Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta — Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja dengan baik untuk produk seperti makanan, mainan, dan layanan belanja, yang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lain untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Namun, ada risiko ketika terlalu bergantung pada kampanye viral. Banyak kampanye lain juga berlomba-lomba mendapatkan perhatian yang sama. Sesuatu yang sebelumnya memenuhi TikTok dan WhatsApp selama dua atau tiga minggu bisa dengan cepat menghilang dari ingatan publik setelah tren berikutnya muncul.

Cara lain untuk memasarkan sebuah produk adalah dengan membangun sebuah citra. Tujuannya bukan hanya untuk menarik perhatian seseorang, tetapi memastikan bahwa pesan dan asosiasi terhadap sebuah brand tetap melekat di benak audiens.

Hal inilah yang terus dilakukan HIT melalui kampanye #IndonesiaBebasDBD pada 2026.

Marketing melalui Edukasi

Kampanye marketing yang berfokus pada edukasi dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sebuah gagasan dan sebuah produk. HIT menghubungkan produk pengendali nyamuknya dengan pencegahan demam berdarah, penyakit yang umum ditularkan melalui nyamuk.

Kampanye HIT untuk Indonesia bebas DBD mencakup berbagai artikel dan informasi edukatif mengenai bagaimana penyakit tersebut menyebar dan memengaruhi masyarakat. Konten tersebut juga tetap tersedia sejak 2024. Situs HIT memiliki fitur “Alert System” yang memungkinkan pengguna melihat kasus DBD di berbagai wilayah berdasarkan informasi yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

HIT juga menyediakan informasi mengenai produknya serta pendekatan 3M dalam pencegahan perkembangbiakan nyamuk. Alih-alih menempatkan produk sebagai pusat kampanye, HIT menempatkan kepedulian terhadap pencegahan DBD di depan apa yang mereka jual.

Hal ini kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah dedikasi tersebut menghasilkan keuntungan?

Menurut analisis yang dikutip Univest dalam pembahasannya mengenai Godrej Consumer Products, meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor dapat menjaga perhatian pemerintah dan konsumen terhadap pengendalian nyamuk, sehingga kategori ini relatif tidak terlalu rentan terhadap pengurangan pengeluaran yang bersifat diskresioner.

Karena DBD dapat berdampak pada masyarakat secara luas di Indonesia, persoalan yang menjadi dasar kampanye HIT tetap relevan. Dengan demikian, brand tidak harus terus-menerus mengubah pesannya hanya untuk mengikuti tren marketing terbaru.

Lebih dari Sekedar Marketing Stunt

Pendekatan ini juga dapat dilihat melalui kegiatan edukasi HIT di sekolah. Alih-alih membuat marketing stunt yang hanya bertujuan mendapatkan simpati, share, atau klik, brand ini juga melakukan edukasi mengenai pencegahan DBD.

Hal inilah yang membuat kegiatan mereka di sekolah terasa lebih bermanfaat dan dapat dipercaya. HIT telah mendorong edukasi mengenai pencegahan DBD, sekaligus membangun citra sebagai brand pengendali hama yang dapat diandalkan dan memperhatikan kesehatan, bukan sekadar mempromosikan sebuah produk.

Perbedaan antara marketing yang hanya menarik perhatian dan kampanye yang berkelanjutan pada akhirnya bergantung pada apa yang ingin diingat oleh konsumen.

Sebuah iklan viral mungkin membuat orang mengingat iklannya. Namun, sebuah kampanye jangka panjang dapat membuat orang mengingat masalah yang diangkat, pesan yang disampaikan, dan pada akhirnya peran sebuah produk dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Ketika mempertimbangkan produk mana yang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, penting untuk melihat bagaimana produk tersebut dipasarkan. Memahami apa yang ingin brand tanamkan dalam pikiran dan keyakinan konsumen dapat membantu masyarakat menilai produk yang mereka pilih dan manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

Bagi HIT, tujuannya tampaknya lebih dari sekadar menjual produk pengendali nyamuk. Dengan secara konsisten menghubungkan brand dengan kesadaran dan pencegahan DBD, HIT membangun sebuah citra yang tetap relevan bahkan setelah tren viral terbaru menghilang.

Pada akhirnya, marketing yang kuat bukan hanya tentang membuat orang melihat sebuah brand, tetapi tentang membuat mereka mengingat mengapa brand tersebut penting.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle reputasi
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • BRI Unit Duren Sawit Tetap Berikan Layanan Perbankan bagi Nasabah Melalui Weekend Banking

    BRI Unit Duren Sawit Tetap Berikan Layanan Perbankan bagi Nasabah Melalui Weekend Banking

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, BRI Unit Duren Sawit tetap menghadirkan layanan perbankan bagi nasabah melalui program Weekend Banking di akhir pekan dan hari libur. Melalui layanan ini, nasabah dapat tetap melakukan berbagai kebutuhan transaksi perbankan seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, pembayaran, pembukaan rekening, aktivasi layanan digital banking, hingga konsultasi […]

  • Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

    Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com – Dalam langkah besar menuju sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mewajibkan penggunaan Payment ID dalam setiap transaksi keuangan mulai 17 Agustus 2025. Kebijakan ini mencakup seluruh transaksi perbankan, platform digital, dompet elektronik, hingga marketplace. Apa Itu Payment ID dan Mengapa Ini Penting? Payment ID adalah kode unik transaksi yang secara otomatis […]

  • BRI Branch Office Veteran Sukses Laksanakan Distribusi Payroll PT Aksara Garment Indonesia di Pemalang

    BRI Branch Office Veteran Sukses Laksanakan Distribusi Payroll PT Aksara Garment Indonesia di Pemalang

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan perbankan yang prima serta mendukung kemudahan transaksi bagi mitra korporasi, BRI Branch Office Veteran melaksanakan kegiatan Distribusi Payroll kepada karyawan PT Aksara Garment Indonesia di Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam menghadirkan solusi pengelolaan penggajian yang aman, cepat, dan efisien bagi perusahaan, sekaligus memberikan kemudahan […]

  • Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

    Swiluva Ma Bawa Gerakan BioMom ke Kupang, Edukasi Ibu-ibu soal Kesehatan Usus

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Gerakan edukasi kesehatan usus BioMom kini sampai ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Program bertajuk ‘Sehat Dimulai dari Usus: Usus Sehat, Keluarga Sehat, Kupang Sehat’ pada 6-10 Juli 2026 ini dimulai dari Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, dilanjutkan ke posyandu dan puskemas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat. Program itu dipimpin langsung oleh […]

  • Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

    Tampil di Jakarta Marketing Week 2026, Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta (10/05), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara dalam perhelatan hari keempat The 14th Annual Jakarta Marketing Week 2026 (JAKMW-26) di Grand Atrium, Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (09/05). Dalam sesi talkshow bertajuk “Driving Customer Experience Through Smart Mobility Ecosystem”, Rivan memaparkan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk […]

expand_less