Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Jakarta  — Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.

Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia.

Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka.

Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI).

Kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri.

Dari ONDC India ke ION Indonesia

Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia.

Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup.

Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama.

Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace.

Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia.

Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung.

ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.

Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia.

Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain.

Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Kemandirian India Melampaui Satu Sektor

Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital.

Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis.

Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor.

Sanjay Mehrotra, Chairman, President & CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global.

Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri

Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge.

Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India.

Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan.

Membawa India ke Bulan

Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa.

Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya.

Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik.

Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global.

Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran

Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital.

Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI.

Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India.

Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat

Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar.

Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar.

Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta.

Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan.

Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global

Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global.

Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan.

Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain.

Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya.

Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India.

Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia

Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor.

Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda.

Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri.

Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal.

80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai

India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh.

Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya.

Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India.

Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif.

Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi.

Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

    Tigo Bawa Produksi Short Drama ke Level Baru: 100 Episode Bisa Dibuat dalam 1 Hari

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Tigo resmi meluncurkan layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari” di Indonesia pada Agustus 2026 untuk membantu brand, UMKM, content entrepreneur, dan kreator individu memproduksi short drama dengan lebih cepat, terstruktur, dan dalam skala besar. Layanan ini hadir karena produksi short drama tradisional biasanya membutuhkan banyak tenaga profesional, waktu, serta biaya yang cukup besar. […]

  • KAI Services Gandeng King Power Traveler untuk Hadirkan Pengalaman Belanja di Perjalanan Kereta

    KAI Services Gandeng King Power Traveler untuk Hadirkan Pengalaman Belanja di Perjalanan Kereta

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Februari 2026 – Dalam rangka memenuhi kebutuhan para penumpang selama perjalanan kereta, KAI Services kini menghadirkan Loko Shop untuk para penumpang yang ingin membeli beberapa pilihan produk berupa Cosmetic, Skincare, Fragnances hingga Kids Selection, dalam perjalanan kereta. Loko Shop rencanannya akan hadir di 32 kereta dan untuk ujicoba operasional akan dilakukan di KA […]

  • Di Tengah Ketidakpastian Global, SawitPRO Hadir Mempermudah Petani Mendapatkan Pupuk Sawit dan Benih Unggul

    Di Tengah Ketidakpastian Global, SawitPRO Hadir Mempermudah Petani Mendapatkan Pupuk Sawit dan Benih Unggul

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Situasi global yang semakin tidak menentu, mulai dari konflik Geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga kenaikan harga bahan baku, membuat banyak petani di Indonesia mulai merasakan dampaknya secara langsung. Salah satu yang paling terasa adalah semakin sulitnya mendapatkan pupuk sawit, benih unggul, dan kebutuhan kebun lainnya dengan harga yang stabil dan stok yang tersedia. Kondisi ini […]

  • CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

    CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri “Catatan Sang Petambak Udang”, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono luncurkan seri “Catatan Sang Petambak Udang”, bagikan pengalaman lapangan sebagai petambak & konsultan lewat 3 e-book gratis. Yogyakarta, Di balik jabatan CEO Fistx Indonesia, Rico Wisnu Wibisono menghabiskan sebagian besar kariernya bukan di balik meja, melainkan di pematang tambak. Sebelum membangun FisTx menjadi perusahaan teknologi akuakultur, ia lebih dulu turun […]

  • Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

    Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 September 2026 – Sepeda motor masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Kepraktisan, fleksibilitas, serta pilihan model yang semakin beragam membuat sepeda motor tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dalam menunjang aktivitas produktif dan gaya hidup. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor […]

  • Hisense Memimpin Pengiriman Global TV 2025 No. 1 untuk Kategori 100 Inci ke Atas dan Laser TV

    Hisense Memimpin Pengiriman Global TV 2025 No. 1 untuk Kategori 100 Inci ke Atas dan Laser TV

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Berdasarkan data pengiriman global Omdia periode sepanjang tahun 2025, Hisense menempati peringkat No. 1 dunia dalam segmen TV 100 inci ke atas selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025), dengan pangsa pengiriman global mencapai 57,1% pada 2025. Qingdao, Tiongkok, Maret 2026 – Hisense sebagai merek terkemuka di bidang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga global, kembali menegaskan […]

expand_less