Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?

Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar

Jakarta, 3 September 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di area krusial setelah diperdagangkan di kisaran US$77.000–US$78.000. Di tengah pergerakan harga yang relatif terbatas, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menjadi salah satu faktor eksternal yang mendapat perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi, ekspektasi suku bunga, hingga minat investor terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan Kamis (3/9), Bitcoin berada di sekitar US$77.759 dan masih bergerak di bawah level US$78.000. Pasar kripto juga masih menghadapi sentimen hati-hati akibat konflik AS-Iran dan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sejumlah analis teknikal melihat area US$78.000 sebagai salah satu level penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut. Apabila momentum positif mampu berlanjut, target psikologis US$100.000 kembali menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pasar. Sebaliknya, pelemahan signifikan dan penutupan mingguan di bawah area US$70.000 berpotensi meningkatkan tekanan jual.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin dalam kondisi saat ini tidak dapat hanya dilihat melalui indikator teknikal. Perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi menjadi faktor penting yang dapat menentukan perubahan sentimen investor secara lebih luas.

“Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara faktor teknikal dan makro. Level resistance memang penting, tetapi katalis yang lebih besar bisa datang dari perubahan persepsi risiko global. Jika tensi geopolitik mereda, tekanan terhadap harga energi ikut berkurang dan sentimen risk-on kembali, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang menerima aliran modal lebih cepat,” ujar Yudho.

Meredanya Konflik Bisa Mengubah Sentimen Pasar

Spekulasi mengenai potensi meredanya konflik meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump memberi sinyal bahwa gelombang serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Pada saat bersamaan, laporan media menyebut Trump telah mendiskusikan dengan penasihat senior kemungkinan untuk secara resmi menyatakan konflik dengan Iran berakhir, meskipun belum ada keputusan final.

Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. AS dan Iran kembali bertukar serangan pada awal September setelah periode yang relatif lebih tenang. AS menyerang sejumlah fasilitas radar dan kemampuan penempatan ranjau Iran di sekitar wilayah pesisir selatan, sementara Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap posisi AS di kawasan Timur Tengah.

Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru. Bagi aset berisiko seperti saham dan kripto, meredanya konflik dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset defensif dan membuka ruang bagi kembalinya risk appetite.

“Perlu diperhatikan bukan semata-mata apakah perang dinyatakan berakhir, tetapi efek berantainya. Jika eskalasi mereda, risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang, harga minyak berpotensi terkoreksi, tekanan inflasi bisa lebih terkendali, dan ruang kebijakan bank sentral menjadi lebih fleksibel. Kombinasi faktor tersebut secara historis lebih kondusif bagi aset berisiko, termasuk kripto,” kata Yudho.

Harga Minyak Jadi Indikator Penting

Pasar minyak menjadi salah satu indikator utama dalam membaca dampak konflik tersebut. Harga Brent sempat turun ke sekitar US$95,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$90,77 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Pergerakan itu terjadi setelah sesi yang sangat volatil akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Harga minyak yang tetap tinggi menjadi perhatian karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membatasi kemampuan bank sentral, terutama The Fed, untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Sebaliknya, penurunan harga minyak yang konsisten akibat deeskalasi konflik dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Pada Kamis (3/9), harga minyak dan imbal hasil obligasi mulai turun setelah komentar Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran berlangsung singkat, sementara sebagian pasar saham Asia menguat.

Menurut Yudho, hubungan inilah yang membuat perkembangan konflik menjadi relevan bagi investor kripto.

“Pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika likuiditas global. Karena itu, investor perlu melihat Bitcoin bukan sebagai aset yang bergerak sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pasar global yang juga merespons minyak, inflasi, yield obligasi, dolar AS, dan ekspektasi suku bunga,” jelasnya.

US$100.000 Masih Skenario, Bukan Kepastian

Meski peluang Bitcoin kembali menuju US$100.000 dapat terbuka apabila kondisi makro membaik dan resistance teknikal berhasil ditembus, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan tingginya ketidakpastian.

Konflik AS-Iran masih berlangsung, harga minyak tetap berada pada level tinggi, sementara arah kebijakan moneter AS terus menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.

Yudho menilai investor sebaiknya tidak menjadikan satu peristiwa geopolitik sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.

“Target US$100.000 sebaiknya dipandang sebagai sebuah skenario, bukan kepastian. Deeskalasi geopolitik bisa menjadi katalis positif, tetapi pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga, likuiditas, kondisi makro, serta sentimen investor. Dalam situasi volatil seperti sekarang, manajemen risiko tetap menjadi hal yang utama,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar S2 dari Boston University Tanpa Ribet? Ini Cara Cepatnya!

    Gelar S2 dari Boston University Tanpa Ribet? Ini Cara Cepatnya!

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Siapa bilang mendapatkan gelar magister harus menunggu bertahun-tahun setelah lulus sarjana? Di era yang serba cepat ini, efisiensi adalah kunci. Sekarang kamu bisa meraih gelar S1 sekaligus gelar S2 hanya dalam lima tahun dengan skema program double degree. Hal yang lebih fantastisnya lagi adalah salah satu gelarnya bisa kamu peroleh dari universitas kelas dunia di […]

  • Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

    Cari Info Tiket Kereta Api Lebaran?, KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan Tiket Dapat Dipesan H-45

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KAI kembali membuka pemesanan tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran dengan skema pemesanan H-45 sebelum keberangkatan. Kebijakan ini bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik lebih awal serta menghindari penumpukan pemesanan tiket menjelang hari raya. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta api dilakukan secara bertahap […]

  • Semarak Merah Putih Kemerdekaan  BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an

    Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6, Warga Pasar Malaka Rorotan Antusias Ikuti Lomba 17-an

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Suasana meriah dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Semarak Merah Putih yang digelar BRI Region 6 di Pasar Malaka Rorotan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga sekitar tampak antusias mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang disiapkan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Berbagai lomba tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Warga dari berbagai […]

  • Keseruan Lomba 17-an Tak Lagi Hanya di Lingkungan, Kini Juga Hadir Saat Berbelanja

    Keseruan Lomba 17-an Tak Lagi Hanya di Lingkungan, Kini Juga Hadir Saat Berbelanja

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 – Bulan kemerdekaan kerap menjadi momen bagi banyak keluarga Indonesia untuk melakukan berbagai persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Selain memasang bendera Merah Putih dan mempercantik lingkungan, tidak sedikit masyarakat yang juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengecat ulang rumah, memperbarui perlengkapan, maupun melengkapi berbagai kebutuhan hunian agar rumah terasa lebih nyaman.  […]

  • Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta

    Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan dalam layanan KAI Bandara di Yogyakarta. Selama periode 14–18 Agustus 2026, KAI Bandara mencatat sebanyak 41.483 penumpang yang menggunakan layanan KA Bandara YIA, terdiri dari 28.436 penumpang KA YIA Reguler dan 13.047 penumpang KA YIA Xpress. Tingginya mobilitas masyarakat selama periode perayaan kemerdekaan […]

  • Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

    Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Penguatan ekosistem dan talenta digital melalui inisiatif AI CoE untuk mendorong solusi AI lintas sektor Jakarta, 1 April 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan timur Indonesia dengan mengoptimalkan peran AI Center Makassar sebagai pusat inovasi dan pengembangan talenta digital. Upaya ini dilakukan untuk mendorong lahirnya solusi […]

expand_less