Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Konsorsium ACT! (Accelerating Consumer Transformation and Sustainability in Indonesia) Project hadir di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dengan booth interaktif dan dua talk show. Kehadiran ini menunjukkan dua hal: tren konsumsi produk berkelanjutan di dalam negeri sudah terjadi dan semakin banyak petani menerapkan praktik produksi berkelanjutan.

Konsorsium ini menjadi bagian dari TEI 2026 bersama anggota dan mitranya melalui rangkaian aktivasi booth dan talk show bertema “Satu Standar, Dua Pasar: Melacak Jejak 4 Komoditas Indonesia dari Kebun ke Meja Konsumen dan Pasar Ekspor Global”. Inisiatif ini bertujuan untuk menampilkan kesiapan rantai pasok komoditas Indonesia, baik di pasar domestik maupun global, sekaligus mendorong para pelaku industri untuk menyadari pentingnya praktik berkelanjutan. Bertempat di Hall B ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD City, booth menghadirkan area diskusi interaktif bersama tim konsorsium, materi edukasi komprehensif, pengalaman virtual reality di perkebunan kopi, serta sesi mencicipi kopi berkelanjutan yang dipandu barista untuk para pengunjung dan pelaku bisnis.

“Melalui partisipasi kami dalam Trade Expo Indonesia 2026, ACT! Project berkomitmen untuk mendukung pelaku industri dan petani dalam menerapkan praktik berkelanjutan, khususnya pada komoditas utama seperti kakao, kopi, teh, dan kelapa sawit. Tren konsumsi berkelanjutan merupakan peluang positif untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing dalam rantai pasok,” ujar Managing Director Asia Pacific Rainforest Alliance, Chandra Panjiwibowo, di Jakarta, 14 Oktober 2026.

Direktur Eksekutif Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Ade Aryani,  menambahkan, “Melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026, ACT! Project mendorong keterhubungan antara praktik produksi berkelanjutan di tingkat petani dengan kebutuhan pasar dan perilaku konsumsi. Pelaku usaha, khususnya sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReKa), memiliki peran strategis dalam memperluas akses konsumen terhadap produk berkelanjutan, termasuk kopi. Melalui kolaborasi di sepanjang rantai nilai dan penguatan ketertelusuran, kami ingin mendorong agar keberlanjutan tidak hanya menjadi bagian dari proses produksi, tetapi juga pertimbangan dalam pemilihan produk oleh pelaku usaha dan konsumen.”

Pada TEI 2026, ACT! Project juga berpartisipasi dalam dua talk show. Sesi pertama bertajuk “Dari Sumber Berkelanjutan menuju Dampak Nyata: Cerita Petani & Pakar Sertifikasi dalam Menjawab Tren Ritel & Horeka Berkelanjutan” digelar pada 14 Oktober 2026. Pembicaranya adalah Manager Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance, Margareth Meutia; petani teladan yang juga mitra Rikolto, Ketua Koperasi Serba Usaha Petani Kopi Toraja (KOPTAN PPKT) Thomas Upping; Cocoa & Coffee Programme Technical Advisor in Indonesia, Rikolto, Peni Agustijanto; dan Head of People and Coffee Solutions, Anomali Group, Donna Elvina Amelia.

Mereka membahas dinamika dan tantangan dalam mengubah praktik pertanian di lapangan, kondisi nyata di sepanjang rantai produksi, bagaimana sektor ritel dan HoReKa menerapkan praktik pengadaan berkelanjutan dan sertifikasi sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka, serta inisiatif ACT! Project untuk memperluas distribusi dan promosi kopi, teh, cokelat, dan minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Sesi kedua digelar pada 15 Oktober 2026 dengan tajuk “Keterlacakan sebagai Nilai Tambah: Membuktikan Kesiapan 4 Komoditas Indonesia Menghadapi EUDR dan Menembus Pasar Global”. Konsorsium ACT! Project memandang persyaratan keberlanjutan dalam perdagangan global sebagai peluang, bukan ancaman, bagi para produsen dan petani untuk menerapkan praktik berkelanjutan serta memperluas jangkauan pasar komoditas Indonesia. Para pembicara yang hadir meliputi Managing Director Asia Pacific, Rainforest Alliance, Chandra Panjiwibowo; petani kakao teladan, Ketua Koperasi Kertasemaya Samaniya (KKS) I Ketut Wiadnyana; serta Data Analyst and Certification Manager, Olam Food Ingredients, Florindo Michael Bell.

Talk show tersebut menyoroti berbagai ketentuan dalam Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR), kebijakan UE yang mewajibkan produk komoditas tertentu bebas dari deforestasi, serta Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan peraturan ekspor lainnya yang berkaitan dengan keberlanjutan. Para ahli dan petani mengupas topik-topik ini dengan menyajikan fakta, data, dan pengalaman lapangan, termasuk pemetaan batas lahan, geolokasi, dan pencatatan rantai pasok. Diskusi ini juga menekankan bahwa kesiapan petani mandiri dalam mematuhi peraturan ekspor dapat membuka peluang yang lebih luas melalui praktik berkelanjutan, teknologi ketertelusuran, serta inovasi yang meningkatkan daya saing global komoditas unggulan.

Melalui dua talk show ini, ACT! Project bertujuan untuk menunjukkan keberhasilan praktik berkelanjutan berdasarkan pengalaman para petani, organisasi pendukung, dan pemegang sertifikasi, serta kesiapan sektor kopi, kakao, teh, dan kelapa sawit dalam memenuhi standar keberlanjutan global. Selain itu, ketertelusuran produk juga mempermudah akses ke pasar domestik: komoditas dengan asal-usul yang jelas dapat dijual kepada pembeli ekspor maupun konsumen Indonesia dengan standar yang sama.

Keduanya bermuara pada pesan yang sama: pasar produk berkelanjutan tidak hanya ada di luar negeri. Seiring bertambahnya pemahaman masyarakat dan terbukanya akses pendampingan bagi petani, pelaku industri perlu mulai meningkatkan kualitas melalui prinsip keberlanjutan serta memperbanyak volume produk berkelanjutan atau bersertifikat untuk memenuhi pasar domestik yang terus bertumbuh.

Chandra menegaskan bahwa di masa depan, ACT! Project mampu mendorong transformasi sektor komoditas Indonesia serta meningkatkan kapasitas pelaku industri dan petani dalam memenuhi permintaan pasar. “Dengan demikian, industri dapat menunjukkan bahwa praktik berkelanjutan dapat menjadi katalis bagi perluasan akses pasar serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Chandra.

“Ke depan, kami berharap ACT! Project dapat memperkuat kolaborasi antara produsen, sektor HoReKa, dan konsumen dalam membangun rantai nilai yang lebih transparan dan berkelanjutan. Ketika pelaku usaha semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam pengadaan produk dan konsumen semakin memahami asal-usul produk yang mereka pilih, hal ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas berkelanjutan Indonesia sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan,” ujar Ade.

Untuk mendorong praktik konsumsi berkelanjutan, ACT! Project tengah mengembangkan toolkit komunikasi bagi sektor HoReKa dan ritel, mengadakan lokakarya dengan pemangku kepentingan, serta melibatkan kalangan muda di berbagai kampus, seperti Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan Universitas Udayana di Bali, untuk mempraktikkan konsumsi berkelanjutan. Langkah-langkah ini mendukung target ACT! Project hingga tahun 2028, yaitu mengedukasi 800.000 konsumen (50% di antaranya perempuan) agar beralih ke produk kopi, cokelat, teh, dan minyak kelapa sawit bersertifikat, sekaligus mendorong pertumbuhan sebesar 5% dalam konsumsi dan produksi domestik produk bersertifikat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Sekolah 2026 Dorong Lonjakan Mobilitas,  BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Liburan Keluarga

    Libur Sekolah 2026 Dorong Lonjakan Mobilitas, BRI Finance Hadirkan Solusi Dana Tunai Liburan Keluarga

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Juli 2026 – Memasuki periode libur sekolah pada akhir Juni hingga Juli 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. InJourney Airports memproyeksikan sebanyak 5,46 juta penumpang akan melakukan perjalanan melalui 37 bandara selama periode 29 Juni–11 Juli 2026, meningkat hampir 10 persen dibandingkan hari normal. Peningkatan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan […]

  • PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor

    PT Akarsa Garment Indonesia Kembangkan Fasilitas Produksi Garmen untuk Memenuhi Kebutuhan Seragam dan Pakaian Kerja Perusahaan dari Berbagai Sektor

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri, manufaktur, dan jasa di Indonesia pascapandemi mendorong peningkatan signifikan terhadap permintaan seragam korporasi dan pakaian kerja (workwear) yang berkualitas. Menjawab tantangan supply chain garmen serta kebutuhan kustomisasi skala besar dari sektor korporasi maupun BUMN, PT Akarsa Garment Indonesia mengumumkan perluasan dan pengembangan fasilitas produksi terintegrasi. Langkah ekspansi ini diambil guna […]

  • Kian Diminati, Pengguna LRT Jabodebek Terus Bertumbu

    Kian Diminati, Pengguna LRT Jabodebek Terus Bertumbu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Catatkan 129.692 pengguna LRT Jabodebek, tertinggi selama beroperasi LRT Jabodebek mencatat rekor jumlah pengguna tertinggi sejak mulai beroperasi, baik pada hari kerja maupun periode libur nasional dan akhir pekan. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan tepat waktu dalam mendukung mobilitas sehari-hari. Pada hari kerja (weekday), jumlah pengguna […]

  • Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 91,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), di tengah dinamika suku bunga dan pemulihan sektor otomotif yang masih berlangsung. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus […]

  • Gubernur Sulut Genjot Ekonomi Biru Sulut: Pakar-pakar Bersatu

    Gubernur Sulut Genjot Ekonomi Biru Sulut: Pakar-pakar Bersatu

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MANADO, repitasiplus.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat langkah strategis dalam pembangunan daerah dengan menggelar “Forum Konsultasi Publik Skema Pendanaan Ekonomi Biru” melalui pengembangan pangan daerah. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Kamis (2/10/2025), bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.   […]

  • KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan di Stasiun Rajapolah, KA Serayu Layani Naik Turun Penumpang Mulai 14 Maret 2026

    KAI Daop 2 Bandung Tingkatkan Pelayanan di Stasiun Rajapolah, KA Serayu Layani Naik Turun Penumpang Mulai 14 Maret 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 13 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memperluas akses layanan kereta api di wilayah operasionalnya. Mulai 14 Maret 2026, masyarakat di sekitar Kabupaten Tasikmalaya akan dapat menggunakan Kereta Api Serayu yang berhenti untuk melayani naik dan turun penumpang di […]

expand_less