  • account_circle editor News
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Jakarta, 19 Januari 2026 — Nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai Rp482,23 triliun kerap dipandang sebagai indikator kuatnya aktivitas pasar domestik. Namun di balik angka tersebut, posisi Indonesia dalam peta perdagangan kripto global justru menunjukkan pelemahan yang konsisten.

Berdasarkan data perdagangan kripto global periode 2021–2025, pangsa pasar Indonesia terhadap total volume transaksi dunia turun tajam dari 0,04570% pada 2021 menjadi hanya 0,01965% pada 2025. Penurunan ini terjadi di saat volume perdagangan kripto global kembali meningkat, menandakan bahwa Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan momentum pemulihan pasar.

Pangsa Pasar Indonesia Terus Turun di Tengah Pemulihan Global

Tekanan terhadap aktivitas perdagangan domestik mulai terasa sejak 2022, seiring diberlakukannya PMK 68/2022 yang mengenakan pajak transaksi kripto sekitar 0,20% (kini 0,21%) untuk setiap transaksi jual beli, tanpa memperhitungkan kondisi untung atau rugi. Struktur pajak ini berdampak langsung pada trader aktif dan penyedia likuiditas yang mengandalkan volume transaksi tinggi dengan margin tipis.

Situasi tersebut semakin diperberat pada 2024 dengan beroperasinya Bursa Aset Kripto resmi di bawah Bappebti. Penambahan biaya dari sisi bursa, kliring, dan settlement menambah sekitar 0,04% per transaksi. Secara keseluruhan, pelaku pasar kripto di Indonesia kini menanggung biaya sekitar 0,25% per transaksi, level yang dinilai tinggi untuk industri global yang sangat sensitif terhadap efisiensi biaya.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa tren ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

“Angka transaksi yang besar secara nominal tidak selalu mencerminkan daya saing. Dalam industri kripto, likuiditas sangat sensitif terhadap biaya. Ketika biaya di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan yurisdiksi lain, aktivitas perdagangan secara alami akan mencari pasar yang lebih efisien,” ujar Calvin.

Biaya Transaksi Tinggi Dorong Pergeseran Likuiditas

Calvin menambahkan bahwa tanpa penyesuaian kebijakan, Indonesia berisiko kehilangan peran strategis di ekosistem kripto global, meskipun jumlah pengguna terus meningkat.

“Pertumbuhan jumlah konsumen adalah sinyal positif, tetapi itu belum cukup. Yang perlu dijaga adalah agar likuiditas dan volume perdagangan tetap berada di dalam negeri. Jika tidak, kita hanya akan menjadi pasar pengguna, bukan pusat aktivitas perdagangan,” jelasnya.

Kondisi Indonesia saat ini kontras dengan pendekatan sejumlah negara lain. Thailand, misalnya, memilih menghapus pajak capital gain kripto hingga 2029 dan membebaskan PPN untuk transaksi di bursa berlisensi guna menjaga likuiditas domestik. Uni Emirat Arab bahkan tidak mengenakan pajak atas perdagangan kripto dan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu hub kripto global.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun, serta masih jauh dari puncak transaksi pada 2021. Meski demikian, jumlah konsumen kripto nasional terus meningkat hingga mencapai 19,56 juta per November 2025.

Tantangan Kebijakan di Tengah Pertumbuhan Jumlah Konsumen

Menurut Calvin, fakta ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan basis pengguna dan kualitas aktivitas pasar.

“Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah pengguna. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan struktur biaya dan regulasi yang mendorong perdagangan aktif, bukan justru mendorong likuiditas keluar dari ekosistem domestik,” katanya.

Hadirnya bursa kripto baru yang teregulasi memang memperkuat infrastruktur pasar. Namun tanpa evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan kebijakan fiskal, langkah tersebut berisiko hanya menambah kompleksitas tanpa memperbaiki daya saing.

Pada akhirnya, angka Rp482,23 triliun perlu dibaca lebih kritis. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, jauh dari puncak siklus 2021, dan tidak sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan kripto global. Data ini memberikan sinyal jelas bahwa peningkatan biaya perdagangan berbanding lurus dengan menyusutnya peran Indonesia di pasar global.

“Ke depan, kuncinya adalah keseimbangan,” tutup CEO Tokocrypto.

“Regulasi penting untuk perlindungan konsumen, tetapi daya saing juga harus dijaga. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting di industri kripto global, kebijakan yang mendukung efisiensi pasar menjadi hal yang tidak bisa ditunda.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang Tahun 2025, 1.377 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Sumsel

    Sepanjang Tahun 2025, 1.377 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Masa angkutan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) telah usai beberapa waktu yang lalu. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang mencatat capaian positif pada layanan penumpang mancanegara yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Sumatera Selatan. Selama periode angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang melayani sebanyak 57 penumpang […]

  • Suasana kafe Sunbae Manado yang menjadi ikon nongkrong anak muda di Sulawesi Utara

    Fenomena Kafe Menjamur dari Manado ke Tondano, Gaya Hidup Baru Ubah Ekonomi Lokal

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Kota Manado kini tengah mengalami ledakan bisnis di sektor kuliner, khususnya kafe dan kedai kopi modern. Dalam dua tahun terakhir, hampir di setiap sudut kota muncul tempat nongkrong baru dengan konsep estetik dan kekinian, lengkap dengan kopi racikan barista lokal dan spot foto yang Instagramable. Fenomena ini tidak hanya berhenti di ibu […]

  • Dukung Kesehatan Mata Pekerja, BRI Branch Office Otista Region 6 /Jakarta 1 Jalin Sinergi Strategis dengan OWL Eyewear

    Dukung Kesehatan Mata Pekerja, BRI Branch Office Otista Region 6 /Jakarta 1 Jalin Sinergi Strategis dengan OWL Eyewear

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BRI Branch Office Otista Region 6 terus memperluas jaringan kolaborasinya. Kali ini, BRI Branch Office Otista menjalin sinergi positif dengan OWL Eyewear, salah satu merek kacamata terkemuka yang dikenal dengan desain modern dan kualitasnya. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan mata serta nilai tambah bagi para pekerja maupun nasabah. Sinergi ini […]

  • Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

    Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di 2025 di Tengah Tantangan pada Industri Tembakau

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: HMSP) hari ini mengumumkan hasil kinerja tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan mencatatkan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar batang, serta berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri hasil tembakau Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 30,7%. JAKARTA, 18 Mei 2026 – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna/BEI: […]

  • Dukung Pemerataan Internet Nasional, MyRepublic Air Sukses ULO di Lampung

    Dukung Pemerataan Internet Nasional, MyRepublic Air Sukses ULO di Lampung

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Proses Uji Laik Operasi (ULO) pada akhir Februari telah sukses dijalankan oleh layanan MyRepublic Air. Upaya memperluas akses internet berkualitas di Sumatra terus dilakukan MyRepublic Indonesia. Proses Uji Laik Operasi (ULO) pada akhir Februari telah sukses dijalankan oleh layanan MyRepublic Air. Pelaksanaan ULO yang dilakukan secara daring ini menandai kesiapan MyRepublic Air untuk segera beroperasi […]

  • Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif

    Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kenapa Bank dengan Layanan Digital Mulai Jadi Pilihan Generasi Produktif Bank dengan layanan digital mulai banyak digunakan generasi produktif karena menawarkan akses layanan keuangan yang lebih praktis, cepat, dan fleksibel langsung dari aplikasi. Mulai dari membuka rekening, transfer, menabung, hingga mengatur transaksi harian kini bisa dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang. Perubahan gaya hidup […]

expand_less