Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

Indonesia Kehilangan Momentum di Tengah Pemulihan Pasar Kripto Dunia

  • account_circle editor News
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar

Jakarta, 19 Januari 2026 — Nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai Rp482,23 triliun kerap dipandang sebagai indikator kuatnya aktivitas pasar domestik. Namun di balik angka tersebut, posisi Indonesia dalam peta perdagangan kripto global justru menunjukkan pelemahan yang konsisten.

Berdasarkan data perdagangan kripto global periode 2021–2025, pangsa pasar Indonesia terhadap total volume transaksi dunia turun tajam dari 0,04570% pada 2021 menjadi hanya 0,01965% pada 2025. Penurunan ini terjadi di saat volume perdagangan kripto global kembali meningkat, menandakan bahwa Indonesia tertinggal dalam memanfaatkan momentum pemulihan pasar.

Pangsa Pasar Indonesia Terus Turun di Tengah Pemulihan Global

Tekanan terhadap aktivitas perdagangan domestik mulai terasa sejak 2022, seiring diberlakukannya PMK 68/2022 yang mengenakan pajak transaksi kripto sekitar 0,20% (kini 0,21%) untuk setiap transaksi jual beli, tanpa memperhitungkan kondisi untung atau rugi. Struktur pajak ini berdampak langsung pada trader aktif dan penyedia likuiditas yang mengandalkan volume transaksi tinggi dengan margin tipis.

Situasi tersebut semakin diperberat pada 2024 dengan beroperasinya Bursa Aset Kripto resmi di bawah Bappebti. Penambahan biaya dari sisi bursa, kliring, dan settlement menambah sekitar 0,04% per transaksi. Secara keseluruhan, pelaku pasar kripto di Indonesia kini menanggung biaya sekitar 0,25% per transaksi, level yang dinilai tinggi untuk industri global yang sangat sensitif terhadap efisiensi biaya.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa tren ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

“Angka transaksi yang besar secara nominal tidak selalu mencerminkan daya saing. Dalam industri kripto, likuiditas sangat sensitif terhadap biaya. Ketika biaya di dalam negeri lebih tinggi dibandingkan yurisdiksi lain, aktivitas perdagangan secara alami akan mencari pasar yang lebih efisien,” ujar Calvin.

Biaya Transaksi Tinggi Dorong Pergeseran Likuiditas

Calvin menambahkan bahwa tanpa penyesuaian kebijakan, Indonesia berisiko kehilangan peran strategis di ekosistem kripto global, meskipun jumlah pengguna terus meningkat.

“Pertumbuhan jumlah konsumen adalah sinyal positif, tetapi itu belum cukup. Yang perlu dijaga adalah agar likuiditas dan volume perdagangan tetap berada di dalam negeri. Jika tidak, kita hanya akan menjadi pasar pengguna, bukan pusat aktivitas perdagangan,” jelasnya.

Kondisi Indonesia saat ini kontras dengan pendekatan sejumlah negara lain. Thailand, misalnya, memilih menghapus pajak capital gain kripto hingga 2029 dan membebaskan PPN untuk transaksi di bursa berlisensi guna menjaga likuiditas domestik. Uni Emirat Arab bahkan tidak mengenakan pajak atas perdagangan kripto dan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu hub kripto global.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai transaksi aset kripto Indonesia sepanjang 2025 lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun, serta masih jauh dari puncak transaksi pada 2021. Meski demikian, jumlah konsumen kripto nasional terus meningkat hingga mencapai 19,56 juta per November 2025.

Tantangan Kebijakan di Tengah Pertumbuhan Jumlah Konsumen

Menurut Calvin, fakta ini menunjukkan adanya ketimpangan antara pertumbuhan basis pengguna dan kualitas aktivitas pasar.

“Indonesia memiliki potensi besar dari sisi jumlah pengguna. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan struktur biaya dan regulasi yang mendorong perdagangan aktif, bukan justru mendorong likuiditas keluar dari ekosistem domestik,” katanya.

Hadirnya bursa kripto baru yang teregulasi memang memperkuat infrastruktur pasar. Namun tanpa evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan kebijakan fiskal, langkah tersebut berisiko hanya menambah kompleksitas tanpa memperbaiki daya saing.

Pada akhirnya, angka Rp482,23 triliun perlu dibaca lebih kritis. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, jauh dari puncak siklus 2021, dan tidak sejalan dengan tren pertumbuhan perdagangan kripto global. Data ini memberikan sinyal jelas bahwa peningkatan biaya perdagangan berbanding lurus dengan menyusutnya peran Indonesia di pasar global.

“Ke depan, kuncinya adalah keseimbangan,” tutup CEO Tokocrypto.

“Regulasi penting untuk perlindungan konsumen, tetapi daya saing juga harus dijaga. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting di industri kripto global, kebijakan yang mendukung efisiensi pasar menjadi hal yang tidak bisa ditunda.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembangan DME Dinilai Dapat Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    Pengembangan DME Dinilai Dapat Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAKARTA — Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) kembali mendorong pemerintah mempercepat pengembangan dimethyl ether (DME) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8 juta ton per tahun, sementara sekitar 75% kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor LPG Indonesia pada […]

  • Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima  Manfaat di Berbagai Kota

    Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Selama Ramadan 1447 H, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di lima kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Aceh. Inisiatif bertema “Learning to Care & Action to Share” ini mencakup dukungan bagi fasilitas ibadah, pemberdayaan UMKM lokal melalui program […]

  • KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026

    KAI Tetapkan Tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1–H2 Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 13
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menetapkan tarif khusus Rp1 pada H1 dan H2 Lebaran 2026, memudahkan masyarakat bersilaturahmi dan berwisata dengan transportasi publik yang aman dan terintegrasi. KAI mengoperasikan 270 perjalanan setiap hari selama periode Lebaran. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif khusus sebesar Rp1 untuk layanan LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026 sesuai ketetapan […]

  • Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Bangka Hasilkan Omzet Berlipat Ganda

    Berkah Ramadan, UMKM Kue Kering Asal Bangka Hasilkan Omzet Berlipat Ganda

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bulan Ramadan selalu membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang menjual kebutuhan Lebaran. Dukungan modal dari korporasi pun berperan mampu mendukung dapur rumahan mampu menjadi tumpuan hidup yang mensejahterakan masyarakat di daerah. Keberkahan itu tampak jelas dirasakan di rumah produksi Zulaikhah Cake di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Bangka […]

  • 65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

    65% Konsumen Indonesia Terkena Dampak Penipuan E-commerce: Survei Cacco Mengungkap Kebutuhan Mendesak akan Deteksi Otomatis

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Cacco Inc. (Kantor Pusat: Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur Hiroyuki Iwai; Kode Saham: 4166; selanjutnya disebut “Cacco”), penyedia layanan deteksi penipuan Jepang No.1*1 yang berkontribusi pada pengembangan infrastruktur belanja online yang aman, telah melakukan survei mengenai kerugian akibat penipuan dan solusi pencegahannya di kalangan pelaku bisnis E-commerce (EC) dan konsumen di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu […]

  • Lebaran Segera Tiba, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Penjulan Tiket Masa Angkutan Lebaran 2026

    Lebaran Segera Tiba, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Penjulan Tiket Masa Angkutan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 23 Januari 2026 – Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap, sehingga masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026 nanti. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, […]

expand_less