Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

Achsanul Qosasi Ungkap Empat Alasan Strategis Madura Layak Jadi KEK Tembakau

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, mengusulkan Pulau Madura ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau sebagai solusi atas ketimpangan pembangunan dan ketidakpastian harga yang kerap merugikan petani. Ia menyebut ada empat alasan strategis yang mendasari gagasan tersebut, mulai dari besarnya kontribusi tembakau bagi ekonomi Madura hingga potensi KEK dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan daerah.

Jakarta: Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary, Achsanul Qosasi, menyampaikan empat pertimbangan strategis yang menjadi dasar usulan penetapan Pulau Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau. Menurutnya, gagasan tersebut lahir dari keresahan panjang para petani yang selama ini menghadapi ketidakpastian harga serta fluktuasi pasar yang merugikan.

Pernyataan itu disampaikan Achsanul dalam Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep periode 2025–2028 bertema “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” yang berlangsung di Pendapa Agung Keraton Sumenep, Selasa (10/2/2026). Ia menilai, ketimpangan kebijakan pertembakauan antara Madura sebagai daerah penghasil dan wilayah yang memiliki industri pengolahan masih sangat terasa.

“KEK Tembakau merupakan solusi berbasis data dan realitas di lapangan. Pembangunan Madura masih tertinggal, sementara kebijakan pertembakauan cenderung tidak berpihak pada daerah penghasil. Ini adalah inisiatif dari masyarakat Madura sendiri yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Empat Alasan Strategis

Pertama, Madura merupakan salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia. Empat kabupaten di Pulau Madura—Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan—memiliki ketergantungan tinggi pada sektor tembakau dan garam. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari dua komoditas tersebut.

Achsanul menilai kontribusi petani Madura terhadap industri tembakau nasional sudah semestinya mendapat apresiasi dan keberpihakan kebijakan yang lebih jelas dari negara.

Kedua, sektor tembakau beserta industri turunannya menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Rantai ekonomi yang tercipta melibatkan ribuan kepala keluarga, mulai dari petani, buruh tani, pengepul, hingga pelaku industri hilir. Dengan pembentukan KEK, diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah dan kepastian usaha di seluruh mata rantai produksi.

Ketiga, dari sisi geografis, Madura memiliki batas wilayah yang jelas dan terpisah dari daratan utama Jawa Timur. Kondisi ini dinilai memudahkan pengawasan serta pengendalian kebijakan apabila diterapkan skema kawasan ekonomi khusus.

“Madura memiliki karakter wilayah yang terdefinisi dengan baik. Ini memudahkan pengawasan dan implementasi regulasi secara efektif,” jelasnya.

Keempat, usulan KEK Tembakau dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam upaya membuka lapangan kerja berkualitas, memperkuat kewirausahaan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan industri berbasis daerah.

Achsanul menegaskan, KEK Tembakau diharapkan mampu menjawab ketimpangan antara Madura dan wilayah daratan utama Jawa Timur. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diproyeksikan menjadi instrumen transformasi ekonomi daerah menuju kemandirian yang berkelanjutan.

Ia juga menyebut KEK Madura dapat menjadi ruang kolaborasi antara petani, pengusaha tembakau, industri rokok, serta regulator seperti pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga Bea Cukai dan industri pendukung lainnya.

“Dengan adanya KEK Tembakau, kami berharap negara benar-benar hadir. Petani harus mendapatkan perlindungan dan hak yang adil, sehingga ekonomi Madura dapat tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Liburan Lebaran 2026 Semakin Dekat, KAI Daop 4 Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

    Masa Liburan Lebaran 2026 Semakin Dekat, KAI Daop 4 Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap, sehingga masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026. Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia […]

  • Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

    Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan. JAKARTA – Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan […]

  • IFG Life Bukukan Laba Bersih Rp482 Miliar, Catatkan Pertumbuhan Kinerja Operasional pada 2025

    IFG Life Bukukan Laba Bersih Rp482 Miliar, Catatkan Pertumbuhan Kinerja Operasional pada 2025

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Agustus 2026 – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Secara konsolidasi, IFG Life membukukan laba bersih Rp482,12 miliar, meningkat 162,9% dibanding tahun 2024. Pendapatan jasa asuransi juga tumbuh 11,7% menjadi Rp6,56 triliun, dengan total aset mencapai Rp32,84 triliun serta Risk-Based […]

  • Saatnya Renovasi Rumah, BRI Finance Siapkan Solusi Pendanaan Tunai

    Saatnya Renovasi Rumah, BRI Finance Siapkan Solusi Pendanaan Tunai

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Juni 2026 – Peran rumah dalam kehidupan masyarakat terus berkembang seiring perubahan pola aktivitas dan gaya hidup. Tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, rumah kini juga berfungsi sebagai ruang kerja, area belajar, hingga pusat aktivitas keluarga. Kondisi tersebut mendorong banyak masyarakat untuk melakukan penyesuaian dan peningkatan kualitas hunian agar tetap nyaman dan sesuai […]

  • Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Juli 2026 – Pertamina Foundation sebagai pelaksana Program Beasiswa Sobat Bumi 2026 membekali lebih dari 500 calon awardee melalui kegiatan Capacity Building Persiapan Wawancara bertajuk Stand Out & Ace Your Scholarship Interview: Personal Branding for Future Leaders. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Beasiswa Sobat Bumi Tahun 2026, yang dirancang untuk membantu […]

  • Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    Goncangan Geopolitik, Batu Bara Tahan Banting dan Jadi Andalan Energi Primer Nasional

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    JAKARTA – Goncangan geopolitik global kerap mengganggu pasokan minyak dan gas di pasar internasional. Di tengah kondisi tersebut, komoditas lain seperti batu bara menjadi alternatif energi yang lebih stabil terhadap paparan dampak perang, termasuk ketegangan yang belakangan terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menilai batu […]

expand_less