Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, mengusulkan Pulau Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau sebagai solusi atas ketimpangan pembangunan dan ketidakpastian harga yang kerap merugikan petani. Ia menyebut ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut, mulai dari besarnya kontribusi tembakau bagi ekonomi Madura hingga potensi KEK dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan daerah.

Jakarta: Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menyampaikan empat pertimbangan strategis yang menjadi dasar usulan penetapan Pulau Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari keresahan panjang para petani yang selama ini menghadapi ketidakpastian harga serta fluktuasi pasar yang merugikan.

Pernyataan itu disampaikan Achsanul dalam Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep periode 2025–2028 bertema “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” yang berlangsung di Pendapa Agung Keraton Sumenep, Selasa (10/2/2026). Ia menilai, ketimpangan kebijakan pertembakauan antara Madura sebagai daerah penghasil dan wilayah yang memiliki industri pengolahan masih sangat terasa.

“KEK Tembakau merupakan solusi berbasis data dan realitas di lapangan. Pembangunan Madura masih tertinggal, sementara kebijakan pertembakauan cenderung tidak berpihak pada daerah penghasil. Ini adalah inisiatif dari masyarakat Madura sendiri yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Empat Alasan Strategis

Pertama, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia. Empat kabupaten di Pulau Madura—Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan—memiliki ketergantungan tinggi pada sektor tembakau dan garam. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari dua komoditas tersebut.

Achsanul menilai kontribusi petani Madura terhadap industri tembakau nasional sudah semestinya mendapat apresiasi dan keberpihakan kebijakan yang lebih jelas dari negara.

Kedua, sektor tembakau beserta industri turunannya menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Rantai ekonomi yang tercipta melibatkan ribuan kepala keluarga, mulai dari petani, buruh tani, pengepul, hingga pelaku industri hilir. Dengan pembentukan KEK, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah dan kepastian usaha di seluruh mata rantai produksi.

Ketiga, dari sisi geografis, Madura memiliki batas wilayah yang jelas dan terpisah dari daratan utama Jawa Timur. Kondisi ini dinilai memudahkan pengawasan serta pengendalian kebijakan apabila diterapkan skema kawasan ekonomi khusus.

“Madura memiliki karakter wilayah yang terdefinisi dengan baik. Ini memudahkan pengawasan dan implementasi regulasi secara efektif,” jelasnya.

Keempat, usulan KEK Tembakau dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam upaya membuka lapangan kerja berkualitas, memperkuat kewirausahaan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan industri berbasis daerah.

Achsanul menegaskan, KEK Tembakau diharapkan mampu menjawab ketimpangan antara Madura dan wilayah daratan utama Jawa Timur. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diproyeksikan menjadi instrumen transformasi ekonomi daerah menuju kemandirian yang berkelanjutan.

Ia juga menyebut KEK Madura dapat menjadi ruang kolaborasi antara petani, pengusaha tembakau, industri rokok, serta regulator seperti pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga Bea Cukai dan industri pendukung lainnya.

“Dengan adanya KEK Tembakau, kami berharap negara benar-benar hadir. Petani harus mendapatkan perlindungan dan hak yang adil, sehingga ekonomi Madura dapat tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

    Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis merasa sudah rutin kirim pesan ke pelanggan. Promo jalan, broadcast dikirim, tapi hasilnya tetap datar. Tidak ada respons signifikan, apalagi […]

  • Rekomendasi Pasir Kucing Serap Bau di Ruangan Indoor

    Rekomendasi Pasir Kucing Serap Bau di Ruangan Indoor

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pawfriends, pernah merasa ruangan jadi kurang nyaman karena bau dari toilet kucing? Apalagi kalau litter box diletakkan di dalam rumah atau apartemen dengan sirkulasi udara yang terbatas. Masalah ini sering terjadi karena pemilihan pasir kucing serap bau yang kurang tepat. Memilih pasir kucing serap bau yang efektif bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menjaga kualitas […]

  • Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang

    Sambut Arus Mudik Lebaran, Pelindo Multi Terminal Siagakan 15 Terminal Penumpang

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Medan, Maret 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan terminal penumpang di seluruh wilayah operasionalnya guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H. Pelindo Multi Terminal menyiagakan 15 terminal penumpang untuk menghadapi potensi peningkatan arus […]

  • HWT Gold Soroti Perjalanan Perempuan lewat Fit & Glow bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2025

    HWT Gold Soroti Perjalanan Perempuan lewat Fit & Glow bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2025

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    HWT Gold bersama Geng Glowing menghadirkan Fit & Glow, inisiatif yang mengajak perempuan merayakan proses hidup, kepercayaan diri, dan makna personal di setiap fase. Jakarta, 28 Januari 2026 –  HWT Gold menggelar Fit & Glow, sebuah inisiatif yang mengangkat makna proses, momen, dan apresiasi diri sebagai bagian dari perjalanan perempuan Indonesia. Berkolaborasi dengan komunitas Geng […]

  • PWC Menjadi Dompet Pembayaran Non-Custodial Pertama yang Diakui oleh ASEAN & Asia Records

    PWC Menjadi Dompet Pembayaran Non-Custodial Pertama yang Diakui oleh ASEAN & Asia Records

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PWC secara resmi telah menjadi dompet pembayaran kripto non-custodial pertama dalam sejarah PWC secara resmi telah menjadi dompet pembayaran kripto non-custodial pertama dalam sejarah yang diakui oleh ASEAN Records dan Asia Records. Ini bukan sekadar berita biasa. Ini adalah awal dari sebuah era baru.   Dan semua orang mengetahuinya— Ini bukan akhir. Ini adalah momen […]

  • Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    Industri Konstruksi Terus Tumbuh, Efisiensi Sistem Bangunan Kian Jadi Prioritas

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Efisiensi ruang dan efektivitas operasional kini mulai menjadi perhatian baru dalam industri konstruksi modern di Indonesia. Pengembang dan kontraktor tidak lagi hanya mempertimbangkan material bangunan, tetapi juga bagaimana setiap sistem di dalam bangunan dapat mendukung aktivitas secara lebih optimal dalam jangka panjang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap […]

expand_less