Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

Marketing HIT: Perbedaan antara Menarik Perhatian dan Membangun Kampanye

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Jakarta — Salah satu aturan sederhana dalam marketing modern adalah membuat iklan menjadi viral, baik melalui meme maupun selebritas. Orang-orang kemudian akan menyebarkan iklan tersebut melalui media sosial dan aplikasi pesan dengan cepat. Jenis marketing seperti ini terasa lebih organik dan mudah diterima karena banyak orang lain ikut membicarakan dan berinteraksi dengannya. Cara ini bekerja dengan baik untuk produk seperti makanan, mainan, dan layanan belanja, yang harus bersaing dengan ratusan bahkan ribuan produk lain untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Namun, ada risiko ketika terlalu bergantung pada kampanye viral. Banyak kampanye lain juga berlomba-lomba mendapatkan perhatian yang sama. Sesuatu yang sebelumnya memenuhi TikTok dan WhatsApp selama dua atau tiga minggu bisa dengan cepat menghilang dari ingatan publik setelah tren berikutnya muncul.

Cara lain untuk memasarkan sebuah produk adalah dengan membangun sebuah citra. Tujuannya bukan hanya untuk menarik perhatian seseorang, tetapi memastikan bahwa pesan dan asosiasi terhadap sebuah brand tetap melekat di benak audiens.

Hal inilah yang terus dilakukan HIT melalui kampanye #IndonesiaBebasDBD pada 2026.

Marketing melalui Edukasi

Kampanye marketing yang berfokus pada edukasi dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat antara sebuah gagasan dan sebuah produk. HIT menghubungkan produk pengendali nyamuknya dengan pencegahan demam berdarah, penyakit yang umum ditularkan melalui nyamuk.

Kampanye HIT untuk Indonesia bebas DBD mencakup berbagai artikel dan informasi edukatif mengenai bagaimana penyakit tersebut menyebar dan memengaruhi masyarakat. Konten tersebut juga tetap tersedia sejak 2024. Situs HIT memiliki fitur “Alert System” yang memungkinkan pengguna melihat kasus DBD di berbagai wilayah berdasarkan informasi yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

HIT juga menyediakan informasi mengenai produknya serta pendekatan 3M dalam pencegahan perkembangbiakan nyamuk. Alih-alih menempatkan produk sebagai pusat kampanye, HIT menempatkan kepedulian terhadap pencegahan DBD di depan apa yang mereka jual.

Hal ini kemudian menimbulkan sebuah pertanyaan penting: apakah dedikasi tersebut menghasilkan keuntungan?

Menurut analisis yang dikutip Univest dalam pembahasannya mengenai Godrej Consumer Products, meningkatnya kesadaran terhadap penyakit yang ditularkan melalui vektor dapat menjaga perhatian pemerintah dan konsumen terhadap pengendalian nyamuk, sehingga kategori ini relatif tidak terlalu rentan terhadap pengurangan pengeluaran yang bersifat diskresioner.

Karena DBD dapat berdampak pada masyarakat secara luas di Indonesia, persoalan yang menjadi dasar kampanye HIT tetap relevan. Dengan demikian, brand tidak harus terus-menerus mengubah pesannya hanya untuk mengikuti tren marketing terbaru.

Lebih dari Sekedar Marketing Stunt

Pendekatan ini juga dapat dilihat melalui kegiatan edukasi HIT di sekolah. Alih-alih membuat marketing stunt yang hanya bertujuan mendapatkan simpati, share, atau klik, brand ini juga melakukan edukasi mengenai pencegahan DBD.

Hal inilah yang membuat kegiatan mereka di sekolah terasa lebih bermanfaat dan dapat dipercaya. HIT telah mendorong edukasi mengenai pencegahan DBD, sekaligus membangun citra sebagai brand pengendali hama yang dapat diandalkan dan memperhatikan kesehatan, bukan sekadar mempromosikan sebuah produk.

Perbedaan antara marketing yang hanya menarik perhatian dan kampanye yang berkelanjutan pada akhirnya bergantung pada apa yang ingin diingat oleh konsumen.

Sebuah iklan viral mungkin membuat orang mengingat iklannya. Namun, sebuah kampanye jangka panjang dapat membuat orang mengingat masalah yang diangkat, pesan yang disampaikan, dan pada akhirnya peran sebuah produk dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Ketika mempertimbangkan produk mana yang dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, penting untuk melihat bagaimana produk tersebut dipasarkan. Memahami apa yang ingin brand tanamkan dalam pikiran dan keyakinan konsumen dapat membantu masyarakat menilai produk yang mereka pilih dan manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

Bagi HIT, tujuannya tampaknya lebih dari sekadar menjual produk pengendali nyamuk. Dengan secara konsisten menghubungkan brand dengan kesadaran dan pencegahan DBD, HIT membangun sebuah citra yang tetap relevan bahkan setelah tren viral terbaru menghilang.

Pada akhirnya, marketing yang kuat bukan hanya tentang membuat orang melihat sebuah brand, tetapi tentang membuat mereka mengingat mengapa brand tersebut penting.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Google Bangun Infrastruktur AI dari Energi Matahari, Apa Dampaknya bagi Investor?

    Google Bangun Infrastruktur AI dari Energi Matahari, Apa Dampaknya bagi Investor?

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Google kembali mempertegas komitmennya terhadap transisi energi bersih dengan mengumumkan kerja sama strategis bersama Cypress Creek Energy untuk mengembangkan Steel River Energy Center di negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi proyek tenaga surya terbesar yang pernah didukung Google di Amerika Serikat sekaligus menjadi salah satu investasi energi terbarukan paling signifikan yang […]

  • Rayakan Momen Hari Valentine, KAI Logistik Bagikan Cokelat Untuk Pelanggan

    Rayakan Momen Hari Valentine, KAI Logistik Bagikan Cokelat Untuk Pelanggan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day, KAI Logistik menunjukkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pelanggan setia melalui kegiatan spesial berupa pemberian cokelat kepada pelanggan layanan pengiriman barang ritel KALOG Express. Pemberian cokelat ini merupakan inisiatif Perusahaan dalam merayakan hari-hari penting dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional kepada pelanggan. Cokelat dibagikan […]

  • KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

    KAI Services Hadirkan Pelayanan Terbaik di Stasiun Jatake

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KAI Services turut mendukung kesuksesan peresmian Stasiun Jatake yang baru saja diresmikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Rabu 28 Januari 2026. KAI Services sebagai Central of Service PT KAI (Persero) hadir dengan memberikan berbagai pelayanan mulai dari kebersihan stasiun, hingga satuan pengamanan untuk menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban penumpang selama berada di Stasiun Jatake. […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Daya Saing SDM, PalmCo Targetkan 5.120 Sertifikasi Kompetensi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mempercepat transformasi sumber daya manusia melalui program sertifikasi kompetensi berskala besar. Dengan target 5.120 tenaga kerja tersertifikasi, PalmCo menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas, tata kelola perusahaan, dan keberlanjutan bisnis. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Minyak Goreng Terjangkau, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam di Bazar PT INL

    Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Minyak Goreng Terjangkau, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam di Bazar PT INL

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SURABAYA – Antusiasme masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau terlihat dalam bazar yang digelar PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), yang digelar di kawasan Kota Tua Surabaya, Minggu (7/6/2026). Ratusan kemasan minyak goreng yang disediakan habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam. Kegiatan […]

  • FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!

    FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Banyak biaya WhatsApp bukan berasal dari pertanyaan rumit, melainkan dari proses yang diulang setiap […]

expand_less